BANTENCORNER – Upaya menekan angka pengangguran di Kota Serang mulai menunjukkan hasil positif. Meski belum signifikan, tren penurunan yang terjadi pada 2025 menjadi sinyal membaiknya kondisi ketenagakerjaan di daerah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Kota Serang pada 2025 tercatat sebanyak 26.008 orang.
Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 26.686 orang. Bahkan, jika ditarik ke belakang, pada 2023 jumlah pengangguran berada di angka 27.125 orang.
Penurunan bertahap ini menunjukkan adanya pergerakan dalam penyerapan tenaga kerja, seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah.
Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, menilai tren penurunan tersebut sebagai perkembangan positif bagi perekonomian daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa langkah strategis tetap harus diperkuat agar penurunan angka pengangguran bisa lebih signifikan.
Menurutnya, salah satu kunci utama adalah mendorong masuknya investasi ke Kota Serang. Dengan semakin banyak investasi, peluang terbukanya lapangan kerja baru juga akan semakin besar.
“Penurunan ini tentu menjadi kabar baik, meskipun masih relatif kecil. Artinya, roda ekonomi mulai bergerak. Ke depan, kita perlu mendorong lebih banyak investasi agar penyerapan tenaga kerja semakin meningkat,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Selain investasi, DPRD juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan kerja.
Hal ini dinilai penting agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing dan siap mengisi kebutuhan industri.
Muji menambahkan, penguatan kompetensi tenaga kerja harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi daerah.
Tanpa keterampilan yang memadai, peluang kerja yang tersedia tidak akan terserap secara optimal.
Di sisi lain, rencana pengembangan kawasan industri di Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak penyerapan tenaga kerja.
Kawasan tersebut diharapkan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“Kita berharap ketika kawasan industri ini mulai beroperasi, proses rekrutmen tenaga kerja bisa dilakukan secara bertahap dan menyerap banyak tenaga kerja lokal,” katanya.
Meski tren pengangguran menunjukkan penurunan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Serang masih berada di angka 7,12 persen pada 2024, sedikit di atas rata-rata Provinsi Banten yang sebesar 7,02 persen. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan ketenagakerjaan.
Dengan sinergi antara investasi, pelatihan kerja, dan pembangunan kawasan industri, DPRD optimistis angka pengangguran di Kota Serang dapat ditekan lebih signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (ADV)





