BANTENCORNER – Kehidupan ini sering kali seperti sebuah taman yang kita lewati dengan tergesa-gesa, hanya memandang sekilas bunga-bunga yang indah. Refleksi adalah saat di mana kita berhenti, duduk di bangku taman, dan benar-benar mengamati keindahan setiap bunga, menghargai setiap aroma, dan menikmati setiap warna.
Sebelum saya membahas lebih dalam tentang pentingnya refleksi dalam kehidupan sehari-hari, saya ingin membahas topik ini dari sudut pandang yang lebih luas agar kita memiliki pandangan yang sama. Mari kita telaah beberapa konsep dasar tentang refleksi dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup kita.
Banyak yang dapat Saya pahami dan mengerti mengenai hal-hal kecil yang kemudian membawa pada kesadaran penuh dan menjadi bagian penting dalam hidup setelah refleksi. Ya! Refleksi.
Sederhana, tapi begitu melakukannya, sesuatu yang tampak kusam seolah menjadi terang, jalan yang tadinya samar kini terlihat jelas. Dalam refleksi, kita seperti menemukan kunci yang selama ini hilang, kunci yang membuka pintu menuju pemahaman dan kebijaksanaan.
Saat kita menoleh ke belakang, sejenak merenung tentang hal-hal yang jarang kita pikirkan. Dalam kilas balik itu, mungkin kita akan merasa malu menyadari bagaimana kita menerima bantuan atau pertolongan dari mereka dengan begitu saja, tanpa menghargai niat tulus di baliknya. Mereka tidak selalu membantu karena mampu, melainkan karena memiliki empati. Mungkin mereka pernah berada di posisi kita, merasakan pahit-manisnya perjuangan, dan memilih untuk berbagi rasa agar kita tidak merasa sendirian.
Sekarang bayangkan, saat ada yang memberi sepotong roti di kala Anda kelaparan, apakah Anda pikir mereka melakukannya karena itu wajib? Atau karena Anda istimewa? Ah, untung saja Anda tidak merasa diperlakukan seperti hewan peliharaan. Karena jika demikian, betapa sempitnya pandangan kita terhadap niat baik orang lain. Mereka memberi bukan karena kewajiban, tetapi karena cinta, kepedulian, dan kemanusiaan yang mereka rasakan.
Kita telah menutup mata atas siapa yang sebenarnya peduli dan mencintai kita. Melihat jauh ke luar sana tampaknya memang baik-baik saja. Namun, saat kita berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan membiarkan pikiran kita merangkai kembali kenangan dan pengalaman, kita akan menemukan dan menyadari betapa seringnya kita lalai menghargai mereka yang selalu ada di sisi kita, mereka yang siap membantu kita kapanpun dan di manapun, mereka yang tulus berbagi dan menolong.
Dalam refleksi, saya akhirnya menemukan makna di balik setiap langkah, setiap keputusan, dan setiap hubungan. Saya pikir refleksi adalah cara untuk melihat dunia yang lebih indah. Karena dengan itu, kita belajar untuk menghargai hal-hal kecil yang sebenarnya memiliki makna besar. Kita mulai memahami bahwa kebahagiaan sejati datang dari penghargaan terhadap kebaikan hati, baik dari diri sendiri maupun dari orang lain.
kita terlalu fokus pada diri sendiri dan ambisi pribadi sehingga tidak peka terhadap kebaikan dan dukungan dari orang lain. Ego dapat membuat kita mengabaikan hal-hal kecil yang sebenarnya penting, seperti mengakui niat baik orang lain atau menerima bantuan dengan rendah hati. Ketika ego mengendalikan diri, kita cenderung melihat segala sesuatu dari perspektif pribadi yang sempit.
Bahkan dalam situasi sederhana seperti menerima sepotong roti atau kata-kata semangat, ego bisa membuat kita merasa tidak nyaman atau bahkan meremehkan perhatian itu. Kita mungkin merasa tidak pantas atau malu menerima bantuan, karena ego kita menganggap kita harus mampu menyelesaikan segalanya sendiri atau tidak ingin terlihat lemah dan tampak bodoh di mata orang lain. Namun, yang lebih buruk lagi adalah ketika kita menerima bantuan namun tidak merasa bahwa kita telah ditolong.
Seperti yang dikatakan Aristoteles dalam konsepnya mengenai perbuatan buruk. Menurutnya ketika seseorang yang berbuat salah kepada orang yang menolongnya, maka ia melakukan dua kesalahan, yakni berbuat jahat kepada penolongnya, dan gagal berbuat baik kepada penolongnya.***













