BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 36 Universitas Bina Bangsa yang bertugas di Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, sukses menciptakan inovasi teknologi tepat guna berupa alat penggeprek melinjo yang mampu meningkatkan efisiensi kerja para pengrajin emping melinjo lokal. Kegiatan ini dihelat pada Selasa, 15 Juli 2025.
Pembuatan alat ini dilatarbelakangi oleh proses manual penggeprekan melinjo yang selama ini memakan waktu dan tenaga. Melalui riset sederhana dan pemahaman akan kebutuhan warga, tim KKM 36 merancang alat yang mudah digunakan, hemat energi, serta terbuat dari bahan-bahan yang terjangkau.
Ketua KKM 36, Raissa Adelio, menjelaskan bahwa alat ini dirancang agar bisa dioperasikan baik secara manual maupun semi-otomatis.
“Kami melihat pengrajin banyak mengalami kelelahan saat menggeprek melinjo secara tradisional. Dengan alat ini, prosesnya bisa lebih cepat dan tetap mempertahankan kualitas hasil geprekan,” jelasnya.
Uji coba alat dilakukan bersama warga setempat di salah satu rumah produksi emping melinjo. Hasilnya, alat ini mampu mempercepat proses produksi hingga 40% dibanding cara konvensional.
Warga menyambut positif inovasi ini karena sangat membantu dalam proses produksi, terutama di musim panen melinjo.
Kepala Desa Kertasana, Bapak Uhadi, S.H., menyampaikan apresiasi atas hasil karya mahasiswa KKM 36.
“Inovasi ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di desa bisa memberikan solusi nyata. Kami berharap alat ini bisa terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh lebih banyak warga,” ujarnya.
Ke depan, KKM 36 berencana menyerahkan dokumentasi rancangan alat tersebut kepada pemerintah desa agar dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut, serta menjalin kerja sama dengan Dinas UMKM untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat berbasis inovasi lokal.***







