Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    8 Oktober 2026

    Hadir Langsung ke Bayah, Arif Rahman: Hutan Rakyat Aset Masa Depan yang Harus Dijaga dan Dihasilkan

    7 Oktober 2026

    Subhan Setiabudi Hadirkan E-SETWAN BANTEN untuk Integrasikan Layanan Sekretariat DPRD

    7 Oktober 2026

    Musim Hujan Mundur hingga Desember, Ancaman Kekeringan Terus Mengintai

    7 Oktober 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»8 Tahun Alami Gizi Buruk, Seorang Anak di Pandeglang Butuh Bantuan

    8 Tahun Alami Gizi Buruk, Seorang Anak di Pandeglang Butuh Bantuan

    Rizki Mubarok11 September 20244 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    PANDEGLANG– Muhammad Dudu Kholifah (8) anak dari Nurdinsyah (39) Warga Kp. Cibatung Desa Kadu Gedong, Kecamatan Mekarjaya Kabupaten Pandeglang mengalami gizi buruk selama delapan tahun.

    Nurdinsyah mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan baik berupa sembako, bantuan pangan bergizi, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), hingga Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

    “Tiga tahun lalu di cek sama puskesma mekarjaya. Tapi ngecek juga cuma masuk liat-liat dan foto-foto. Setelah itu tidak ada tindak lanjut sampai skrg”, ungkap Nurdinsyah saat membawa anaknya di RSUD Banten, Selasa (10/8/2024).

    Bukan hanya dari pihak kecamatan atau desa, Nurdinsyah juga mengakau tidak pernah ada kepedulian atau pehatian dari pihak Desa hingga Pemerintah Kabupaten Pandeglang baik Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan.

    “Sama sekali tidak ada bantuan, pernah tiga tahun yang lalu didatangi dari puskesmas kerumah. Tapi tidak ada tindak lanjut apapun itu. Hanya diberikan susu yang dikonsumsi selama dua minggu. Setelah itu selesai,” tegasnya.

    Dikatakan, karena kondisi ekonomi dan kemampuan keluarganya dirinya mengaku bingung dalam penanganan anaknya yang mengalami gizi buruk sehingga asupan gizi dan nutrisi terhadap anaknya tidak maksimal

    “Karena tidak punya biaya, setiap hari selama delapan tahun anak saya hanya makan makanan bayi seperti Sun dan promina. Cuma itu, saya cuma sanggup membeli susu dan itu juga susu kental manis,” ucapnya

    Pria yang kesehariannya sebagai guru ngaji kampung itu juga mengatakan, anaknya M. Dudu kondisi saat lahir mengalami Hidrosefalus dengan penanganan dipasang selang permanen di dalam tubuh dan hingga saat ini anaknya mengalami kondisi memprihatinkan.

    “Anak saya lahir di RS Berkah Pandeglang, karena mengalami hidrosefalus, dirujuk ke RSUD Banten dengan penanganan dipasang selang permanen di kepala”, ucapnya

    “Setelah lahiran selama satu tahun berobat jalan di RS Berkah Pandeglang karena masalah biaya dan sama sekali tidak ada perubahan jadi kami berhenti berobat,” tambahnya

    Dirinya berharap anaknya dapat menjadi anak yang mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah sehingga menjadi anak dengan tumbuh kembang yang baik.

    Kepala Puskesmas Mekarjaya Darmadi melalui telepon WhatsApp mengatakan bahwa pihaknya mengetahui kondisi M. Dudu, menurutnya hingga saat ini masih dalam pantauan puskesmas baim berupa tumbuh kembang maupun ksehatannya, hanya saja bantuan Pemberian Makan Tambahan (PMT) hanya dapat diberikan terhadap masyarakat berusia hingga 5 tahun sesuai petunjuk teknis PMT

    “Mengenai informasi ini saya sudah mengetahui sejak awal saya menjadi kepala puskesmas tahun 2023 lalu, lalu pasien ini kita bantu berikan rujukan dari puskesmas untuk melakukan pengobatan ke rumah sakit karena pasien menggunakan BPJS,” ungkap Darmadi.

    “Terkait bantuan Pemberian Makanan Tambahan kita berikan bantuan tiga tahun lalu. Saat ini anak tersebut sudah tidak masuk kedalam sasaran pemberian PMT karena usianya lebih dari 5 tahun. PMT ini difokuskan untuk tumbuh kembang anak usia 2 tahun kebawah atau maksimal 5 tahun. Jadi untuk PMT SOP nya seperti itu”, tambahnya

    Selain itu, dirinya mengaku memantau kondisi perkembangan M. Dudu hingga usia 5 tahun yang selanjutnya diserahkan ke pihak Desa Kadu Gedong

    “Setelah anak ini berusia diatas 5 tahun, kita serahkan ke tingkat desa untuk dimonitoring sehingga dapat diberikan bantuan, namun saat ini kita tidak tahu bantuan seperti apa yang diberikan pihak desa ke keluarganya,” ucapnya

    “Tanggal 16 Juni 2023 lalu kami dari puskesmas bersama relawan lain mendampingi pasien ini ke rumah sakit. Kita bawa ke RSUD Banten untuk dilakukan penanganan. Sehingga pasien tersebut dirawat di ruang Picu karena lambung bermasalah dan asupan makanan yang kurang,” tambahnya

    Dilokasi yang sama, Relawan Fesbuk Banten News Ocit mengatakan atas laporan dan permohonan dari masyarakat ke Relawan Fesbuk Banten News, M. Dudu dibawa ke RSUD Banten untuk mendapatkan perawatan maksimal.

    “Tadi kita bawa pasien Gizi buruk ke sini (RSUD Banten, red) berusia 8 tahun dengan kondisi berat badan hanya 7,2 kilo,” ungkap Ocit

    Kemarin (9/9/2024) lanjut Ocit, kita menerima permohonan dari mahasiswa yang merupakan warga setempat memohon untuk menangani dan mendampingi pasien gizi buruk yang bertahun-tahun terlantar sehingga tadi pagi langsung kita tindaklanjuti untuk segera diberikan penanganan di Rumah Sakit.***

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Lantik Pengurus Baru, LMND Banten Tegaskan Perjuangan Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Serakhnomic

    NEWS 8 Oktober 2026

    26 Tahun Banten, Yeremia Mendrofa Harap Banten Maju, Mandiri Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa

    Berbagi Hidup dan Sehat Bersama, Kejati Banten Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di HUT Kejaksaan

    26 Tahun Banten, Legislator PDIP: Kita Harap Tidak Ada Lagi Orang Tua Bingung Anaknya Lulus Harus Kerja Di mana

    Konfercab XV PCNU Kabupaten Serang Segera Digelar, Gus Robi Bicara Estafet Kepemimpinan

    Recent Post

    APBD Banten 2027 Berisiko “Boncos”, Target Penerimaan Lesu, Ini kata Sekda Deden

    7 Oktober 2026

    Perusahaan hingga Mobil Mewah “Ngemplang” Pajak di Banten, Potensi Capai Ratusan Miliar

    7 Oktober 2026

    Dana Bantuan Kementan Dialihkan ke Perusahaan Keluarga, KOSMAK: Usut Tuntas Skema Porang Sidrap

    6 Oktober 2026

    Cek Kesehatan Gratis di Tanah Jawara Capai 7 Juta Jiwa

    6 Oktober 2026

    Kata Kemendagri Soal Pertumbuhan Ekonomi Banten

    5 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.