Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Tak Punya Sertifikasi tapi Digelontorkan Dana Rp5,4 M, Kasus Sewa Pesawat PT APK Diusut Kejaksaan

    22 Mei 2026

    Gugatan Hasil Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Masih Bergulir, Sidang Lanjutan Dijadwalkan Juni 2026

    21 Mei 2026

    Mahasiswa Pendidikan IPS Uniba Gelar Penyuluhan Kearifan Lokal di MA Raudatul Muta’allamin Baros

    20 Mei 2026

    Kadindikbud Kota Serang Ngamuk saat Sidak di SDN Karangantu: Toilet Berantakan hingga Guru Menangis

    20 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Minim Edukasi, 15.960 Keluarga di Kota Serang Beresiko Terkena Stunting 

    Minim Edukasi, 15.960 Keluarga di Kota Serang Beresiko Terkena Stunting 

    Roy Goozly28 Oktober 20253 Mins Read NEWS
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Sebanyak 15.960 keluarga di wilayah Kota Serang masuk dalam kategori beresiko stunting. Faktor utamanya adalah minimnya pengetahuan orang tua terhadap asupan gizi kepada sang buah hati.

    Informasi ini terungkap dalam rapat koordinasi percepatan, pencegahan, dan penurunan stunting (P3S) tingkat Kota Serang, yang digelar Hotel Wisata Baru, Selasa, 28 Oktober 2025.

    Demi menurunkan angka stunting di daerahnya, Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan pihaknya telah memprioritaskan pemberian bantuan sosial berupa bahan sembako bagi keluarga beresiko stunting.

    Selanjutnya, mereka juga akan diberikan pemahaman terkait bagaimana menjaga asupan gizi dengan baik kepada anaknya.

    “Ya atensinya sudah jelas lah untuk mereka menjaga gizi mereka dengan cara diberikam protein, susu dan lain lain. Makanya kita nanti genjot semua,” ujar Budi.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Anthon Gunawan menyebut bahwa angka stunting di wilayahnya ada sekitar 600-an.

    “Tapi yang kita hadirkan hari ini itu keluarga resiko stunting. Mulai dari kehamilan, menyusui, sampai anak usia dua tahun,” ujarnya.

    Sedangkan, hasil pendataan keluarga (PK) tahun 2024 yang dirilis Januari 2025 tercatat sebanyak 15.960 keluarga di Kota Serang beresiko mengalami stunting.

    Namun, angka ini terbilang turun ketimbang data di tahun sebelumnya yang mencapai 24.000 keluarga beresiko stunting.

    “Tahun sebelumnya ada di 24.000 an. Sekarang turun di angka 15.000 an. Mudah-mudahan (2025) turun lagi karena fasilitas air bersih semakin banyak pemasangan,” kata Anthon.

    “Untuk tahun ini belum, nanti bulan Desember 2025. PK nya sudah dilakukan tapi nanti dirilis di awal Januari 2026,” imbuhnya.

    Anthon menyebut, wilayah yang paling banyak beresiko stunting itu berada di Kecamatan Kasemen. Daerah tersebut merupakan salah satu wilayah yang minim tersedianya air bersih.

    “Kemudian, dulu pernah dibangun satu juta WC se-Indonesia tetapi tidak dimanfaatkan. Gak tahu sekarang kondisinya, mungkin perlu edukasi lebih lanjut,” katanya.

    Ia menjelaskan bahwa keluarga stunting adalah mereka yang tidak mengikuti arahan pemerintah dalam melakukan pencegahan stunting.

    “Contoh akses air bersih mereka tidak punya, terus BAB (Buang Air Besar) masih di tempat sembarang. Itu termasuk keluarga beresiko stunting,” sebut Anthon.

    Meski demikian, Pemerintah Kota Serang terus berupaya melakukan penanganan kepada masyarakat agar mereka yang berstatus keluarga resiko stunting tidak menjadi keluarga stunting.

    “Kita datang ke masyarakat atau pun kita mengundang seperti kegiatan hari ini. Jadi biar pola hidupnya, pola makannya dan lain-lain tetap terjaga,” ucap Anthon.

    Selain pemberian asupan gizi, lanjut Anthon, upaya lainnya yaitu dengan cara memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat.

    “Kita juga datang ke calon pengantin, mereka kan dikasih bimbingan di KUA, nah kita masuk di sana. Jangan sampai sebelum usia 20 tahun, mereka melakukan pernikahan, karena reproduksi si wanitanya kurang siap,” ujarnya.

    Anthon menyebutkan kendala yang sering dihadapi saat melakukan sosialisasi stunting di lapangan adalah merubah kebiasaan buruk masyarakat.

    “Pola asuh, kebiasaan bagaimana memberikan asupan gizi kepada anak. Mungkin faktor ekonomi jadi apa aja yang membuat si bayi masuk, tidak dipertimbangkan gizinya. Makanya kita pernah punya program nol kepiting. Itu untuk asupan gizi mereka,” pungkasnya.

    DP3AKB Edukasi Keluarga Berencana Kesehatan Kota Serang Pemkot Serang PPPA Stunting

    Related Posts

    NEWS

    Kepala Dindikbud Kota Serang Tegaskan Peringatan Harus Bermakna: Tak Hanya Refleksi, Tapi Bangun Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

    2 Mei 2026
    NEWS

    Dewan Turun Tangan, Pastikan Bantuan Pertanian Tepat Sasaran di Kota Serang

    15 April 2026
    NEWS

    DPRD Serang Siap Kawal Iklim Usaha Kondusif untuk Investor

    2 April 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Proses Verifikasi Pemira UNIBA Tuai Polemik, KPUM Diduga Tidak Netral

    KAMPUS 18 Mei 2026

    Mahasiswa Pendidikan IPS Uniba Gelar Penyuluhan Kearifan Lokal di MA Raudatul Muta’allamin Baros

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    IKAMABA Resmi Buka Program PKM, Wujud Nyata Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Baros

    Terpilih Secara Aklamasi, Syamsul Rizal Djahidi Resmi Nahkodai KONI Kabupaten Serang Periode 2026-2030

    Recent Post

    Catut Nama Pejabat BGN, 4 Orang Tipu Calon Mitra SPPG Rugikan Rp1,9 Miliar

    19 Mei 2026

    Gagal Kuasai Apartemen Regatta, Upaya PKPU Buyung Gunawan Ditolak Hakim

    19 Mei 2026

    Proses Verifikasi Pemira UNIBA Tuai Polemik, KPUM Diduga Tidak Netral

    18 Mei 2026

    IKAMABA Resmi Buka Program PKM, Wujud Nyata Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Baros

    17 Mei 2026

    Polisi Selidiki Hilangnya Kabel Sensor di Area Stasiun Daru

    17 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.