BANTENCORNER.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 79 melalui Bidang 1 Pendidikan, Keagamaan dan Penguatan Karakter Masyarakat menggelar kegiatan edukasi ecoprint bersama siswa kelas III SDN 1 Sukadaya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.47–10.00 WIB itu diikuti 29 siswa. Mengusung pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa mengajak siswa memanfaatkan bahan alami di lingkungan sekitar, seperti daun singkong, daun ubi, daun pepaya, dan bunga, untuk menghasilkan motif pada tote bag dengan teknik pounding.
Koordinator Bidang 1 KKM Kelompok 79, Agung Maulana, mengatakan pemilihan ecoprint didasarkan pada keinginan mengenalkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sekaligus ruang bagi siswa mengembangkan kreativitas.
“Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa lingkungan di sekitar mereka juga bisa menjadi sumber pembelajaran dan kreativitas. Ecoprint cukup sederhana dan menarik untuk usia mereka karena mereka bisa memanfaatkan daun atau tumbuhan yang ada di sekitar untuk menghasilkan karya,” ujar Agung.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembuatan produk, tetapi juga menjadi sarana melatih kreativitas, keterampilan motorik, kesabaran, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Tujuan utama kami adalah menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini, dengan mengajarkan mereka bahwa bahan-bahan alami di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi sebuah karya yang bernilai,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan dan ice breaking untuk membangun suasana belajar yang interaktif. Mahasiswa lalu menyampaikan materi ecoprint, mulai dari pengenalan bahan hingga teknik pembuatannya. Materi disampaikan oleh Agung Maulana dan Arizal Almunawar.
Setelah mendapat penjelasan, siswa diajak keluar kelas untuk mencari dan memilih bahan alami sebagai motif. Daun yang telah dikumpulkan kemudian disusun di atas tote bag sesuai kreativitas masing-masing siswa.
Tahap berikutnya adalah pounding, yakni memindahkan pigmen dan bentuk alami daun ke permukaan tote bag dengan cara memukul daun menggunakan palu yang telah disediakan. Siswa mengikuti proses tersebut dengan pendampingan mahasiswa.
Salah seorang siswi kelas III yang akrab disapa Ira mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, proses membuat ecoprint menjadi pengalaman baru yang menyenangkan.
“Seru dan menarik. Yang paling saya suka waktu pounding, karena bisa memukul-mukul daun menggunakan palu yang sudah disediakan,” ujar Ira.
Ira mengaku memperoleh pengalaman baru mengenai pemanfaatan tumbuhan di sekitar untuk menghasilkan sebuah karya, dan menyatakan keinginannya mencoba kembali membuat ecoprint.
Setelah proses pounding selesai, mahasiswa mendampingi siswa membuka susunan daun untuk melihat motif yang terbentuk pada tote bag. Hasil karya kemudian dinilai berdasarkan kreativitas dan kerapian sebelum kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi.
Guru kelas III SDN 1 Sukadaya, Ika Juwita, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, ecoprint memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat positif. Anak-anak tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga diajak belajar melalui praktik secara langsung. Mereka terlihat antusias dan menikmati setiap prosesnya,” ujar Ika.
Ia menilai kegiatan itu bermanfaat mengembangkan kreativitas dan keterampilan siswa, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan lingkungan secara sederhana. Menurutnya, anak-anak turut belajar mengenal lingkungan lebih dekat, karena melihat bahwa daun dan tumbuhan di sekitar mereka ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang menarik dan bernilai.
Ika berharap kegiatan pembelajaran kreatif seperti ecoprint terus dikembangkan, karena memberi ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, sehingga mereka lebih aktif, percaya diri, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kegiatan ecoprint ini juga menjadi bagian dari kontribusi KKM UNIBA Kelompok 79 dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4: Pendidikan Bermutu, yang diwujudkan bukan hanya lewat penyampaian materi, tetapi melalui proses pembelajaran aktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman, siswa mengamati lingkungan, memilih bahan, mengembangkan ide, praktik langsung, hingga menghasilkan karya secara mandiri dengan pendampingan mahasiswa.
Agung berharap kegiatan tersebut meninggalkan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bernilai untuk diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya mengingat ecoprint sebagai kegiatan membuat tote bag, tetapi juga membawa nilai yang kami sampaikan, yaitu bagaimana mereka bisa lebih kreatif, menghargai lingkungan, bekerja sama, dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar secara bijak,” pungkasnya.
Kegiatan ecoprint dilaksanakan oleh Bidang 1 KKM UNIBA Kelompok 79, dengan Agung Maulana dan Arizal Almunawar sebagai pemateri sekaligus pelaksana, dibantu Chitra Cahya Anggraeni, Rosdiana, dan Siti Rafika Azzahra.***





