BANTENCORNER.COM – Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) kembali menggelar kegiatan penguatan kader di Banten Lama pada Sabtu, 29 November 2025, dengan mengusung tema “Membangun Realita Melalui Kerja Nyata Bersama.” Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi dan pembentukan karakter kepemimpinan bagi mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari Kabupaten Lebak.
Ketua Umum Komisariat UIN SMH Banten, Muhammad Fadzli, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kader yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi mampu menunjukkan kerja nyata dan kontribusi konkret di lapangan. Menurutnya, IMALA harus menjadi wadah pembinaan yang melahirkan kader progresif dan peka terhadap perkembangan sosial.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Cabang IMALA Serang, Izzuddin, yang turut memberikan arahan mengenai pentingnya membangun pola pikir kritis dan kepekaan sosial bagi para kader. Kehadiran para pimpinan cabang semakin menguatkan nilai kebersamaan dalam internal organisasi.
Fadzli menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat kader yang hadir. Ia mengatakan bahwa memiliki kader yang berkemauan kuat untuk berproses adalah modal penting bagi organisasi apa pun, terutama IMALA yang selama ini berfokus pada pengembangan kapasitas mahasiswa Lebak.
Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan langkah strategis membangun militansi, solidaritas, dan kepedulian antar mahasiswa Lebak yang berada di berbagai kampus.
“Saya senang memiliki kader yang berpotensi dan siap berproses,” ujarnya.
Harapannya, setiap kader yang hadir mampu menumbuhkan kedekatan emosional sehingga memiliki komitmen untuk mengikuti agenda-agenda selanjutnya. Fadzli memandang bahwa keberlanjutan organisasi sangat ditentukan oleh kesadaran kolektif kader untuk terus terlibat dalam kegiatan.
Sebagai ketua pelaksana sekaligus Ketua Umum Komisariat, Fadzli menyampaikan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah mahasiswa umum, namun dengan perhatian khusus kepada mahasiswa yang berdomisili di Lebak. Menurutnya, mahasiswa Lebak memiliki tanggung jawab moral untuk kembali membangun daerahnya.
Ia berharap kegiatan ini membuka wawasan kader terkait isu-isu strategis di Kabupaten Lebak, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga dinamika sosial. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu tampil sebagai agen perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Fadzli juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum organisasi biasa, melainkan ruang mempererat tali silaturahmi antar kader. Ia menilai bahwa kekuatan emosional dan kebersamaan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan IMALA pada masa mendatang.
Melihat antusiasme para kader, Fadzli mengaku senang dapat bersilaturahmi dan berinteraksi langsung. Menurutnya, kedekatan emosional yang terbangun dalam kegiatan ini akan memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi.
Rangkaian kegiatan yang digelar di Banten Lama ini diharapkan menjadi titik awal bagi para mahasiswa untuk lebih terlibat dalam isu-isu sosial daerah. IMALA berkomitmen untuk terus menciptakan ruang pembinaan agar mahasiswa Lebak mampu berbuat lebih untuk masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, IMALA kembali menegaskan posisinya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya memperkuat kapasitas intelektual, tetapi juga membangun karakter sosial dan kepemimpinan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Lebak siap melangkah bersama untuk menghadirkan perubahan nyata.







