BANTENCORNER.COM – Di tengah gempuran mainan modernt mesin yang membanjiri pasaran, sebuah usaha kecil menengah di Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, justru tampil berbeda dengan menghadirkan produk kerajinan tangan yang sarat kreativitas dan nilai seni. Usaha yang dikenal dengan nama UMKM “Toktok” ini memproduksi miniatur kendaraan hias dari bahan spons ati (foam) berwarna-warni, yang dirangkai menjadi bentuk perahu, pesawat, hingga berbagai jenis kendaraan mini nan unik.
Dalam kesehariannya, proses produksi kerajinan ini dikerjakan secara manual dengan penuh ketelitian. Duduk bersila beralaskan terpal, sang perajin muda tampak fokus memotong, menggunting, dan merangkai lembaran-lembaran foam warna-warni menjadi sebuah karya yang utuh. Gunting, cutter, lem, serta berbagai potongan bahan tersusun rapi di sekelilingnya, menjadi saksi bisu dari proses kreatif yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan tinggi.
Setiap miniatur kendaraan yang dihasilkan bukan sekadar rangkaian bahan biasa, melainkan buah dari imajinasi dan keterampilan tangan yang diasah secara otodidak. Warna-warna cerah seperti merah muda, kuning, ungu, dan hitam dipadukan secara harmonis, menghasilkan bentuk kendaraan mini yang detail, lengkap dengan roda, atap, hingga ornamen hiasan yang menyerupai ukiran khas perahu tradisional.
Membuat satu unit kerajinan Toktok bukanlah pekerjaan singkat. Dibutuhkan tahapan yang cukup panjang, mulai dari perancangan pola, pemilihan warna, pemotongan bahan, hingga proses perakitan yang dilakukan secara bertahap dan hati-hati agar hasil akhirnya rapi dan kokoh. Tak jarang, proses pengerjaan dilakukan di ruang terbuka seperti teras maupun halaman rumah, memanfaatkan cahaya matahari alami sebagai penerangan sekaligus suasana kerja yang nyaman.
Ketelitian menjadi kunci utama dalam setiap tahap produksi. Kesalahan sekecil apa pun dalam pemotongan atau perekatan dapat memengaruhi bentuk akhir dari miniatur kendaraan tersebut. Karena itu, dibutuhkan konsentrasi penuh serta jam terbang yang terus diasah agar kualitas produk semakin baik dari waktu ke waktu.
Keberadaan UMKM Toktok menjadi bukti nyata bahwa potensi ekonomi kreatif dapat tumbuh dari desa, bukan hanya dari kota besar. Produk kerajinan tangan seperti ini memiliki nilai jual tersendiri karena keunikan dan proses pembuatannya yang autentik, berbeda dari mainan produksi massal yang umumnya seragam dan minim sentuhan personal.
Usaha semacam ini berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dari segi kualitas produk maupun jangkauan pemasaran. Dengan pendampingan yang tepat, seperti pelatihan pengemasan produk, strategi promosi melalui media sosial, hingga perluasan jaringan distribusi, UMKM Toktok memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di wilayah Ciruas dan sekitarnya, tetapi juga ke luar daerah.
Di balik kesederhanaan tempat produksinya, semangat berkarya yang ditunjukkan oleh perajin UMKM Toktok patut mendapat apresiasi. Usaha ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga wadah untuk terus mengasah kreativitas dan melestarikan keterampilan kerajinan tangan di tengah masyarakat.
Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah desa, lembaga pendidikan, maupun masyarakat luas, diharapkan dapat menjadi angin segar bagi keberlangsungan usaha ini. Dengan sentuhan inovasi dan promosi yang lebih maksimal, bukan tidak mungkin kerajinan miniatur kendaraan dari Desa Singamerta ini akan semakin dikenal luas dan menjadi salah satu ikon produk kreatif lokal yang membanggakan.***





