BANTENCORNER.COM- Kabar gembira datang dari Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 25 Singamerta berhasil menciptakan sebuah Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat penabur pupuk otomatis yang diserahkan langsung untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
Inovasi ini lahir dari keresahan mahasiswa saat melihat proses pemupukan lahan pertanian yang selama ini masih dilakukan secara manual oleh warga. Cara manual ini dinilai kurang efisien, memakan waktu lama, dan hasil sebarannya sering nggak merata.
Alat TTG ini dirancang supaya proses penaburan pupuk jadi lebih cepat, hemat tenaga, dan hasil sebarannya lebih merata dibanding cara konvensional. Dengan begitu, petani nggak perlu lagi capek-capek menabur pupuk pakai tangan satu per satu di lahan yang luas.
Selain soal efisiensi waktu dan tenaga, alat ini juga diharapkan bisa menekan pemborosan pupuk. Sebab, penyebaran yang lebih merata bikin dosis pupuk ke tanaman jadi lebih pas dan tidak mubazir.
Sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat desa, alat penabur pupuk otomatis ini diserahkan langsung oleh mahasiswa KKM 25 kepada pengurus BUMDes Desa Singamerta.
Harapannya, alat ini bisa dikelola dan dimanfaatkan bareng-bareng oleh warga, khususnya para petani, lewat sistem yang dikelola BUMDes.
Pengurus BUMDes menyambut baik inovasi ini. Alat TTG ini dinilai bisa jadi salah satu aset produktif desa yang mendukung sektor pertanian, sekaligus membuka peluang usaha baru buat BUMDes lewat layanan sewa alat ke warga.
Program TTG penabur pupuk otomatis ini jadi bukti kalau mahasiswa KKM nggak cuma datang untuk mengabdi sesaat, tapi juga membawa solusi teknologi yang bisa terus dipakai dan dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang oleh masyarakat Desa Singamerta.
Ke depannya, mahasiswa KKM 25 berharap alat ini bisa dikembangkan lagi dan menjadi pemantik semangat inovasi teknologi tepat guna lainnya di Desa Singamerta. ***




