BANTENCORNER.COM — Komitmen dalam mewujudkan kemandirian dan kesehatan masyarakat pesisir terus ditunjukkan oleh para mahasiswa. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 63 Pulo Panjang 2, sebuah langkah nyata dihadirkan lewat program Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang berkolaborasi dengan organisasi Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi Banten Sabtu, 16 Agustus 2026.
Acara yang dipusatkan di wilayah Desa Pulo Panjang ini tidak hanya fokus pada penyuluhan kesehatan, tetapi juga dirangkaikan dengan peluncuran inovasi pengolahan lingkungan berupa peresmian rocket stove (tungku bakar hemat energi/minim polusi) serta edukasi pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah rumah tangga.
Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Kepala Desa Pulo Panjang, Ibu Ratu Bulkis, yang sekaligus meresmikan penggunaan rocket stove secara simbolis. Kehadiran pimpinan desa ini menjadi bentuk dukungan penuh terhadap inovasi yang diinisiasi oleh mahasiswa KKM bersama elemen masyarakat dan lembaga mitra.
Kolaborasi Strategis Bersama Pita Putih Indonesia Banten
Sesi sosialisasi PHBS dibuka dengan pemaparan materi edukatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, sanitasi lingkungan, serta kesehatan ibu dan anak. Perwakilan dari Pita Putih Indonesia Provinsi Banten menyampaikan bahwa kesadaran hidup bersih harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.
Kolaborasi ini dinilai sangat strategis mengingat tantangan geografis wilayah kepulauan yang memerlukan perhatian ekstra dalam hal pengelolaan sanitasi dan akses kesehatan preventif. Para warga, khususnya para ibu rumah tangga, tampak antusias mengikuti jalannya sesi interaktif tersebut.
Peresmian Rocket Stove dan Urgensi Memilah Sampah
Puncak acara diisi dengan peresmian rocket stove oleh Kepala Desa Pulo Panjang, Ibu Ratu Bulkis. Rocket stove merupakan inovasi tungku pembakaran efisien yang dirancang untuk mengoptimalkan sirkulasi udara sehingga mampu menghasilkan sedikit asap dan pembakaran yang jauh lebih ramah lingkungan. Kehadiran teknologi tepat guna ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola sampah kering sekaligus menjadi solusi alternatif yang efisien.
Selain peresmian tungku ramah lingkungan tersebut, mahasiswa KKM 63 Pulo Panjang 2 juga memberikan penekanan khusus mengenai urgensi memilah sampah sejak dari rumah. Edukasi ini menitikberatkan pada pemisahan antara sampah organik dan anorganik guna mencegah penumpukan sampah liar yang dapat mencemari ekosistem pesisir pulau.
“Pengelolaan sampah dan penerapan PHBS adalah kunci utama kesehatan masyarakat pulau. Dengan adanya peresmian rocket stove serta edukasi pemilahan sampah hari ini, kami berharap kesadaran warga semakin meningkat demi menjaga keasrian dan kebersihan Desa Pulo Panjang tercinta,” ungkap perwakilan mahasiswa KKM 63 Pulo Panjang 2.
Melalui sinergi lintas pihak antara mahasiswa KKM 63 Pulo Panjang 2, Pita Putih Indonesia Provinsi Banten, pemerintah desa di bawah kepemimpinan Ibu Ratu Bulkis, serta partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini sukses meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masa depan lingkungan dan kesehatan warga Pulo Panjang. ***








