Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    ASDP Catat Peningkatan Arus Mudik, Heru Widodo: 6,8% Penumpang dan 18% Kendaraan

    19 Maret, 2026

    Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, Komisi III DPR RI Beri Apresiasi Dirut ASDP Heru Widodo

    19 Maret, 2026

    Polres Tangerang Kota Berhasil Tangkap 14 Terlapor, Ungkap Ragam Modus Curas Sepenjang Ramadan

    18 Maret, 2026

    Launching Bantuan Pangan Jelang Lebaran, Bulog Berikan Bantuan ke Lebak-Pandeglang

    18 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»KAMPUS»Jadi Kontroversi, Pemotongan Rambut Mahasiswa di Kampus UNIBA Dikecam
    KAMPUS

    Jadi Kontroversi, Pemotongan Rambut Mahasiswa di Kampus UNIBA Dikecam

    By Rizki Mubarok27 September, 20242 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner– Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru di Universitas Bina Bangsa Kota Serang menjadi sorotan.

    Itu terjadi setelah terjadi insiden mengejutkan di Universitas Bina Bangsa, dimana sekelompok mahasiswa Baru mendapat perlakuan tidak mengenakan tak lain pemotongan rambut.

    Sebagai bagian dari peraturan yang baru diterapkan oleh pihak Panitia PKKMB Universitas Bina Bangsa.

    Kejadian ini memicu protes dari mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan yang menganggap tindakan tersebut sebagai pelanggaran hak individu dan terlalu berlebihan.

    Informasi yang diterima redaksi, Insiden tersebut bermula saat sejumlah mahasiswa yang menghadiri acara orientasi kampus diingatkan oleh panitia bahwa rambut panjang dianggap tidak sesuai dengan “etika kampus”.

    Mahasiswa yang menolak untuk mematuhi peraturan tersebut kemudian dipanggil untuk menjalani pemotongan rambut di depan Gedung D Kampus A Universitas Bina Bangsa.

    Salah satu mahasiswa, Muhammad Riski Muslia Roza, yang mengalami pemotongan rambut, mengungkapkan kekecewaannya. “saya mmengalami pemotongan rambut,” ujar Riski, Jumat 27 September 2024.

    “Saya merasa direndahkan dan dipermalukan di depan teman-teman saya, tidak adil dalam pemotongan rambutnya karena saya melihat ada juga mahasiswa baru yang rambutnya panjang tidak di potong malah di lewatkan itu menurut saya terlihat ketidakadilanya,” sambung dia.

    Tindakan pemotongan rambut paksa dianggap bentuk pengekangan kebebasan berekspresi.

    Sejumlah mahasiswa mengajak untuk berdiskusi tentang pentingnya menghargai keragaman dan menegakkan hak-hak individu di lingkungan pendidikan. “Kampus seharusnya menjadi ruang untuk belajar dan berekspresi, bukan tempat untuk tekanan dan intimidasi,dan hal ini Banyak mahasiswa yang berbicara kepada saya yang memotongnya itu yang Bernama Netral” kata Adam selaku mahasiswa universitas Bina Bangsa semester 3 jurusan ilmu komputer.

    Riski Apriansyah, mahasiswa universitas Bina Bangsa semester 5 berujar, PKKMB itu bukan sebagai ajang penindasan untuk mahasiswa baru, melainkan sebagai ajang pertanggungjawaban.

    ”hubungannya dengan di potongnya rambut mahasiswa baru itu mengancam keterbatasan nya kebebasan berekspresi,” tutur dia.

    “Mungkin terlihat banyaknya senyuman terlemparkan dari mahasiswa baru, yang padahal mahasiswa tersebut banyak keluhan yang terjadi dan rasa kecewa yang ada di benak mahasiswa baru,”

    Para mahasiswa menuntut panitia yang memotong rambutnya agar bertanggungjawab atas hal tersebut.

    ”Pentingnya kebebasan berpendapat dan penghormatan terhadap identitas individu di dunia pendidikan,” tandasnya.

    mahasiswa pemotongan rambut Universitas Bina Bangsa
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Asal-usul Nama Banten: Dari Mitologi hingga Fakta Sejarah

    ARTIKEL 21 Januari, 2025

    Tradisi dan Budaya Banten Zaman Kesultanan yang Masih Hidup Hingga Kini

    Heru Widodo Cek Posko Lebaran, ASDP Bantu Pemudik Dapatkan Tiket Kapal

    Silaturahmi Ramadan, Eks Napiter Ajak Warga Banten Jaga Stabilitas hingga Idul Fitri

    IWO-I Se-Banten Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Pandeglang

    Recent Post

    Serangan Andrie Yunus: IMM Sumenep Minta Usut Hingga Otak Intelektualnya

    18 Maret, 2026
    Heru Widodo Saat Menyapa Pengguna Jasa Penyebrangan ASDP

    Heru Widodo: Puncak Arus Mudik 18 Maret, 18.000 Kendaraan Sudah Check-in di Pelabuhan Merak

    18 Maret, 2026

    Heru Widodo: Arus Mudik 2026 Terbilang Lancar Berkat Kebijakan Strategis

    17 Maret, 2026

    Video Yusuf Manubulu Hina Islam Viral, Pengurus Harian Abdi Rakyar Laporkan ke Polisi

    16 Maret, 2026

    Video TikTok Yusuf Manubulu Sebut ‘Allah Seperti Mucikari’, Ormas KITA Laporkan ke Polisi Sebagai Dugaan Penistaan Agama

    16 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.