BANTENCORNER.COM – Dalam upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, KKM Kelompok 30 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melalui Bidang 3 Sosial, Budaya, Hukum, dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Edukasi Taat Rambu-Rambu Lalu Lintas bagi siswa SD Negeri Domas 2, Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang pada Sabtu, 01 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi anak-anak sekolah dasar yang mulai mengenal berbagai jenis kendaraan dan aktif beraktivitas di jalan. Melalui edukasi ini, siswa diajak memahami bahwa mematuhi rambu-rambu lalu lintas merupakan salah satu cara menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Materi disampaikan secara interaktif dengan memperkenalkan berbagai jenis rambu-rambu lalu lintas yang sering dijumpai di jalan, seperti rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, dan rambu petunjuk. Mahasiswa menjelaskan fungsi masing-masing rambu menggunakan bahasa yang sederhana disertai gambar dan contoh situasi yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Selain mengenalkan jenis-jenis rambu, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas, seperti menyeberang di tempat yang aman, mematuhi lampu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara, serta selalu berhati-hati ketika berada di jalan.
Agar pembelajaran lebih menarik, kegiatan dilanjutkan dengan role play atau bermain peran mengenai situasi di jalan raya. Dalam simulasi tersebut, siswa berperan sebagai pejalan kaki, pengendara, maupun petugas yang mengatur lalu lintas. Dengan menggunakan media rambu-rambu yang telah disiapkan, anak-anak diajak mempraktikkan cara mematuhi aturan lalu lintas sesuai dengan perannya masing-masing.
Suasana belajar berlangsung meriah dan penuh antusias. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi, menjawab pertanyaan, mengenali arti berbagai rambu, serta bersemangat ketika mengikuti simulasi. Melalui metode belajar sambil bermain, materi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta.
Shiva Alfiyah sebagai anggota Bidang 3 KKM Kelompok 30 menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan membentuk kesadaran hukum dan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa rambu-rambu lalu lintas bukan sekadar tanda di jalan, tetapi merupakan pedoman yang harus dipatuhi untuk menjaga keselamatan bersama. Dengan mengenalkan hal ini sejak dini, kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak SD Negeri Domas 2 yang mengapresiasi metode pembelajaran interaktif yang diterapkan mahasiswa. Melalui kombinasi penyampaian materi dan bermain peran, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menerapkan aturan lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program Edukasi Taat Rambu-Rambu Lalu Lintas, KKM Kelompok 30 Universitas Bina Bangsa berharap dapat menanamkan budaya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta kepedulian terhadap keselamatan di jalan sejak usia sekolah dasar. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya generasi yang sadar hukum, berkarakter, dan bertanggung jawab sebagai pengguna jalan di masa depan.***







