BANTENCORNER.COM –
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِن كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ ٤٣
Artinya: “Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad), melainkan laki-laki yang Kami beri wahyu kepadanya. Maka, bertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS An-Nahl : 43).
A. Pendidikan Tertua
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia sampai sekarang tetap memberikan kontribusi penting di bidang sosial keagamaan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki akar kuat (indigenous) pada masyarakat muslim Indonesia, dalam perjalanannya mampu menjaga dan mempertahankan keberlangsungan dirinya (survival system) serta memiliki model pendidikan multi aspek.
Berdasarkan bangunan fisik atau sarana pendidikan yang dimiliki, pesantren mempunyai lima tipe berdasarkan ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki pesantren itu sendiri. Sedangkan berdasarkan kurikulum, pesantren terbagi tiga, yaitu pesantren tradisional (salafiyah), pesantren modern (khalaf atau asriyah) dan pesantren komprehensif (kombinasi).
Pesantren memiliki lima unsur atau elemen, yaitu masjid, kyai, pondok, santri, dan pengajian kitab kuning (tafaqquh fi al-din).
Dimensi fungsional pondok pesantren tidak lepas dari hakikat dasarnya, bahwa pondok pesantren tumbuh berawal dari masyarakat. Oleh karena itu, perkembangan masyarakat sekitarnya tentang pemahaman keagamaan (Islam) lebih jauh mengarahkah kepada nilai-nilai normatif, edukatif, progresif. Dengan demikian, fungsi pondok pesantren tidak lepas dari segi normatif, edukatif, dan progresif.
Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter santri menjadi lebih mandiri dan berakhlak. Untuk mencapai cita-cita dan tujuan pendidikan Islam dikenal dengan istilah Ta’dib atau penanaman adab. Ini merupakan salah satu dari tujuan dari pendirian pondok pesantren.
Menurut fungsinya, pesantren selain sebagai tempat pendidikan Islam, juga sebagai penolong bagi masyarakat dan mendapat kepercayaan yang kuat di mata masyarakat. Jadi, pesantren di sini adalah suatu lembaga pendidikan islam yang didirikan di tengah-tengah masyarakat, yang didalamnya terdiri dari pengasuh pesantren atau pendidik, santri pesantren, alat-alat pendidikan dan pengajaran serta tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran.
Selain sebagai tempat pendidikan, pesantren merupan asrama dan tempat para santri belajar ilmu agama dan juga ilmu yang bersifat umum dan dididik bagaimana hidup mandiri. Hal ini merupakan faktor yang sangat penting sekali utamanya dalam menanggulangi dan mencegah kemerosotan akhlak remaja yang mana disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih.
Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Ia menjadi tonggak penting sejarah perkembangan dan pengajaran Islam di Indonesia. Hingga saat ini, pondok pesantren tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat, utamanya bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu agama.
Ciri khas dari pondok pesantren adalah adanya kiai. Kiai adalah pemimpin sekaligus guru, sedangkan muridnya disebut santri. Di pondok pesantren ini, para santri diharuskan untuk tinggal bersama di lokasi pondokan.
Dengan demikian, bahwa Pesantren merupakan sistem pendidikan Islam tradisional di Indonesia. Terdapat beberapa pesantren di Indonesia yang telah berusia ratusan tahun, bahkan ada yang usianya lebih dari 500 tahun. Hal ini menjadi bukti bahwa pesantren telah ada sejak zaman kolonial.
Pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Hingga saat ini, pesantren masih terus mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam.
Selanjutnya, pada perkembangannya, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang dibuat pada awalnya seperti rumah yang dikhususkan untuk kegiatan santri belajar.
B. Generasi Berkualitas
Pondok Pesantren telah banyak berperan penting dalam mencetak generasi generasi muslim yang berkualitas, baik dari segi ilmu pengetahuan, akhlak, maupun keterampilan. Generasi santri memiliki karakteristik seperti lebih kritis, terbuka, dan kreatif.
Tantangan terbesar yang dihadapi santri adalah adaptasi dengan lingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren memiliki aturan dan tradisi yang berbeda dengan lingkungan di luar, karena terbiasa dengan kebebasan di luar, terkadang merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang ada di pondok pesantren.
Para santri di pondok pesantren juga sering kali menghadapi tantangan untuk memaksimalkan potensinya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya aktivitas yang harus mereka lakukan, seperti belajar, beribadah, dan mengikuti kegiatan lainnya.
Oleh karena itu, Pondok pesantren dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki santri untuk mengembangkan diri mereka. Pondok pesantren dapat memberikan fasilitas dan program yang dapat membantu santri untuk mengembangkan potensinya.
Pada dasarnya Santri perlu diberikan bimbingan dan arahan yang tepat agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan pondok pesantren dan memaksimalkan potensinya. Bimbingan dan arahan dapat diberikan oleh guru, ustad, pembimbing, atau pengasuh pondok pesantren.
Pun Pondok pesantren perlu memberdayakan kreativitas dan bakat santri, agar mereka dapat berkontribusi secara positif bagi masyarakat. Pondok pesantren dapat mengadakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas dan bakat santri, seperti lomba, pelatihan, dan kursus.
Santri merupakan generasi yang memiliki potensi besar untuk menjadi generasi muslim yang cerdas, berilmu, dan berkarakter. Dengan strategi yang tepat, pondok pesantren dapat mengembangkan potensi yang dimiliki santri dan mencetak generasi muslim yang berkualitas.
Oleh sebab itu, pondok pesantren perlu : pertama. melakukan kajian dan penelitian untuk memahami karakteristik dan kebutuhan santri. Kajian dan penelitian ini dapat dilakukan oleh tim ahli dari berbagai disiplin ilmu, seperti pendidikan, psikologi, dan agama.
Kedua, Pondok pesantren perlu mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan santri. Ketiga, Kurikulum perlu dirancang untuk mengembangkan potensi akademik pada pondok pesantren yang lebih berkualitas.
(Penulis adalah : Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi Cikedal Pandeglang & Anggota FKUB Provinsi Banten)





















