BANTENCORNER.COM – Dewan Pengurus Wilayah, Pengurus Besar Jawahirul Ma’ani (DPW PBJM) Provinsi Banten resmi dilantik bersama pengurus wilayah dari berbagai provinsi di Indonesia untuk masa khidmat 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Balairung Yayasan Pondok Pesantren Darussalam, Tegalrejo, Tanggulangin, Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026).

Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh M. Rozikan selaku Ketua Harian DPP Jawahirul Ma’ani. Selain Banten, kepengurusan yang dilantik berasal dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Madura, serta Kalimantan Timur.

Pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus pusat, pengurus wilayah, tokoh agama, serta jamaah dari berbagai daerah. Momentum tersebut menjadi langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi dalam menjalankan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.

Sekretaris Jenderal PBJM, Aly Khozin Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas telah resminya kepengurusan secara legal formal. Ia menjelaskan bahwa Jam’iyyah Manaqib Jawahirul Ma’ani didirikan oleh Ahmad Djauhari Umar pada 17 Agustus 1979 di Yayasan Pondok Pesantren Darussalam, Pasuruan.

“Alhamdulillah secara legal formal sudah diresmikan. Setelah dilantik tetaplah menjadi manusia yang biasa-biasa saja. Yang terpenting niatkan semuanya untuk izzul Islam wal muslimin, menjaga kejayaan Islam dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Aly Khozin Ahmad.

Ia juga mengingatkan pesan pendiri Jawahirul Ma’ani agar seluruh pengamal manaqib tidak berlebihan dalam menjalankan amalan. “Ojo khusu-khusu ngapusi, biasa-biasa saja. Sesuaikan dengan kemampuan, opo onone, jangan dibuat-buat, bi qadril imkan,” pesannya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada seluruh Ketua DPW Jawahirul Ma’ani se-Nusantara oleh Sholahuddien Al Ayubbie. Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya masa pengabdian kepengurusan periode 2026–2031.

Mewakili pengurus wilayah, Ketua DPW Jawahirul Ma’ani DKI Jakarta, Endang Hamdani, mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ia berharap seluruh pengurus dapat terus mendapatkan bimbingan sehingga mampu menjalankan organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Mohon bimbingan kepada para sesepuh agar kami dapat berkhidmat dengan sebaik-baiknya dan menjaga amanah organisasi ini,” katanya.

Ketua Dewan Pengurus Pusat, M. Sholahuddien Al Ayubbie, dalam tausiyahnya mengajak seluruh pengurus menjadikan pelantikan sebagai awal memperkuat persatuan dan pelayanan kepada umat. Menurutnya, tema pelantikan ‘Menyatukan Niat dalam Satu Tekad untuk Berkhidmat dan Berdaulat’ harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Jagalah silaturahmi antar pengurus. Jadikan organisasi ini sebagai wadah yang menyejukkan, mampu menyatukan jamaah di lingkungan masing-masing, serta terus berjuang mengangkat derajat masyarakat melalui doa dan ikhtiar agar memperoleh keselamatan dunia dan akhirat,” ungkapnya.

Pada sesi penutup, Romo Sulton Muhammad Al Fatih menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya Qardhan Hasan, yakni pinjaman tanpa bunga yang diberikan dengan niat membantu sesama karena Allah.

“Qardhan Hasan adalah bentuk kepedulian yang diajarkan Islam. Tidak meminta tambahan, tidak ada riba, dan tidak ada denda. Allah sendiri menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang menolong sesamanya dengan ikhlas, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 245,” jelasnya.

Pelantikan DPW PBJM se-Nusantara diharapkan menjadi tonggak lahirnya kepengurusan yang solid, amanah, dan mampu memperkuat syiar Islam di berbagai daerah. Bagi DPW PBJM Banten, amanah tersebut menjadi semangat baru untuk terus berkhidmat, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Leave A Reply

Exit mobile version