SERANG– Anggaran pengadaan belanja buah durian hingga kue ulang tahun di Biro Umum Setda Provinsi Banten diduga menghabiskan dana puluhan juta dari APBD 2026, mendapat kritik keras dari aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banten, Fauzul Nurhakim.
Paket pengadaan durian hingga kue ulang tahun itu terungkap dari laman sirup.lkpp.go.id, dengan rincian belanja buah durian sebesar Rp18.480.000, kemudian kue ulang tahun total pagu anggaran senilai Rp33.030.000, pelaksanaan kontrak kedua paket tersebut mulai Februari hingga Desember 2026
Fauzul, menegaskan jika penggunaan anggaran tersebut terkesan menghambur APBD, karena tidak memiliki keberpihakan kepada masyarakat.
“Mencerminkan ketidak bijakan dalam penentuan prioritas yang baik ditengah kesejahteraan masyarakat Banten masih terpuruk kesulitan dibidang ekonomis, pemerintahnya malah mengahmbur-hamburkan anggaran APBD. Coba saja jika anggaran tersebut dijadikan suatu program untuk masyarakat. Kan bisa saja, tanpa harus mengahmbur-hamburkan anggaran yang fantastis, kata Fauzul saat dikonfirmasi, pada Selasa (7/4/2026).
Selain kue ulang tahun, Fauzul juga merasa heran dengan anggaran belanja durian yang mencapai Rp18 juta. Dia menduga, ada kepentingan pribadi dibalik pengadaan tersebut.
“Apakah durian itu menjadi Lumbung persedian makanan para pejabat dalam jangka panjang? Beli duriannya sebagai bentuk pengikatan UMKM kecil atau hanya sebatas transaksi kecil yang di lakukan segelentir orang yang ingin mengrocek keuntungan dengan dalih kepentingan pemerintah,” tegas Fauzul.
Fauzul mendesak Gubernur untuk mengevaluasi pengadaan yang tidak rasional dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Kepala daerah harus memberikan evaluasi dan sanksi tegas bagi OPD-OPD yang menghamburkan anggaran bukan pada penunjang pembangunan banten. Ternyata banyaknya pelantikan seremonial tidak mencerminkan tubuh pemerintah yang baik dalam berprilaku dan bijak dalam menggunakan angaran,” terangnya.
Sementara, wartawan telah mengonfirmasi Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Ali Hanafiah via WhatsApp, namun hingga berita ini terbit yang bersangkutan tak kunjung memberikan merespon.





