BANTENCORNER – Jaro Saija merupakan sosok penting dalam masyarakat adat Baduy di pedalaman Banten, dikenal luas sebagai tokoh adat yang teguh menjaga nilai-nilai tradisi serta menjadi penghubung utama antara masyarakat adat dan pemerintah. Dalam struktur adat Baduy, peran Jaro sangat vital. Ia bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga simbol kepercayaan dan kebijaksanaan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sebagai seorang Jaro, Saija memikul tanggung jawab besar untuk memastikan keberlangsungan tatanan adat yang telah dijaga selama ratusan tahun oleh masyarakat Baduy. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, bijaksana, dan sangat memahami dinamika antara dunia luar dan kehidupan masyarakat adat yang memilih hidup dalam kesederhanaan, jauh dari pengaruh modernisasi yang berlebihan. Dalam perannya, Jaro Saija tidak hanya bertindak sebagai pemimpin internal, tetapi juga sebagai juru bicara ketika masyarakat adat Baduy perlu menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah maupun nasional.
Jaro Saija adalah tokoh adat yang dihormati dari Suku Baduy, khususnya di wilayah Baduy Luar, yang terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Sebagai Jaro Pamarentah atau kepala pemerintahan adat, perannya sangat penting dalam menjaga kelestarian nilai-nilai tradisional serta menjadi penghubung antara masyarakat adat dan pemerintah.
Pada tahun 2021, nama Jaro Saija mencuat ke publik nasional ketika Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Baduy dalam Sidang Tahunan MPR-RI. Pakaian tersebut disiapkan langsung oleh Jaro Saija, yang menunjukkan kepercayaan dan penghormatan terhadap budaya Baduy. Presiden Jokowi secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada Jaro Saija atas persiapan pakaian adat tersebut.
Sebagai kepala Desa Kanekes, Jaro Saija juga aktif dalam pelestarian tradisi dan budaya Baduy. Ia mengusulkan pelaksanaan ritual Seba Baduy, sebuah tradisi turun-temurun yang menjadi bagian dari rukun adat setelah masyarakat Baduy Dalam melaksanakan Kawalu selama tiga bulan. Tradisi ini juga menjadi magnet pariwisata di Banten dan telah dimasukkan dalam 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata Indonesia
Dalam menghadapi perkembangan zaman, Jaro Saija menunjukkan sikap bijak dengan menerima transformasi teknologi modern yang memberikan dampak positif tanpa membawa kemudaratan. Misalnya, penggunaan sistem pembayaran QRIS di lingkungan Baduy Luar menjadi pemandangan lazim.
Meskipun informasi tentang tanggal lahir dan biodata pribadi lainnya dari Jaro Saija tidak tersedia secara publik, peran dan kontribusinya dalam menjaga dan mempromosikan budaya Baduy telah memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi masyarakat adat maupun dalam konteks hubungan dengan pemerintah dan masyarakat luas.***







