Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Program Asta Cita: 195 KDKMP Dibangun di Lebak

    21 Februari, 2026

    98 Resolution Network Tim 8 Bagikan 300 Sembako untuk Warga Cilegon Rayakan Ramadhan

    21 Februari, 2026

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    20 Februari, 2026

    Kodim Lebak Bangun Kemitraan dengan Pers

    19 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Menguak Sejarah Panjang dan Ritual Keagamaan di Makam Sultan Maulana Hasanuddin
    NEWS

    Menguak Sejarah Panjang dan Ritual Keagamaan di Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    By Sae17 Januari, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Banten, selain dikenal dengan sejarah panjang Kesultanannya, juga jadi destinasi wisata religi yang menarik. Salah satu tempat yang selalu ramai dikunjungi adalah Makam Sultan Maulana Hasanuddin.

    Sultan pertama Kesultanan Banten ini dikenal sebagai tokoh besar yang tidak hanya membawa kejayaan di bidang politik dan ekonomi, tapi juga menyebarkan ajaran Islam dengan damai.

    Makamnya kini menjadi tempat ziarah yang penuh makna bagi umat Islam, sekaligus saksi bisu perjalanan sejarah Kesultanan Banten.

    Suasana di makam ini selalu punya daya tarik tersendiri. Di tengah hiruk-pikuk modernitas, tempat ini menawarkan ketenangan dan kesempatan untuk merenung.

    Bagi sebagian orang, berziarah ke makam ini bukan cuma soal berdoa, tapi juga upaya untuk menyelami lebih dalam nilai-nilai yang ditinggalkan sang Sultan.

    Jadi, apa saja yang bikin tempat ini begitu istimewa? Yuk, kita telusuri sejarahnya dan ritual yang masih dijaga hingga sekarang!

    Sejarah Makam Sultan Maulana Hasanuddin

    Makam Sultan Maulana Hasanuddin terletak di kompleks Masjid Agung Banten, sebuah kawasan yang jadi pusat keagamaan dan pemerintahan Kesultanan Banten pada masanya.

    Sultan Maulana Hasanuddin sendiri adalah putra Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa.

    Sebagai sultan pertama, beliau memimpin Kesultanan Banten dengan visi yang kuat, menjadikannya salah satu kerajaan Islam paling berpengaruh di Nusantara.

    Makam ini dibangun dengan gaya arsitektur yang kental dengan nuansa Islam, terlihat dari ukiran-ukiran kaligrafi dan desain yang megah namun sederhana.

    Kompleks makam juga dikelilingi oleh makam keluarga kerajaan, seperti makam Sultan Maulana Yusuf (putra Maulana Hasanuddin) dan tokoh-tokoh penting lainnya.

    Hal ini menunjukkan bagaimana tradisi kekeluargaan dan nilai spiritual sangat dijunjung tinggi oleh Kesultanan Banten.

    Ritual Keagamaan di Makam

    Setiap harinya, Makam Sultan Maulana Hasanuddin nggak pernah sepi dari pengunjung. Banyak peziarah datang dengan berbagai tujuan, mulai dari berdoa, meminta keberkahan, hingga sekadar mengenang jasa-jasa sang Sultan.

    Beberapa ritual keagamaan yang sering dilakukan di sini adalah pembacaan tahlil, zikir bersama, dan doa-doa khusus.

    Menariknya, suasana makam selalu terasa khusyuk meski ramai oleh peziarah. Di bulan-bulan tertentu, seperti Maulid Nabi atau saat menjelang Ramadan, jumlah peziarah meningkat drastis.

    Mereka datang tidak hanya dari Banten, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Di momen-momen ini, suasana makam benar-benar hidup dengan lantunan doa dan tradisi yang penuh khidmat.

    Makam sebagai Warisan Budaya

    Selain sebagai tempat ziarah, Makam Sultan Maulana Hasanuddin juga jadi bukti kekayaan sejarah dan budaya Nusantara. Tempat ini sering dikunjungi oleh pelajar, peneliti, hingga wisatawan yang ingin belajar lebih banyak tentang Kesultanan Banten.

    Kompleks makam juga menjadi salah satu ikon pariwisata religi yang dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat.

    Hal yang menarik, meskipun tempat ini punya nilai religius yang tinggi, suasana di sekitar makam terasa sangat ramah dan terbuka.

    Para juru kunci atau penjaga makam biasanya dengan senang hati bercerita tentang sejarah Kesultanan Banten, kehidupan Sultan Maulana Hasanuddin, dan makna di balik tradisi yang masih dijaga hingga hari ini.

    Makam Sultan Maulana Hasanuddin adalah tempat yang menyimpan sejarah panjang dan nilai spiritual yang mendalam. Berziarah ke sini bukan cuma soal mengenang masa lalu, tapi juga cara untuk memahami bagaimana Islam berkembang dengan damai di Nusantara.

    Buat kamu yang ingin merasakan suasana religi sekaligus menambah wawasan sejarah, tempat ini adalah pilihan yang tepat. Jadi, kapan kamu mau mengunjungi?

    Jelajahi sejarah Makam Sultan Maulana Hasanuddin di Banten, tempat religi penuh nilai spiritual dan tradisi yang masih dijaga hingga kini.***

    Banten Kesultanan Banten Makam Sultan Maulana Hasanuddin
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    NEWS 18 Februari, 2026

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema Sinergi Menuju Prestasi Porprov VII Banten 2026

    Recent Post

    Sinergi Media dan Kodim 0601 Pandeglang Untuk Berita Positif

    19 Februari, 2026

    Hasil Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak dan PJU Jadi Sorotan Utama Warga

    18 Februari, 2026

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    18 Februari, 2026

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    16 Februari, 2026

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    16 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.