Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Kolaborasi DPR RI dan BRIN, Gelar Edukasi Deteksi Dini Gangguan Mental Remaja

    5 Mei 2026

    Diguyur Hujan, Kasat Intelkam Polresta Serang Kota AKP Tatang Kawal Aksi Mahasiswa Secara Humanis, Aman dan Kondusif

    5 Mei 2026

    Stop Corat-coret dan Konvoi! Dindikbud Serang Dorong Perayaan Kelulusan yang Lebih Positif

    4 Mei 2026

    Adde Rosi Khoerunnisa Dampingi Menteri Wihaji di Lebak: Wujudkan Keluarga Sehat dan Hunian Layak

    3 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Dari Singapura, Indonesia Gaungkan Perlindungan Pekerja Migran dan Perang Melawan TPPO di Asia Tenggara

    Dari Singapura, Indonesia Gaungkan Perlindungan Pekerja Migran dan Perang Melawan TPPO di Asia Tenggara

    Aikal Pratama11 November 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI), dari ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), pemerintah menggelar Forum Pelindungan WNI/PMI serta Pencegahan dan Penanganan Kasus TPPO di kawasan Asia Tenggara yang berlangsung di KBRI Singapura, KJRI Johor Bahru, serta di Pelabuhan Pasir Gudang dan Stulang Laut, Malaysia. Kegiatan ini digelar pada 11–13 November 2025.

    Forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar perwakilan RI di luar negeri. Fokus utamanya adalah memperkuat koordinasi dalam perlindungan WNI dan mencegah praktik perdagangan manusia yang kerap menyasar pekerja migran.

    Forum dibuka oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Singapura, Suryo Pratomo. Dalam sambutannya, Dubes Suryo menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan status kerja PMI di Singapura sebagai bagian dari diplomasi pelindungan Indonesia.

    “Dari sekitar 160 ribu PMI di Singapura, kami menargetkan agar 10 hingga 20 persen dapat naik kelas dari pekerja domestik menjadi caregiver profesional. Namun, kita juga dihadapkan pada tantangan besar: TPPO. Di kawasan Asia Tenggara saja tercatat 1.617 kasus,” ungkapnya.

    Menurutnya, peningkatan kompetensi dan status kerja PMI merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi kerentanan terhadap eksploitasi dan perdagangan orang. Pemerintah mendorong agar pekerja migran tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki posisi tawar yang lebih tinggi di negara penempatan.

    Sementara itu, Asisten Deputi Kerja Sama ASEAN Kemenko Polhukam, Nur Rohmah, menegaskan bahwa TPPO adalah kejahatan luar biasa yang melanggar hak asasi manusia. Ia menilai bahwa jaringan pelaku TPPO bekerja secara terorganisir lintas batas, sehingga membutuhkan koordinasi antarnegara yang solid.

    “Indonesia sedang berada dalam situasi darurat TPPO. Gugus tugas yang kita bentuk harus bekerja lebih terpadu, sebab sindikat perdagangan orang kini semakin canggih dan melibatkan banyak negara,” ujarnya.

    Dari sisi perlindungan perempuan dan anak, Wakil Menteri KemenPPPA Veronica Tan menyoroti pentingnya pendekatan berbasis manusia (people-oriented) dalam menangani akar permasalahan migrasi dan perdagangan orang. Menurutnya, masalah ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong banyak perempuan memilih jalur non-prosedural.

    “Negara harus memberi akses agar perempuan bisa bekerja di luar negeri secara aman dan legal. Kita ingin mereka kembali bukan sebagai korban, tetapi sebagai champion di daerah asalnya,” tegasnya.

    Komitmen serupa disampaikan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI, Seriulina, menjelaskan bahwa negara hadir dalam setiap tahapan migrasi, mulai dari pra-keberangkatan hingga kepulangan.

    “KP2MI memiliki 20 helpdesk dan 6 lounge di bandara yang siaga mendampingi PMI hingga penerbangan terakhir. Kami juga memperkuat komunikasi antarperwakilan di kawasan Asia Tenggara agar setiap PMI merasa terlindungi,” ujarnya.

    Selain itu, KP2MI terus mengembangkan program Desa Migran Emas sebagai strategi pencegahan dari hulu. Program ini memiliki sepuluh pilar utama yang menyasar calon PMI, PMI aktif, purna PMI, dan keluarganya. “Pencegahan TPPO dimulai dari desa, dari akar persoalan. Itulah mengapa Desa Migran Emas menjadi langkah strategis kami,” tambah Seriulina.

    Forum regional ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mewujudkan tata kelola migrasi yang aman, tertib, dan bermartabat. Melalui kolaborasi lintas kementerian dan sinergi ASEAN, pemerintah memastikan setiap pekerja migran terlindungi dari ancaman perdagangan orang dan memperoleh hak-haknya secara adil.

    Dengan semangat diplomasi perlindungan dan kerja sama regional, Indonesia terus menggaungkan pesan kuat dari Singapura: negara harus hadir untuk melindungi mereka yang berjuang di negeri orang dari awal keberangkatan hingga mereka kembali ke tanah air dengan selamat dan bermartabat.

    imigran KP2MI pekerja Pemerintah warga

    Related Posts

    NEWS

    Indah Kiat Tangerang Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Jelang Lebaran

    7 Maret 2026
    NEWS

    Banser Turun Tangan Tangani Banjir di Kecamatan Labuan, Pandeglang

    12 Januari 2026
    NEWS

    Banjir Cilegon, Ansor Banser Hadir di Garda Terdepan Kemanusiaan

    4 Januari 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    ARTIKEL 21 Januari 2025

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    Kepala Dindikbud Kota Serang Tegaskan Peringatan Harus Bermakna: Tak Hanya Refleksi, Tapi Bangun Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

    Peran Banten dalam Penyebaran Islam di Jawa dan Sumatera

    Mengungkap Keindahan dan Filosofi Masjid Agung Banten

    Recent Post

    Kepala Dindikbud Kota Serang Tegaskan Peringatan Harus Bermakna: Tak Hanya Refleksi, Tapi Bangun Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

    2 Mei 2026

    Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

    1 Mei 2026

    Komitmen Kuat Majukan Pendidikan, Bonnie Triyana Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    30 April 2026

    Adde Rosi: Pengurus Kecamatan Adalah Ujung Tombak

    30 April 2026

    Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Pertama

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.