Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    ‎Swasembada Pangan di Kab Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

    1 Juli 2026

    Adde Rosi: Transformasi Digital Perbukuan Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan Daerah

    30 Juni 2026

    Usia 83 Tahun, H. Sanusi Dituduh Menggelapkan Hanya Karena Jaga Masjid Wakaf

    30 Juni 2026

    Neogunix: Band Punk Rock Jakarta/Bekasi yang Menyuarakan Keresahan Lewat Musik

    30 Juni 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»‎Swasembada Pangan di Kab Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

    ‎Swasembada Pangan di Kab Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

    Roy Goozly1 Juli 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Salah satu narasumber saat memaparkan materi perihal penanganan hama tanaman padi kepada para kelompok tani di wilayah Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang I Dok. Istimewa
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Upaya mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Serang menghadapi sejumlah tantangan mendasar, mulai dari pengelolaan jaringan irigasi yang terganggu endapan lumpur, serangan hama yang sulit dikendalikan, hingga ketersediaan sarana pertanian.

    ‎‎Berbagai pihak terkait menyampaikan kondisi lapangan serta langkah penanganan yang sedang dijalankan demi menjaga keberlangsungan produksi pangan.

    ‎‎Hal ini terungkap dalam acara sosialisasi pengelolaan irigasi, penanganan hama dan mitigasi bencana dalam rangka mendukung swasembada pangan, Selasa (30/6/2026) di Gedung PGRI Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

    ‎‎Mohamad Abas, Ketua Kelompok Tani Tunas Tani Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, menyampaikan bahwa kendala utama yang paling mendesak adalah ketersediaan air irigasi akibat penumpukan sedimen di aliran sungai. Kondisi ini terjadi pada Kali Sultan dan Kali Cikopo, sehingga menghambat suplai air ke lahan pertanian.

    ‎‎“Normalisasi sungai sangat dibutuhkan agar aliran air lancar kembali. Selain itu, kami juga menghadapi gangguan hama seperti wereng, ulat sundep, tikus, dan walang sangit yang kerap merusak tanaman padi,” ujarnya.

    ‎‎Mengenai ketersediaan pupuk, Abas mengapresiasi dukungan pemerintah yang saat ini dinilai cukup terpenuhi dengan harga terjangkau, namun berharap kandungan nutrisinya dapat ditingkatkan agar hasil panen lebih optimal.

    ‎‎Selain itu, para petani juga membutuhkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan), seperti traktor dan mesin panen, serta pestisida guna mendukung target swasembada pangan.

    ‎‎”Intinya kami memohon kepada pemerintah tentang ketersediaan air dan pupuk. Mudah-mudahan kami para petani bisa memaksimalkan hasil pertanian kami agar memenuhi swasembada pangan, dan pemerintah juga mendukung kami sehingga kami bisa makmur, pemerintah dan rakyatnya juga bisa terpenuhi untuk pangan ini,” paparnya.

    ‎‎Sementara itu, Ketua Pengawas Saluran Irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Andriyanto, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjamin ketersediaan air bagi petani.

    ‎‎Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 telah dilakukan normalisasi saluran primer serta pembentukan tim pengelola teknis di lapangan.

    ‎‎“Kami melayani aliran air mulai dari hulu Bendungan Pamarayan hingga ke hilir. Terkait permohonan normalisasi di Pembuang Cikopo yang sudah bertahun-tahun tidak ditangani, kami mengarahkan kelompok tani untuk mengajukan permohonan resmi agar dapat diupayakan penggunaan alat berat,” jelas Andri.

    ‎‎Ia juga mengimbau agar petani turut menjaga kebersihan saluran, tidak membuang sampah atau merusak jaringan irigasi, serta menyampaikan keluhan langsung kepada petugas yang bertugas agar penanganan dapat berjalan cepat.

    ‎‎Di sisi lain, Iwan Purnama, Koordinator Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Banten, mengungkapkan bahwa hama tikus menjadi ancaman paling serius saat ini di wilayah Tanara. Pengendalian dengan umpan dinilai kurang efektif karena tikus lebih menyukai bulir padi yang sudah berisi.

    ‎‎“Kami akan melakukan pengendalian secara serempak menggunakan jebakan luas setelah masa panen tiba. Selain itu, kami juga menyediakan bahan pengendalian untuk wereng dan penggerek batang sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

    ‎‎Mengenai permintaan penggunaan drone untuk penyemprotan, Iwan menjelaskan bahwa peralatan tersebut sedang dalam perbaikan pasca kerusakan, dan diharapkan dapat segera difungsikan kembali.

    ‎‎Ia juga mengajak petani untuk menyampaikan kebutuhan melalui unit pelayanan yang ada di tingkat kecamatan agar penanganan lebih terkoordinir.

    ‎‎”Harapan dari kami kalau ada apa-apa bisa lewat UPT yang ada di setiap kecamatan, dan nanti rekan kami yang akan mengurus bagaimana caranya berkoordinasi dengan kami yang ada di kantor,” ucap Iwan.

    ‎‎Berbagai upaya sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan kelompok tani terus diperkuat guna mengatasi kendala yang ada, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Serang dapat terjaga dan target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.

    Kabupaten Serang Kelompok Tani Ketahanan Pangan Padi Pertanian Saluran Irigasi Serangan Hama Swasembada Pangan Tanara
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Doa Bersama dan Deklarasi Anti Gratifikasi, Ahmad Nuri Tegaskan Komitmen Wujudkan SPMB Bersih di Kota Serang

    NEWS 26 Juni 2026

    Diduga Terjadi Tindakan Premanisme di Lingkungan Kampus UNIBA, Mahasiswa Tempuh Jalur Hukum

    Modus Gelap Limbah Industri Serang: Dijual Murah Jadi Urukan Jalan Ilegal

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten: Masjid Agung Banten dan Keindahan Arsitektur Islam

    Usia 83 Tahun, H. Sanusi Dituduh Menggelapkan Hanya Karena Jaga Masjid Wakaf

    Recent Post

    NEOGUNIX Rilis Album “Dalam Penjara”, Suarakan Perlawanan dan Harapan Lewat Punk Rock

    30 Juni 2026

    10 THM di Kota Serang Ditutup, DPRD: Jangan Coba Buka Lagi Kalau Tidak Mau Izin Dicabut

    30 Juni 2026

    Gelar Forum Diskusi di Jakarta, PT Kristalin dan Warga Adat Nifasi Sepakat Jaga Kedamaian Desa

    28 Juni 2026

    Jangan Nunggu Lama, Mahasiswa Desak Pemkab Serang Tutup Kandang Ayam

    27 Juni 2026

    Gedung Diklat Kemenhut Dipakai Acara PSI, Sekjen MataHukum: Tunjukkan Bukti Sewanya

    27 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.