Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    8 Oktober 2026

    Hadir Langsung ke Bayah, Arif Rahman: Hutan Rakyat Aset Masa Depan yang Harus Dijaga dan Dihasilkan

    7 Oktober 2026

    Subhan Setiabudi Hadirkan E-SETWAN BANTEN untuk Integrasikan Layanan Sekretariat DPRD

    7 Oktober 2026

    Musim Hujan Mundur hingga Desember, Ancaman Kekeringan Terus Mengintai

    7 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Siap Jadi Pemimpin Masa Depan, Duet Tiyo-Dhana: Perubahan Harus Dimulai dari Mindset

    Siap Jadi Pemimpin Masa Depan, Duet Tiyo-Dhana: Perubahan Harus Dimulai dari Mindset

    Maslam Danur23 Agustus 20263 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Dhana Baswara, penguasaan kebijakan publik dari Universitas Sussex, Inggris, dan Tiyo Ardianto,
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Bantencorner.com Jakarta — Tiyo Ardianto. Siapa yang tidak kenal. Ia kini menjadi sosok “the rising star” dalam gerakan mahasiswa Indonesia saat ini. Sementara Dhana Baswara, belum banyak dikenal. Namun ketika keduanya bertemu dan berdiskusi panjang di Solo, Sabtu (22/8), lahirlah gagasan strategis yang berpotensi mengubah paradigma berpikir generasi muda Indonesia. Gagasan ini sekaligus bisa menjadikan duet Tiyo–Dhana sebagai “the next duo rising stars” yang siap menjadi bagian dari stok kepemimpinan nasional di era Indonesia Emas 2045.

    Dhana Baswara, penguasaan kebijakan publik dari Universitas Sussex, Inggris, dan Tiyo Ardianto, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta, sama-sama berada di rentang usia yang sejalan. Begitu bertemu dalam diskusi tertutup di Solo, keduanya langsung menemukan keselarasan pemikiran atau kimia yang kuat.

    Tiyo yang sedang menyelesaikan skripsinya banyak mengeksplorasi pengalaman Dhana selama menempuh pendidikan di Inggris. Dhana menjelaskan bahwa salah satu hal menarik yang ia temukan di Inggris adalah bagaimana masyarakatnya, meskipun terbuka dan liberal, tetap teguh menjaga tradisi. Tidak semua orang di Inggris menyukai anggota keluarga kerajaan, namun secara umum masyarakat sangat menghormati sistem monarki-parlementer yang demokratis sebagai bagian dari warisan budaya nasional.

    Tiyo pun tertarik mendalami sistem sosial dan politik tersebut. Ia melihat bahwa Indonesia dan Inggris sama-sama negara kepulauan — karena itu, seharusnya Indonesia bisa belajar cara “berpikir kepulauan” seperti yang diterapkan di Inggris. Dari sinilah keduanya merumuskan konsep “Archipelagic Thinking” atau berpikir kepulauan sebuah kerangka berpikir yang mensyaratkan pemahaman menyeluruh terhadap karakter negara kepulauan yang majemuk.

    Konsep ini menuntut adanya kesadaran penuh atas keberagaman dan kekhasan setiap daerah dari pemerintah pusat, sehingga lahir kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, bukan seragam satu untuk semua. Selama ini, menurut mereka, kebijakan pemerintah Indonesia cenderung bersifat “one size fits all” satu standar diterapkan ke seluruh negeri, mengabaikan keunikan dan kekayaan tiap daerah.

    Untuk mensosialisasikan gagasan ini, Tiyo dan Dhana merancang roadshow nasional ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka ingin bertemu dengan generasi milenial dan Generasi Z untuk menyerap aspirasi langsung dari anak muda mengenai masa depan Indonesia.

    “Kita akan lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin mendalami pemikiran anak muda dari seluruh Indonesia mengenai masa depan daerah mereka,” ujar Tiyo dikutif dari http://Terasmedia.co , Minggu (23/8/2026)

    “Kita ingin mendalami pemikiran anak muda dari seluruh Indonesia mengenai masa depan daerah mereka,” timpal Dhana.

    Format program ini masih akan dibicarakan lebih lanjut bisa berupa bincang terbuka, siniar (podcast), dokumenter, maupun format lainnya. Dhana, yang kini merintis portal media dan siniar RayaTimes, bersedia menjadikan platform tersebut sebagai mitra media. Ia juga sedang merancang skema pendanaan untuk mendukung pelaksanaan Roadshow Archipelagic Thinking.

    Tiyo yang dikenal berpikir kritis menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memang telah terbiasa dengan kesulitan. Namun, krisis moral dan etika yang melanda kalangan elite belakangan ini yang memicu korupsi masif — telah mencapai tingkat yang memerlukan perubahan mendasar.

    “Krisis ini sudah sangat akut, untuk menyelesaikannya harus dipotong satu generasi. Kita tidak bisa mengharapkan perubahan terjadi dari generasi sekarang, kita harus menyiapkan generasi masa depan,” tegas Tiyo.

    Oleh karena itu, ia berjuang menyiapkan fondasi bagi generasi baru yang akan memimpin di tahun 2045, dimulai dari perubahan pola pikir anak muda. Keberagaman sosial-budaya yang kaya adalah modal sosial yang luar biasa, dan kekayaan alam yang melimpah adalah modal ekonomi yang dahsyat.

    “Di tangan generasi muda yang punya kesadaran moral dan budaya yang tinggi, potensi Indonesia Emas bisa terwujud,” pungkas Tiyo.

    Tiyo Ardianto
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    NEWS 8 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    Berbagi Hidup dan Sehat Bersama, Kejati Banten Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di HUT Kejaksaan

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang Segera Digelar, Gus Robi Bicara Estafet Kepemimpinan

    Recent Post

    APBD Banten 2027 Berisiko “Boncos”, Target Penerimaan Lesu, Ini kata Sekda Deden

    7 Oktober 2026

    Perusahaan hingga Mobil Mewah “Ngemplang” Pajak di Banten, Potensi Capai Ratusan Miliar

    7 Oktober 2026

    Dana Bantuan Kementan Dialihkan ke Perusahaan Keluarga, KOSMAK: Usut Tuntas Skema Porang Sidrap

    6 Oktober 2026

    Cek Kesehatan Gratis di Tanah Jawara Capai 7 Juta Jiwa

    6 Oktober 2026

    Kata Kemendagri Soal Pertumbuhan Ekonomi Banten

    5 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.