BANTENCORNER.COM – HIMAPIKANI Gelar Seminar Nasional Perikanan untuk mendorong SDM perikanan dalam pembangunan Swasembada Pangan di Indonesia pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi mahasiswa, akademisi, pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan untuk membahas tantangan sekaligus peluang pembangunan sumber daya manusia perikanan dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.
Seminar nasional ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang pemerintahan, keamanan, karantina, dan pembangunan sektor kelautan dan perikanan, di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, serta Direktur Ekonomi Polri Brigjen Pol. Hirbak Wahyu Setiawan, S.I.K., M.H.
“Sumberdaya manusia memang menjadi kunci utama dalam pembangunan di segala bidang, tak terkecuali pembangunan bidang kelautan dan perikanan. Maka pengembangan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan merupakan sebuah keharusan bagi tercapainya pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan yang optimal serta perikanan yang profesional dan Himapikani harus ambil peran di sana,” Ujar ketua Umum periode 2024-2026 Himapikani Faiqul Hafidz Al Huamid di Seminar Nasional Perikanan
Dalam arahannya, Menteri Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan kelautan dan perikanan.
Menurutnya, pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan efisiensi, mutu, nilai tambah, dan keberlanjutan ekosistem.
Trenggono juga menegaskan pentingnya konsep Ekonomi Biru sebagai salah satu fondasi pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup konservasi laut, penangkapan ikan terukur, pengembangan budi daya berkelanjutan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pengurangan sampah plastik di laut.
“Jadilah bagian dari solusi, dengan menghadirkan gagasan, inovasi, dan keberanian!” Sakti Wahyu Trenggono – Menteri Kelautan Perikanan RI.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Trenggono kepada generasi muda perikanan sebagai dorongan agar mahasiswa tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi turut mengambil peran sebagai pencipta solusi melalui riset, inovasi, teknologi, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain Menteri KKP, kegiatan juga dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., yang menyampaikan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Indonesia.
Karding menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, inovasi, integritas, dan kepedulian terhadap keberlanjutan.
“Potensi besar tanpa SDM unggul tidak akan optimal. Teknologi tanpa SDM kompeten tidak berdampak. Kebijakan tanpa integritas tidak efektif. Dan tanpa keberlanjutan, sumber daya akan habis,” pungkasnya.
Karding juga menegaskan bahwa investasi pembangunan tidak boleh hanya diarahkan pada teknologi dan infrastruktur, tetapi harus memberikan perhatian besar terhadap investasi manusia.
“Swasembada pangan laut hanya bisa tercapai jika SDM kita unggul, adaptif, inovatif, dan berintegritas. Investasi utama bukan hanya pada teknologi, tetapi pada manusia. Masa depan perikanan Indonesia ditentukan oleh kualitas SDM-nya,” kata Abdul Kadir Karding, Kepala Badan Karantina Indonesia.
Menurut Karding, mahasiswa perikanan dan kelautan memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan sektor tersebut. Generasi muda diharapkan mampu mengembangkan kompetensi, menghadirkan inovasi, serta memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan kelautan dan perikanan.
Rangkaian Seminar Nasional juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang untuk memperkaya perspektif mengenai pembangunan sumber daya manusia dan masa depan sektor perikanan Indonesia.
Diskusi panel menghadirkan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.Si., Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Radiarta, S.Pi., M.Sc., Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), serta Dani Setiawan, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).
Kehadiran para panelis tersebut mempertemukan perspektif kebijakan, akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta kepentingan masyarakat nelayan. Diskusi diarahkan pada berbagai isu strategis, antara lain peningkatan kualitas pendidikan perikanan, kompetensi tenaga kerja, inovasi teknologi, kesejahteraan nelayan, penguatan ekonomi pesisir, keberlanjutan sumber daya ikan, serta peluang generasi muda dalam menghadapi transformasi sektor kelautan dan perikanan.
Forum tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan perikanan nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat nelayan, dunia usaha, organisasi mahasiswa, dan komunitas harus memiliki visi yang sama dalam membangun sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Seminar Nasional Perikanan dan Kongres Nasional HIMAPIKANI Ke-XVII tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi organisasi mahasiswa perikanan di tingkat nasional.
Melalui kegiatan tersebut, HIMAPIKANI menegaskan bahwa mahasiswa perikanan memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut mengawal arah pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia.
Tema “Membangun Sumber Daya Manusia Perikanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi refleksi bahwa keberhasilan Indonesia sebagai negara maritim tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi sumber daya laut, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya.
HIMAPIKANI mendorong agar generasi muda perikanan memiliki kemampuan akademik, keterampilan teknis, kemampuan berorganisasi, keberanian berinovasi, serta kepedulian terhadap masyarakat pesisir dan keberlanjutan ekosistem laut.
Dengan terselenggaranya Seminar Nasional Perikanan di Politeknik AUP Jakarta Bersama HIMAPIKANI Wilayah II diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi strategis yang dapat menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang maju, berdaulat, berkelanjutan, inklusif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita Ingin Menegaskan bahwa Mahasiswa perikanan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunana. kita harus hadir sebagai bagian dari solusi, dengan ilmu pengetahuan, gagasan, inovasi, dan keberanian untuk mengawal kebijakan serta menjawab persoalan nyata yang di hadapi masyarakat perikanan.” – Ujar Arya Mauludi, Kordinator Wilayah II HIMAPIKANI.
Pada akhirnya, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi perikanan yang tidak hanya mampu membaca potensi laut, tetapi juga berani mengelolanya melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan.***
Jakarta, 19 Agustus 2026








