BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 79 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar Sosialisasi Pengelolaan dan Pemilahan Sampah Berbasis Edukasi Lingkungan dan Implementasi 3R di SDN 1 Sukadaya, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Selasa Selasa, 04 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Bidang 1 Pendidikan, Keagamaan, dan Penguatan Karakter Masyarakat dengan Bidang 4 Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan Masyarakat, sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik melalui pembelajaran yang edukatif, interaktif, dan aplikatif.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.45–10.55 WIB itu diikuti 19 siswa kelas V SDN 1 Sukadaya. Materi disampaikan oleh Agung Maulana dari Bidang 1 dan Siti Rafika Azzahra dari Bidang 4, meliputi pengertian sampah, klasifikasi sampah organik dan anorganik, pentingnya memilah sampah sejak dini, dampak negatif membuang sampah sembarangan, penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), hingga lamanya waktu berbagai jenis sampah terurai di alam.
Suasana sosialisasi berlangsung aktif dan komunikatif. Para siswa antusias menjawab pertanyaan pemateri dan terlibat dalam diskusi mengenai jenis-jenis sampah yang sering dijumpai sehari-hari. Antusiasme itu semakin terlihat pada sesi kuis, saat siswa yang menjawab benar mendapat hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Sebagai implementasi dari materi di kelas, mahasiswa KKM mengajak seluruh siswa ke halaman sekolah untuk praktik langsung pengelolaan sampah. Siswa diajak mengidentifikasi jenis sampah di lingkungan sekolah, memungut sampah yang berserakan, lalu memilah dan membuangnya sesuai kategori. Pendekatan berbasis praktik ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Praktik tersebut dipadukan dengan pemanfaatan papan informasi “Berapa Lama Sampah Terurai” yang dibuat Bidang 4 KKM Kelompok 79 sebagai media edukasi lingkungan. Pemateri menjelaskan bahwa setiap jenis sampah memiliki waktu penguraian berbeda: sampah organik seperti kulit buah terurai dalam 2–6 minggu, kertas dan kardus 2–5 bulan, kantong plastik 10–100 tahun, kaleng aluminium 80–200 tahun, botol plastik sekitar 450 tahun, sementara styrofoam dan kaca dapat mencapai satu juta tahun. Informasi ini menjadi pengingat bagi siswa akan pentingnya mengurangi penggunaan bahan yang sulit terurai serta membiasakan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
Kegiatan ditutup dengan seremoni penyerahan tiga unit tempat sampah organik, anorganik, dan residu, dari perwakilan Bidang 4 KKM Kelompok 79 kepada Kepala SDN 1 Sukadaya, Iip Saepul, S.Pd., sebagai sarana pendukung penerapan kebiasaan memilah sampah di sekolah.
Koordinator Bidang 4 KKM Kelompok 79, Siti Robi’atul Fitriah, mengatakan kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan melalui media pembelajaran yang mudah dipahami.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa mengenai jenis-jenis sampah serta lamanya waktu sampah terurai melalui papan informasi yang kami buat. Harapannya, peserta didik semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan diri memilah sampah sejak dini, serta mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Kepala SDN 1 Sukadaya, Iip Saepul, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM UNIBA yang menghadirkan pembelajaran lingkungan dengan metode menarik dan mudah dipahami siswa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKM Kelompok 79 Universitas Bina Bangsa atas kepeduliannya terhadap pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan cara memilah sampah dengan benar. Kami berharap kebiasaan baik ini dapat terus diterapkan oleh seluruh warga sekolah sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Ketua KKM Kelompok 79 UNIBA, Arizal Almunawar, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas bidang dalam program kerja ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan.
“Membangun budaya peduli lingkungan harus dimulai sejak usia dini. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memahami cara memilah dan mengelolanya dengan benar. Kami berharap edukasi yang diberikan hari ini dapat menjadi kebiasaan yang terus tumbuh di lingkungan sekolah, rumah, hingga masyarakat,” tegasnya.
Program kerja kolaboratif Bidang 1 dan Bidang 4 KKM Kelompok 79 ini sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pendidikan lingkungan yang kontekstual, serta SDGs Nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pembiasaan pengelolaan dan pemilahan sampah sejak usia sekolah dasar. Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi, praktik lapangan, penyediaan media pembelajaran, dan pemberian sarana pendukung, mahasiswa berharap peserta didik mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. ***







