BANTENCORNER.COM – Lebak, Sabtu, 18 Juli 2026– Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 78 Desa Sumurbandung melaksanakan kegiatan observasi ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yaitu usaha pembuatan dapros rumahan milik Ibu Mimin. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat proses produksi, mengetahui potensi usaha lokal, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku usaha sebagai bahan penyusunan program kerja pemberdayaan masyarakat.
Observasi dilaksanakan di kediaman Ibu Mimin yang menjadi tempat produksi dapros. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyaksikan secara langsung proses pencetakan dapros yang masih dilakukan secara manual menggunakan jempol tangan. Mahasiswa juga berkesempatan mencoba mempraktikkan proses pencetakan dapros tersebut untuk merasakan secara langsung tingkat ketelitian dan kesabaran yang dibutuhkan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memahami bahwa proses pencetakan secara manual membutuhkan tenaga dan ketelatenan, terutama saat harus memenuhi pesanan dalam jumlah banyak.
Berdasarkan hasil observasi, proses pembuatan dapros masih dilakukan secara manual. Salah satu tahapan yang paling menyita tenaga adalah proses pencetakan, karena motif pada dapros dibentuk menggunakan jempol tangan. Cara tersebut membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan tenaga yang cukup besar sehingga sering menimbulkan rasa lelah pada pembuatnya, terutama ketika jumlah pesanan sedang meningkat.
Ibu Mimin menjelaskan bahwa metode tersebut telah digunakan sejak lama karena belum memiliki alat cetak yang lebih praktis. Meskipun cukup melelahkan, beliau tetap mempertahankan kualitas hasil produksi agar pelanggan merasa puas.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Mimin mengatakan, “Kalau lagi banyak pesanan memang terasa capek, karena mencetak daprosnya masih pakai jempol satu per satu. Tapi saya tetap berusaha menyelesaikannya supaya hasilnya bagus dan pelanggan puas.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa semangat dan ketekunan pelaku UMKM menjadi salah satu faktor utama dalam mempertahankan usahanya. Walaupun masih menggunakan peralatan sederhana, usaha rumahan ini mampu terus berjalan dan memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga.
Selain melakukan pengamatan, mahasiswa KKM juga mencatat berbagai potensi yang dimiliki usaha tersebut. Produk dapros buatan Ibu Mimin memiliki cita rasa yang baik dan dibuat secara tradisional, sehingga memiliki nilai tersendiri di mata konsumen. Namun, mahasiswa juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi, seperti proses produksi yang masih manual, keterbatasan alat, serta perlunya pengembangan strategi pemasaran agar produk dapat dikenal lebih luas.

Ketua Kelompok 78 Sumurbandung menyampaikan bahwa kegiatan observasi ini merupakan langkah awal dalam memahami kondisi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Sumurbandung. Informasi yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam merancang program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga mengenai pentingnya menghargai perjuangan para pelaku usaha kecil. Proses produksi yang dilakukan secara sederhana tidak mengurangi kualitas maupun semangat mereka dalam menghasilkan produk terbaik.
Kegiatan observasi ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Desa Sumurbandung sekaligus menjadi dasar dalam menyusun program pemberdayaan UMKM. Mahasiswa berharap hasil observasi dapat memberikan manfaat, baik berupa ide maupun inovasi yang mampu membantu meningkatkan produktivitas usaha rumahan sehingga dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.***







