BANTENCORNER.COM – Pendidikan bukan hanya milik mereka yang menempuh jalur sekolah formal. Hal tersebut terbukti dari pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan atau UPK yang digelar di Sekolah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Daguina Kecamatan Curug Kota Serang, 06 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme oleh seluruh peserta kelas akhir paket C, ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan non formal memiliki kedudukan setara dan diakui kualitasnya.
Ujian yang diselenggarakan pada hari ini diikuti oleh para warga belajar yang berasal dari berbagai latar belakang usia dan profesi.
Meskipun menempuh jalur pendidikan alternatif, keseriusan dan semangat para peserta dalam mengikuti setiap tahapan penilaian tersebut tampak tidak kalah tinggi dibandingkan pelajar pada umumnya.
Kegiatan ini pun mendapatkan perhatian penuh dari Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud). Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi pada Dinas Pendidikan Kota Serang, Mulyadi, didampingi Kokom.
Kehadiran pejabat daerah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan langsung serta penyemangat tersendiri bagi para peserta ujian.
Ketua Yayasan Muda Unggul, Yoma Hatima, menyampaikan rasa syukurnya karena rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan tertib.
Ia menilai bahwa kesuksesan pelaksanaan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kehadiran perwakilan pemerintah daerah yang turut memantau jalannya ujian.
“Alhamdulillah, hari ini pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan berjalan lancar. Kami sangat mengapresiasi kehadiran dari Dinas Pendidikan Kota Serang yang telah membersamai kegiatan ini,” ujar Yoma.
Lebih jauh, Yoma menegaskan bahwa keberadaan pendidikan kesetaraan memegang peranan vital dalam memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang terkendala waktu, biaya, maupun usia untuk menempuh pendidikan formal.
Yoma berharap semangat teman-teman PKBM agar terus bertahan, guna membantu masyarakat yang memerlukan sentuhan bantuan dari kita semua.
Yoma berharap dengan kehadiran PKBM ini dapat menekan angka putus sekolah di masyarakat yang masih tinggi.
Melalui jalur ini, masyarakat memiliki kesempatan kedua untuk mengenyam pendidikan yang setara.
“PKBM hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa terbatas usia maupun latar belakang,” tambahnya.
Bagi para peserta, ujian ini bukan sekadar formalitas, melainkan gerbang menuju masa depan yang lebih cerah.
Harapan besar menggantung agar hasil yang diperoleh dapat membuka peluang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau meningkatkan kualitas keterampilan demi kehidupan yang lebih sejahtera.
Merespons hal tersebut, pihak yayasan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di bawah naungannya. Hal ini dilakukan agar lembaga yang dikelolanya mampu bersaing dan mencetak lulusan yang berkualitas.
Dengan adanya sinergi antara dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat, diharapkan keberlangsungan pendidikan kesetaraan di Kota Serang dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan sumber daya manusia daerah.
