BANTENCORNER.COM- Di tengah derasnya arus perubahan sosial yang ditandai dengan kemajuan teknologi, globalisasi, dan pergeseran nilai, perkembangan gender menjadi salah satu indikator krusial untuk melihat seberapa jauh masyarakat Indonesia telah bergerak menuju keadilan dan inklusi. Selama beberapa dekade terakhir, kita menyaksikan pergeseran yang signifikan dalam peran dan posisi perempuan serta laki-laki di berbagai bidang kehidupan. Namun, di balik kemajuan yang dicapai, masih banyak tantangan yang harus diatasi agar perkembangan gender benar-benar merata dan berkelanjutan. Tulisan ini bertujuan untuk menggali jejak perubahan perkembangan gender dalam konteks perubahan sosial Indonesia saat ini, melihat kedua sisi kemajuan dan tantangan yang ada.
Kemajuan Perkembangan Gender di Era Perubahan Sosial
Perubahan sosial di Indonesia telah membuka peluang baru bagi perempuan untuk menonjol dan membuktikan kemampuannya di berbagai sektor. Salah satu kemajuan paling mencolok adalah peningkatan akses perempuan terhadap pendidikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, angka melek huruf perempuan telah mencapai 96,1%, yang tidak jauh berbeda dari laki-laki sebesar 97,2%. Selain itu, jumlah perempuan yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi juga terus meningkat. Pada tahun 2023, persentase perempuan sebagai tenaga profesional mencapai 49,53%, mendekati jumlah laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai landasan untuk mencapai kemandirian dan kesuksesan dalam hidup.
Kemajuan lain dalam perkembangan gender terlihat dalam peningkatan partisipasi perempuan di sektor ekonomi. Di Indonesia, perempuan memainkan peran krusial dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, sekitar 60% UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Perempuan juga semakin banyak terlibat dalam sektor-sektor yang sebelumnya dianggap domain laki-laki, seperti teknologi, keuangan, dan konstruksi. Hal ini tidak hanya meningkatkan status ekonomi perempuan tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Selain itu, perubahan sosial juga telah membawa pergeseran dalam pandangan masyarakat terhadap peran perempuan di rumah tangga. Meskipun pembagian kerja rumah tangga masih cenderung tidak merata, semakin banyak laki-laki yang mulai terlibat dalam tugas-tugas rumah tangga dan perawatan anak. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan nilai dan norma masyarakat yang semakin menekankan kesetaraan gender serta peran perempuan yang semakin sibuk di luar rumah.
Perkembangan teknologi juga telah memberikan dampak positif pada perkembangan gender di Indonesia. Media sosial, misalnya, telah menjadi alat yang kuat bagi perempuan untuk menyuarakan aspirasi, berbagi informasi, dan membentuk komunitas. Melalui media sosial, perempuan dapat dengan mudah terhubung dengan sesama perempuan di seluruh negeri dan dunia, berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta memperkuat suara mereka dalam perdebatan publik. Selain itu, teknologi juga telah membuka peluang baru bagi perempuan untuk bekerja dari rumah, yang memungkinkan mereka untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga.
Tantangan Perkembangan Gender di Tengah Perubahan Sosial
Meskipun telah mencapai kemajuan yang signifikan, perkembangan gender di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah ketimpangan gender yang masih ada di berbagai bidang kehidupan. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) tahun 2024, indeks ketimpangan gender (IKG) Indonesia mengalami penurunan dari 0,459 pada tahun 2022 menjadi 0,447 pada tahun 2023, sementara indeks pembangunan gender (IPG) meningkat dari 91,63 pada tahun 2022 menjadi 91,85 pada tahun 2023. Meskipun menunjukkan progres positif, angka ini masih menunjukkan adanya kesenjangan gender yang perlu segera diatasi.
Kesenjangan gender paling mencolok terlihat dalam partisipasi perempuan di sektor politik. Jumlah perempuan yang menempuh posisi keterwakilan politik di Indonesia masih rendah. Pada tahun 2024, jumlah perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hanya mencapai 22,14%. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan masih memiliki kesulitan dalam mengakses ruang kepemimpinan dan pengambilan keputusan di tingkat nasional. Selain itu, perempuan juga masih sering menghadapi diskriminasi dan pelecehan di lingkungan politik, yang membuat mereka sulit untuk berkembang dan mencapai potensi penuh.
Tantangan lain dalam perkembangan gender adalah kekerasan berbasis gender yang masih merajalela di Indonesia. Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) tahun 2024 menunjukkan bahwa 1 dari 4 perempuan di Indonesia mengalami kekerasan fisik atau seksual selama hidupnya. Kekerasan berbasis gender tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental perempuan tetapi juga menghambat perkembangan mereka secara keseluruhan. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan peraturan untuk mencegah dan menindak kekerasan berbasis gender, implementasi dan penegakan kebijakan ini masih jauh dari sempurna.
Selain itu, perubahan sosial juga telah membawa tantangan baru bagi perkembangan gender di Indonesia. Globalisasi, misalnya, telah membawa pengaruh budaya asing yang terkadang bertentangan dengan nilai dan norma lokal. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian dalam pandangan masyarakat terhadap peran dan posisi perempuan serta laki-laki. Selain itu, kemajuan teknologi juga telah menciptakan ruang baru untuk pelecehan dan diskriminasi gender, seperti cyberbullying dan pelecehan seksual di media sosial.
Strategi untuk Meningkatkan Perkembangan Gender di Indonesia
Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dan meningkatkan perkembangan gender di Indonesia, diperlukan upaya bersama dari semua pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan individu. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diambil:
Pertama, pemerintah perlu memperkuat kebijakan dan peraturan yang mendukung kesetaraan gender. Hal ini termasuk kebijakan yang memastikan akses yang setara bagi perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan, dan peluang ekonomi, serta kebijakan yang mencegah dan menindak kekerasan berbasis gender. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan anggaran untuk program dan kegiatan yang terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kedua, sektor swasta perlu memainkan peran yang lebih aktif dalam mempromosikan kesetaraan gender di tempat kerja. Hal ini termasuk menerapkan kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif, memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan mencapai posisi kepemimpinan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi semua karyawan.
Ketiga, organisasi masyarakat perlu terus bekerja untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesetaraan gender dan mengadvokasi perubahan kebijakan dan norma yang tidak adil. Hal ini termasuk melakukan kampanye, pendidikan, dan pelatihan, serta memberikan dukungan dan bantuan kepada korban kekerasan berbasis gender.
Keempat, individu juga perlu berkontribusi pada peningkatan perkembangan gender dengan mengubah pandangan dan perilaku mereka sendiri. Hal ini termasuk menghormati hak dan martabat perempuan dan laki-laki secara setara, menolak diskriminasi dan kekerasan berbasis gender, serta mendukung upaya untuk mempromosikan kesetaraan gender di lingkungan sekitar.
Perkembangan gender adalah salah satu isu yang sangat penting dalam konteks perubahan sosial Indonesia saat ini. Selama beberapa dekade terakhir, kita menyaksikan pergeseran yang signifikan dalam peran dan posisi perempuan serta laki-laki di berbagai bidang kehidupan. Namun, di balik kemajuan yang dicapai, masih banyak tantangan yang harus diatasi agar perkembangan gender benar-benar merata dan berkelanjutan. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya bersama dari semua pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan individu. Hanya dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, di mana perempuan dan laki-laki dapat berkembang dan mencapai potensi penuh mereka.





















