Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    KKM Kelompok 30 UNIBA Serahkan Al-Qur’an untuk Dukung Kegiatan Mengaji Anak-Anak Desa Domas 

    18 Agustus 2026

    KKM Kelompok 30 UNIBA Turut Dukung Cek Kesehatan Gratis Bersama Posbindu di Desa Domas 

    18 Agustus 2026

    Perkuat Promosi Usaha Lokal, KKM UNIBA 78 Bagikan Banner kepada Lima UMKM Sumurbang 

    18 Agustus 2026

    KKM UNIBA 78 Dukung Pelayanan Administrasi Surat Keterangan Domisili di Desa Sumurbandung

    18 Agustus 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»‎Swasembada Pangan di Kab Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

    ‎Swasembada Pangan di Kab Serang: Kendala Irigasi, Serangan Hama & Upaya Pemerintah Menjawab Kebutuhan Petani

    Roy Goozly1 Juli 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Salah satu narasumber saat memaparkan materi perihal penanganan hama tanaman padi kepada para kelompok tani di wilayah Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang I Dok. Istimewa
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Upaya mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Serang menghadapi sejumlah tantangan mendasar, mulai dari pengelolaan jaringan irigasi yang terganggu endapan lumpur, serangan hama yang sulit dikendalikan, hingga ketersediaan sarana pertanian.

    ‎‎Berbagai pihak terkait menyampaikan kondisi lapangan serta langkah penanganan yang sedang dijalankan demi menjaga keberlangsungan produksi pangan.

    ‎‎Hal ini terungkap dalam acara sosialisasi pengelolaan irigasi, penanganan hama dan mitigasi bencana dalam rangka mendukung swasembada pangan, Selasa (30/6/2026) di Gedung PGRI Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

    ‎‎Mohamad Abas, Ketua Kelompok Tani Tunas Tani Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, menyampaikan bahwa kendala utama yang paling mendesak adalah ketersediaan air irigasi akibat penumpukan sedimen di aliran sungai. Kondisi ini terjadi pada Kali Sultan dan Kali Cikopo, sehingga menghambat suplai air ke lahan pertanian.

    ‎‎“Normalisasi sungai sangat dibutuhkan agar aliran air lancar kembali. Selain itu, kami juga menghadapi gangguan hama seperti wereng, ulat sundep, tikus, dan walang sangit yang kerap merusak tanaman padi,” ujarnya.

    ‎‎Mengenai ketersediaan pupuk, Abas mengapresiasi dukungan pemerintah yang saat ini dinilai cukup terpenuhi dengan harga terjangkau, namun berharap kandungan nutrisinya dapat ditingkatkan agar hasil panen lebih optimal.

    ‎‎Selain itu, para petani juga membutuhkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan), seperti traktor dan mesin panen, serta pestisida guna mendukung target swasembada pangan.

    ‎‎”Intinya kami memohon kepada pemerintah tentang ketersediaan air dan pupuk. Mudah-mudahan kami para petani bisa memaksimalkan hasil pertanian kami agar memenuhi swasembada pangan, dan pemerintah juga mendukung kami sehingga kami bisa makmur, pemerintah dan rakyatnya juga bisa terpenuhi untuk pangan ini,” paparnya.

    ‎‎Sementara itu, Ketua Pengawas Saluran Irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Andriyanto, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjamin ketersediaan air bagi petani.

    ‎‎Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 telah dilakukan normalisasi saluran primer serta pembentukan tim pengelola teknis di lapangan.

    ‎‎“Kami melayani aliran air mulai dari hulu Bendungan Pamarayan hingga ke hilir. Terkait permohonan normalisasi di Pembuang Cikopo yang sudah bertahun-tahun tidak ditangani, kami mengarahkan kelompok tani untuk mengajukan permohonan resmi agar dapat diupayakan penggunaan alat berat,” jelas Andri.

    ‎‎Ia juga mengimbau agar petani turut menjaga kebersihan saluran, tidak membuang sampah atau merusak jaringan irigasi, serta menyampaikan keluhan langsung kepada petugas yang bertugas agar penanganan dapat berjalan cepat.

    ‎‎Di sisi lain, Iwan Purnama, Koordinator Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Banten, mengungkapkan bahwa hama tikus menjadi ancaman paling serius saat ini di wilayah Tanara. Pengendalian dengan umpan dinilai kurang efektif karena tikus lebih menyukai bulir padi yang sudah berisi.

    ‎‎“Kami akan melakukan pengendalian secara serempak menggunakan jebakan luas setelah masa panen tiba. Selain itu, kami juga menyediakan bahan pengendalian untuk wereng dan penggerek batang sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

    ‎‎Mengenai permintaan penggunaan drone untuk penyemprotan, Iwan menjelaskan bahwa peralatan tersebut sedang dalam perbaikan pasca kerusakan, dan diharapkan dapat segera difungsikan kembali.

    ‎‎Ia juga mengajak petani untuk menyampaikan kebutuhan melalui unit pelayanan yang ada di tingkat kecamatan agar penanganan lebih terkoordinir.

    ‎‎”Harapan dari kami kalau ada apa-apa bisa lewat UPT yang ada di setiap kecamatan, dan nanti rekan kami yang akan mengurus bagaimana caranya berkoordinasi dengan kami yang ada di kantor,” ucap Iwan.

    ‎‎Berbagai upaya sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan kelompok tani terus diperkuat guna mengatasi kendala yang ada, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Serang dapat terjaga dan target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.

    Kabupaten Serang Kelompok Tani Ketahanan Pangan Padi Pertanian Saluran Irigasi Serangan Hama Swasembada Pangan Tanara
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    MAN 2 Pandeglang Gelar Penerimaan Tamu Ambalan, Siap Cetak Generasi Pimpinan Masa Depan yang Berintegritas

    NEWS 12 Agustus 2026

    Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, FPK Lebak Berkomitmen Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

    Semarak Kemerdekaan, Warga Kampung Risah Tumpah Ruah

    KKM Kelompok 30 UNIBA Gelar Seminar PHBS di MA Al-Khairiyah Pontang 

    Tak Terima Kecelakaan Akibat Jalan Berbahaya, Mahasiswa Berencana Tuntut Pemerintah Lebak dan Dinas Terkait

    Recent Post

    Festival Anak Islami KKM 78 Sumurbandung: Semarakkan Semangat Anak dalam Belajar Agama

    18 Agustus 2026

    Belajar Sambil Praktik, KKM 78 Sumurbandung Ajak Siswa Menanam Kacang Hijau

    18 Agustus 2026

    KKM UNIBA 78 Kenalkan Ecoprint Pounding ke Siswa SDN 1 Sumurbandung

    18 Agustus 2026

    Semarak Kemerdekaan, Warga Kampung Risah Tumpah Ruah

    18 Agustus 2026

    Gemar Olahraga Tapi Tak Punya Lapangan, Warga Kampung Kanaga Sampaikan Harapan di HUT RI

    17 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.