BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) kembali menunjukkan semangat kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Penyuluhan Pentingnya Digitalisasi Marketing bagi UMKM di Balai Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu, 10 Agustus 2025.
Balai Desa Lempuyang pada hari pelaksanaan, menjadi pusat semangat baru bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam upaya meningkatkan daya saing produk lokal di era modern, pemerintah desa bersama tim penyuluh menggelar Penyuluhan Pentingnya Digitalisasi Marketing bagi UMKM. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Lempuyang, narasumber berpengalaman di bidang pemasaran digital.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Desa Lempuyang yang menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam dunia usaha. Menurut beliau, perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat pelaku UMKM tidak lagi bisa mengandalkan pemasaran konvensional semata.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Saripudin Saputra,SM,.MM , yang memaparkan berbagai strategi digital marketing yang dapat diterapkan oleh UMKM, mulai dari penggunaan media sosial, pembuatan akun toko online di platform e-commerce, hingga tips membuat konten promosi yang menarik.
“Dengan pemasaran digital, produk kita bisa dikenal lebih luas tanpa batas jarak dan waktu,” ujar Saripudin.
Para peserta terlihat antusias, mencatat setiap poin penting, dan aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM Desa Lempuyang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar, meningkatkan penjualan, dan membangun brand yang lebih kuat. Penyuluhan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, semangat baru terlihat di wajah para peserta. Mereka pulang membawa ilmu, keterampilan, dan motivasi untuk mengembangkan usaha masing-masing. Digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.***







