BANTENCORNER.COM – Kepala Sekolah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Daguina, Gufron memastikan tidak ada siswa fiktif di lembaga yang dipimpinnya.
Hal tersebut diungkapkan menanggapi beredarnya isu dugaan adanya siswa fiktif di sejumlah PKBM yang belakangan diperbincangkan.
Gufron mengatakan bahwa, seluruh peserta didik yang terdaftar di PKBM Daguina merupakan siswa yang mengikuti proses pembelajaran sesuai sistem pendidikan non formal.
Kegiatan belajar di PKBM Daguina dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu sesuai kontrak belajar antara sekolah dan siswa yang diketahui oleh pengawas dan dinas pendidikan kota serang, dengan metode belajar langsung atau tatap muka, pembelajaran secara online, serta pembelajaran yang dilakukan di lingkungan pondok pesantren.
Untuk mendukung metode tersebut, PKBM Daguina juga telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan dua pondok pesantren.
“Kami menyediakan tiga metode pembelajaran, yaitu belajar langsung, belajar online, dan belajar di Pondok Pesantren. Kami juga sudah melakukan MoU dengan dua pondok pesantren,” Ungkap Gufron, kepada Awak media, Pada Selasa, 3 Maret 2026
Senada diungkapkan, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dindikbud Kota Serang, Ati Rohayati, menampik adanya dugaan siswa fiktif yang sempat ramai diperbincangkan.
“Sebetulnya kalau permasalahan siswa fiktif itu tidak ada. Karena teman-teman PKBM sudah melakukan kontrak belajar dengan peserta didik di lembaganya masing masing,” kata Ati Rohayati, pada Senin, 9 Maret 2026 Kemarin.
“Operator lembaga menginput data melalui Dapodik, kemudian disetujui oleh pusat. Kalau ada residu atau temuan, baru diverifikasi oleh dinas,” Imbuhnya lebih lanjut.
Ati juga menegaskan bahwa, data yang dimiliki Dindikbud Kota Serang, tidak ditemukan siswa fiktif di lembaga PKBM.
“Jadi kalau dikaitkan dengan siswa fiktif, saya nyatakan bahwa tidak ada siswa fiktif di lembaga PKBM,” tegasnya.
