BantenCorner – Di tengah hiruk pikuk kehidupan, kadang kala kita terjebak dalam pusaran perubahan yang tak pernah kita inginkan. Seperti deburan ombak yang memecah kesunyian pantai, perubahan datang tanpa aba-aba, meninggalkan jejak kekecewaan dan kerinduan akan masa lalu.
Satu waktu dalam pertemuan dengan kerabat Saya, Jimmy, (nama samaran) sedikit menceritakan peristiwa menyedihkan yang saat itu menerpanya. “Saya merasa saat ini hidup Saya benar-benar sedang diuji, semua orang berubah, mereka tidak seperti dulu lagi,” ucapnya kala itu.
Jimmy menceritakan keluarganya yang mulai tidak mempedulikannya, beberapa teman seperjuangan yang tidak lagi sejalan dengannya, hingga pasangan yang mulai terlihat perubahan sikapnya. Ia terlihat gelisah, mungkin dalam hatinya masih ada yang lebih besar daripada yang ia katakan, tapi memilih untuk tidak mengatakannya waktu itu.
Kemudian hal ini menarik perhatian Saya, Saya mencoba menemukan jawaban yang saat itu memang tidak saya temukan. Tapi memang terkadang perubahan seseorang bisa saja membuat kita merasa tidak nyaman, dalam kasus ini seperti teman yang sudah tidak sejalan, keluarga atau pasangan yang mulai berubah. Pastinya hal ini tidak mudah kita terima, sama seperti yang Jimmy alami.
Sebenarnya kasus ini bisa menjadi kesempatan kita untuk melihat seseorang dalam perspektif baru. Disinilah kita menggunakan pikiran kita, jadi jika kita bertanya kapan seseorang berubah? Jawabnya ketika kita mulai berpikir.
Kita merasa seseorang telah berubah ketika kita mulai memperhatikan mereka. Mungkin kita sebelumnya hanya melihat mereka sebagai teman, keluarga, atau pasangan saja tanpa benar-benar memperhatikan detail-detail kecil tentang kepribadian mereka.
Ketika kita mulai berfikir tentang mereka, kita akan mulai menyadari bahwa mereka memiliki karakteristik atau kebiasaan yang sebelumnya tidak kita sadari. Mungkin mereka memiliki selera humor atau cara pandang yang berbeda. Perbedaan-perbedaan ini bisa membuat kita merasa bahwa mereka telah berubah, padahal sebenarnya mereka selalu seperti itu.
Tapi tak hanya itu, perubahan juga bisa terjadi karena kita sendiri yang berubah. Kok bisa? Seiring berjalannya waktu, kita mungkin mengalami beberapa perubahan yang entah itu dalam cara kita berpikir, merasakan, dan menjalani hidup. Perubahan ini bisa membuat kita melihat orang-orang di sekitar kita dengan cara yang berbeda.
Misalnya, kita mungkin pernah merasa sangat dekat dengan seseorang, katakanlah seperti teman Jimmy, tetapi seiring berjalannya waktu, kita mulai menyadari bahwa kita memiliki nilai-nilai atau pandangan hidup yang berbeda. Perbedaan ini bisa membuat kita merasa bahwa mereka telah berubah, padahal sebenarnya kita sendiri yang telah berubah.
Jadi sebelum kita menyimpulkan kenapa seseorang berubah, sebaiknya kita merefleksikan itu terlebih dahulu dan bertanya pada diri sendiri, apakah mereka benar-benar telah berubah, atau apakah kita sendiri yang telah berubah? Atau mungkin, keduanya telah berubah?**













