BANTENCORNER.COM – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Agama Islam Nasional (INAIS) Desa Malasari sukses menggelar Seminar Ekonomi Islam yang bertajuk “Pemberdayaan Potensi Desa Malasari melalui Integrasi Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah”, pada Senin (1/9/2025).
Seminar ini menjadi puncak rangkaian program kerja KKN Tematik di Desa Malasari. Acara dihadiri berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh desa, komunitas lokal, hingga warga Kampung Cisangku. Turut hadir Bapak Hendrik selaku Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) MKK Cisangku, Ibu Neneng selaku Pendamping Lingkungan Hidup Kecamatan Nanggung, serta Bapak Eko Koswara dari Kesepuhan Urug Sukajaya.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan bahwa isu literasi keuangan, khususnya berbasis syariah, mendapat perhatian serius dari masyarakat. Tidak hanya orang tua, pemuda dan pelaku usaha kecil pun tampak antusias mengikuti jalannya seminar.
Dalam seminar ini, Kelompok KKN menghadirkan dua narasumber utama, yakni H. Rully Trihantana, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Bapak Tubagus Rifqy Thantawi, selaku Kaprodi Perbankan Syariah INAIS.
Keduanya menekankan pentingnya literasi keuangan keluarga dalam menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga. Menurut mereka, pemahaman tentang perencanaan keuangan, pengelolaan usaha, hingga pemanfaatan lembaga keuangan syariah sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.
“Literasi keuangan adalah fondasi. Jika keluarga mampu mengatur keuangan dengan baik, maka kesejahteraan akan tercapai. Dari situlah kemandirian ekonomi desa dapat terwujud,” ujar H. Rully dalam pemaparannya.
Seminar berlangsung interaktif. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait strategi pengelolaan usaha kecil, akses pembiayaan syariah, hingga cara menabung dan berinvestasi sesuai prinsip Islam. Antusiasme ini menegaskan bahwa masyarakat Desa Malasari haus akan pengetahuan seputar ekonomi dan keuangan.
Aryo Saputra, Ketua Kelompok KKN Tematik Desa Malasari, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas untuk menyelesaikan program kerja.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat. Harapannya, seminar ini dapat menjadi bekal masyarakat dalam mengelola keuangan dengan lebih bijak,” ucapnya.
Aryo menambahkan, literasi keuangan yang baik akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan keluarga. Lebih jauh lagi, hal ini bisa mendorong pemberdayaan potensi desa, terutama dalam sektor usaha kecil dan menengah.
Seminar Ekonomi Islam ini melengkapi deretan program inovatif KKN INAIS di Desa Malasari. Sebelumnya, kelompok mahasiswa tersebut telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti pembuatan “Tong Setan” sebagai alat pembakaran cepat, serta peluncuran QRish untuk mendukung transaksi digital UMKM lokal.
Program-program tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Kolaborasi mahasiswa bersama masyarakat menjadi bukti nyata bahwa KKN tidak hanya sekadar pengabdian sementara, tetapi juga wujud kontribusi konkret dalam pembangunan desa.
Dengan berakhirnya seminar ini, Kelompok KKN Tematik INAIS Desa Malasari berharap dapat menjadi motor penggerak kesadaran literasi ekonomi dan keuangan berbasis syariah. Mereka yakin, dengan pemahaman yang baik, masyarakat Desa Malasari mampu mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus kesejahteraan berkelanjutan.







