BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Desa Kadudamas menggelar pelatihan ecoprint bertajuk JEJAK (Jejak Daun Jadi Karya) pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di balai desa tersebut menyasar ibu-ibu PKK sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi alam di lingkungan sekitar.
Program JEJAK dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan masyarakat dalam mengolah daun serta bunga menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai estetika sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi. Melalui teknik ecoprint, peserta diperkenalkan pada metode pewarnaan alami yang memanfaatkan pigmen dari tumbuhan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 17 memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Mulai dari pemilihan daun dan bunga yang memiliki pigmen kuat, penyusunan motif pada kain, hingga proses pemindahan warna dan bentuk tanaman ke media kain dilakukan secara praktik.
Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Para ibu-ibu PKK mengikuti setiap tahapan dengan aktif dan mencoba secara langsung teknik yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN. Bahan-bahan yang digunakan pun relatif mudah ditemukan karena berasal dari tumbuhan yang terdapat di sekitar lingkungan Desa Kadudamas.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Ibu Lurah, Ibu Nita, yang hadir mendampingi proses pelatihan. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif bagi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi pelatihan ecoprint dari adik-adik KKN Kelompok 17 ini. Program JEJAK sangat bagus karena memanfaatkan tanaman di sekitar kita menjadi kerajinan kain yang indah. Ini juga dapat melatih keterampilan ibu-ibu PKK agar ke depannya bisa lebih produktif,” ujar Ibu Nita.
Apresiasi serupa disampaikan salah satu peserta, Ibu Yati. Ia mengaku memperoleh pengalaman baru setelah mengikuti pelatihan tersebut, terutama dalam memahami bahwa daun dan bunga yang selama ini mudah ditemukan di sekitar rumah dapat dimanfaatkan menjadi karya bernilai seni.
“Alhamdulillah, kami senang bisa mengikuti pelatihan ini. Ternyata daun dan bunga di sekitar bisa dimanfaatkan untuk membuat motif kain yang cantik. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dan bisa terus kami kembangkan,” ungkapnya.
Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ecoprint ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan. Penggunaan bahan alami juga menjadi salah satu keunggulan ecoprint karena dapat menghasilkan karya dengan karakter motif yang unik.
Mahasiswa KKN Kelompok 17 berharap program JEJAK tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan saja. Keterampilan yang telah diperoleh diharapkan dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan oleh ibu-ibu PKK menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.
Melalui program tersebut, KKN Kelompok 17 Desa Kadudamas berupaya mendorong masyarakat untuk melihat potensi lingkungan bukan sekadar sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai peluang dalam mengembangkan kreativitas dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
