BANTENCORNER.COM – Dalam upaya mendorong digitalisasi ekonomi di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 63 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar edukasi dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Peres, Desa Pulo Panjang, Kecamatan Pulo Ampel pada Senin, 03 Agustus 2026.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya pelaku UMKM setempat yang mengandalkan transaksi tunai. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kendala, seperti keterbatasan uang kembalian dan risiko menerima uang palsu. Mahasiswa mendatangi pelaku usaha secara langsung dari rumah ke rumah untuk menjelaskan manfaat, efisiensi, dan keamanan transaksi nontunai melalui QRIS.

“Edukasi digitalisasi ini bertujuan membuka akses keuangan yang lebih luas bagi UMKM di Desa Pulo Panjang, khususnya Kampung Peres. Kami ingin membantu para pedagang lokal agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi transaksi keuangan saat ini,” ujar Ketua KKM.

Selain menyampaikan materi, mahasiswa turut mendampingi pemilik usaha dalam proses pendaftaran merchant hingga pembuatan kode QRIS yang siap digunakan. Edukasi yang diberikan mencakup cara kerja dan manfaat QRIS, langkah mencegah penipuan, cara memastikan pembayaran telah masuk, serta pendampingan melengkapi dokumen administrasi yang diperlukan.

Para pelaku UMKM menyambut positif kegiatan tersebut. Penggunaan QRIS diharapkan dapat mempermudah transaksi harian, membantu pencatatan riwayat penjualan secara otomatis, serta memperluas jangkauan pembeli yang semakin terbiasa melakukan pembayaran melalui dompet digital dan layanan perbankan seluler.

Melalui program ini, KKM Kelompok 63 UNIBA berharap Kampung Peres dapat menjadi salah satu penggerak percepatan ekosistem pembayaran digital di Desa Pulo Panjang. Penerapan QRIS secara berkelanjutan diharapkan mampu mendukung kemandirian dan meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat pesisir. ***

Leave A Reply

Exit mobile version