‎BANTENCORNER.COM – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia telah mengakui Kesenian Terbang Gede sebagai warisan budaya tak benda (WBTb).

‎Tak hanya itu, museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia yang beralamat di Jalan Raya Serang-Pandeglang KM 5, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, telah terdaftar secara nasional di Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, saat memimpin apel pagi di halaman lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Senin, 19 Januari 2026.

‎”Ini merupakan bagian dari upaya memajukan kebudayaan di Kota Serang,” ujarnya.

‎Yudi mengungkapkan penetapan kesenian Terbang Gede sebagai WBTb itu pada 15 Desember 2025 oleh Kemenbud.

‎Kemudian, pada 7 Januari 2026, museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia telah terregistrasi secara nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai cagar budaya.

‎”Capaian ini patut kita banggakan bersama.  Melalui penyerahan sertifikat dan SK (walikota) pada hari ini, saya berharap seluruh pihak semakin memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai kekuatan identitas daerah,” tutur Yudi.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri menyampaikan dinobatkannya Terbang Gede sebagai WBTb dan museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia sebagai cagar budaya, membuktikan kekhasan Kota Serang sangat melimpah.

‎”Benda ini adalah sebuah karya yang bukan hanya warisannya, tapi spiritnya yang dulu memiliki akar sejarah menjadi pemantik ajaran Islam dalam dakwah-dakwahnya,” ujarnya.

‎”Sekarang juga menjadi pemantik bagi perawatan syiar-syiar keislaman dan proses pembangunan di Kota Serang. Karena Kota Serang berharap menjadi kota yang maju, tapi tidak tercabut dari akar budayanya,” sambung Nuri.

‎Nuri menegaskan komitmen Pemkot Serang terus mengembangkan warisan-warisan budaya.

‎”Dan ini modal pembangunan yang sedang digerakkan oleh Walikota Serang Pak Budi Rustandi agar maju kotanya, sejahtera rakyatnya dan berakar dari tradisi dan budaya,” pungkasnya.

Leave A Reply

Exit mobile version