Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Ada Jokowi, Keuceran Mande Macan Guling Bakal Dihadiri Ribuan Pendekar

    7 September 2026

    Joko Widodo Bakal Hadiri Keuceran Mande Macan Guling, Jona: Kita Murni Undang Beliau, Tak Ada Kepentingan Politik

    7 September 2026

    Lindungi Warga dari Abu Vulkanik, Karang Taruna Banten Bagikan Masker Gratis di Terminal Pakupatan

    7 September 2026

    Tambang Nikel Rp849 Miliar Jadi Latar Belakang Dugaan Rekayasa Perkara di Bareskrim

    7 September 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Abad Kedua NU: Modernisasi Tata Kelola Tanpa Tinggalkan Tradisi Keulamaan

    Abad Kedua NU: Modernisasi Tata Kelola Tanpa Tinggalkan Tradisi Keulamaan

    Maslam Danur23 Agustus 20264 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Bantencorner.com Jakarta – Memasuki abad kedua perjalanannya, Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi digital dan kecerdasan artifisial, perubahan iklim yang berdampak pada basis masyarakat petani dan nelayan, hingga pergeseran demografi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022–2027 terus memperkuat transformasi organisasi melalui tata kelola yang lebih terstandar, akuntabel, dan berbasis digital dengan tetap menjaga tradisi keulamaan sebagai fondasi jam’iyah.

    Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya, menyampaikan bahwa pergerakan NU di abad kedua membutuhkan strategi transformasi agar kebesaran jam’iyah dapat diperkuat dengan kapasitas kelembagaan yang semakin besar. Saat ini struktur NU mencakup 38 PWNU, 523 PCNU, 33 PCINU, sekitar 7.000 MWC, dan lebih dari 61.000 Pengurus Ranting di tingkat desa, dengan basis warga mencapai 57,2 persen dari populasi Muslim Indonesia.

    “Kebesaran ukuran organisasi harus diperkuat dengan adaptasi administrasi modern. Digitalisasi dan standarisasi tata kelola adalah jalur mutlak agar NU tetap berdaya guna dan relevan melayani umat di tingkat akar rumput,” ujar Gus Yahya di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

    Membangun Sistem, Memperkuat Khidmat

    Dalam lima tahun terakhir, PBNU mendorong perubahan tata kelola agar kerja organisasi semakin ditopang oleh sistem yang terstandar dan dapat diterapkan secara konsisten di berbagai tingkatan. Transformasi tersebut salah satunya dilakukan melalui platform digital Digdaya NU yang mendukung penguatan fungsi administrasi organisasi. PBNU juga mengintegrasikan layanan AI WhatsApp Chatbot untuk membantu kebutuhan administratif di tingkat cabang hingga ranting, terutama di wilayah dengan keterbatasan personel teknologi informasi.

    Penguatan sistem berjalan bersamaan dengan pembangunan sumber daya manusia organisasi. Program kaderisasi berjenjang seperti PD-PKPNU dan PMKNU telah meluluskan lebih dari 133.000 kader yang diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung penguatan organisasi. Di tengah proses modernisasi tersebut, akar tradisi dan spiritualitas tetap dipertahankan melalui program Nasrus Sanad di Pesantren Tebuireng untuk menjaga keterhubungan sanad keilmuan dan tradisi keulamaan. Dengan demikian, transformasi NU tidak diarahkan untuk menggantikan tradisi dengan modernisasi, melainkan memperkuat kapasitas kelembagaan tanpa melepaskan identitas keislaman dan keulamaannya.

    Memperluas Khidmat di Tingkat Global

    Selain penguatan organisasi di dalam negeri, PBNU juga memperluas jangkauan diplomasinya melalui penyelenggaraan berbagai forum internasional seperti Religion of Twenty (R20) dan ISORA, diplomasi dengan sejumlah negara, serta pengerahan aksi kemanusiaan global melalui LAZISNU. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peran NU dalam membawa nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin ke ruang dialog internasional sekaligus memperkuat kontribusi organisasi terhadap berbagai persoalan kemanusiaan global. Namun, orientasi global tersebut tetap ditempatkan dalam kerangka tanggung jawab NU terhadap Indonesia.

