BANTENCORNER.COM – Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, seluruh satuan pendidikan di Kota Serang melaksanakan apel peringatan secara serentak. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat edaran resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewajibkan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia menggelar rangkaian kegiatan peringatan pada tanggal tersebut
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini telah dipastikan mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, ia juga hadir dalam apel yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Serang untuk membacakan naskah pidato kenegaraan dari kementerian serta menyampaikan pemikiran terkait makna peringatan hari besar tersebut.
Menurut Ahmad Nuri, Hari Pendidikan Nasional mengandung tiga poin penting yang harus dipahami dan diamalkan oleh seluruh warga pendidikan. Pertama, peringatan ini menjadi momen untuk merenungkan dan mengenang perjalanan panjang dunia pendidikan yang telah dirintis oleh para pendahulu bangsa, terutama Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan nasional yang telah meletakkan dasar-dasar sistem pendidikan yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya dan kepentingan kemajuan anak bangsa.
Kedua, perjalanan pendidikan yang terus berkembang menuntut adanya pendekatan-pendekatan pembelajaran yang tepat dan terencana. Langkah-langkah yang disusun oleh kementerian dalam merancang sistem pembelajaran diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas dan kemampuan sumber daya pendidikan di tanah air.
Ketiga, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik semata, tetapi juga wajib membangun karakter peserta didik. Untuk mewujudkan hal tersebut, Dindikbud Kota Serang mengisi rangkaian kegiatan peringatan dengan menggerakkan Gerakan Masyarakat dan Sekolah Lingkungan Bersih atau yang disingkat GEMAS LIBAS. Usai pelaksanaan apel, seluruh peserta didik dan tenaga pendidik secara bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan di wilayah sekitar sekolah dengan jangkauan hingga radius 1 kilometer. Kegiatan ini dimaksudkan agar tumbuh rasa peduli dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini.
“Konsep yang kami terapkan adalah pendidikan yang mempersatukan sekolah dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Hal ini merupakan bagian dari amanat yang telah disampaikan oleh Wali Kota dan Sekretaris Daerah Kota Serang, agar setiap kegiatan pendidikan senantiasa memberikan manfaat nyata serta membentuk kepribadian yang baik bagi generasi penerus bangsa,” tegas Ahmad Nuri.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan serius, yaitu menurunnya rasa kepedulian di kalangan anak muda. Berbagai masalah seperti penumpukan sampah, tindakan perundungan, dan berbagai persoalan sosial lainnya muncul karena berkurangnya rasa peduli terhadap lingkungan dan sesama manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembersihan lingkungan ini menjadi langkah awal yang nyata untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kepedulian tersebut melalui tindakan yang langsung dirasakan dan dilakukan oleh peserta didik.
Sebanyak lebih dari 100 ribu peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Serang dipastikan terlibat dalam kegiatan ini. Menurut rencana, gerakan ini tidak hanya berlangsung pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional saja, tetapi akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap bulan. Hal ini dilakukan mengingat kondisi lingkungan yang saat ini masih menghadapi masalah serius terkait penumpukan sampah, yang bahkan telah dinyatakan sebagai keadaan darurat lingkungan.
“Gerakan ini juga merupakan bentuk penerapan dari program-program yang telah digagas di tingkat nasional maupun daerah, termasuk kebijakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat serta program ‘Kota Serang Bersih’ yang digagas oleh Pemerintah Daerah. Kami ingin memastikan bahwa jalur menuju sekolah dan lingkungan sekitarnya senantiasa bersih dari sampah plastik dan kotoran lainnya, agar lingkungan yang sehat dapat mendukung proses perkembangan berpikir dan pertumbuhan karakter anak bangsa dengan baik,” pungkas Ahmad Nuri.