    “Tidak bisa kita berpikir tentang NU, kecuali pada saat yang sama kita berpikir dan bertindak tentang Indonesia,” tandas Gus Yahya.

    Muktamar ke-35 Menjadi Landasan Menuju NU 2050

    Muktamar ke-35 yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa” akan menjadi salah satu momentum penting dalam mematangkan arah pembangunan NU menuju Visi NU 2050. PBNU menargetkan dua dokumen strategis sebagai bagian dari agenda tersebut:

    – Pertama, Roadmap 25 Tahun NU — peta jalan integratif untuk memastikan seluruh lembaga dan badan otonom memiliki arah pengembangan jam’iyah yang selaras dalam jangka panjang.
    ​
    – Kedua, Piagam Nilai Keulamaan — dokumen panduan mengenai otoritas keilmuan dan otoritas dakwah yang ditujukan untuk memandu kader dan warga menghadapi derasnya informasi keagamaan di era digital sekaligus menjadi rujukan publik dalam mengenali ulama dengan landasan sanad yang sah.

    Selain itu, PBNU juga menggarisbawahi penguatan kemandirian ekonomi melalui unit usaha strategis NUNOMIC, serta perluasan integrasi teknologi hingga tingkat desa untuk mendukung kemandirian organisasi yang halal dan transparan.

    Memastikan Transformasi Semakin Mengakar

    Setelah lima tahun membangun berbagai fondasi organisasi, tantangan berikutnya adalah memastikan transformasi tersebut semakin terinstitusionalisasi dan dapat bekerja secara konsisten hingga tingkat cabang dan ranting. Kesinambungan transformasi menjadi penting agar sistem yang telah dibangun tidak berhenti sebagai program di tingkat pusat, tetapi semakin matang menjadi mekanisme organisasi yang dapat berjalan secara permanen. Orientasi tersebut mencakup perluasan implementasi sistem digital, penguatan kaderisasi, tata kelola yang semakin akuntabel, serta pembangunan kemandirian ekonomi organisasi.

    “Tujuan akhir dari transformasi ini adalah menciptakan sistem tata kelola dan kemandirian ekonomi yang bekerja secara otomatis. Dengan begitu, manfaat kehadiran NU sebagai institusi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat Ranting di desa-desa,” jelas Gus Yahya.

    Memasuki abad kedua, tantangan NU bukan semata menjaga kebesaran jam’iyah, tetapi memastikan kebesaran tersebut ditopang oleh sistem, kader, tradisi keulamaan, dan arah pengembangan jangka panjang yang mampu menjawab kebutuhan umat serta bangsa.

    Gus Yahya NU
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    KKM UNIBA Kelompok 78 Hadirkan Alat Penyiram Pupuk sebagai Inovasi Teknologi Sederhana bagi Petani

    KAMPUS 5 September 2026

    Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat, KKM 63 Kolaborasi Bersama Pita Putih Indonesia Provinsi Banten Gelar Sosialisasi PHBS dan Resmikan Rocket Stove

    Kreatif, KKM 78 Sumurbandung ubah Sampah Nonorganik Jadi Gantungan Kunci

    KKM Kelompok 63 Pulo Panjang 2 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Pulo Panjang 1

    Sinergi Bersama Puskesdes Setempat, Mahasiswa KKM 63 Pulo Panjang 2 Dampingi Pelaksanaan Vaksinasi BIAS di SDN Pulo Panjang 1

    Recent Post

    Relawan Bagikan Masker Gratis, Warga Keluhkan Mata Perih Akibat Abu Vulkanik

    7 September 2026

    Seluruh Layanan Faskes Diminta Siaga Antisipasi Gangguan Dampak Abu Vulkanik

    7 September 2026

    PJJ Selama Tiga Hari Diberlakukan di Banten Imbas Erupsi Gunung Krakatau

    7 September 2026

    Andra Soni Gerak Cepat, Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas

    7 September 2026

    Gubernur Andra Soni Imbau Warga Waspadai Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

    7 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.