Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Lawan Hoaks, Pemprov Banten dan ICN Perkuat Literasi Digital

    9 September 2026

    Investasi Diproyeksi Hampir Rp1 Triliun, Dua Aset Banten Dibidik Investor

    9 September 2026

    KKM 79 UNIBA Hadirkan Gema Literasi dan Pembinaan Keagamaan Anak di Desa Sukadaya

    9 September 2026

    KKM UNIBA Kelompok 78 Gelar Loka Karya, Sampaikan Hasil Program Kerja di Desa Sumurbandung

    9 September 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»ARTIKEL»Sejarah Kota Serang: Dari Ibu Kota Kesultanan Banten Hingga Kini

    Sejarah Kota Serang: Dari Ibu Kota Kesultanan Banten Hingga Kini

    Sae17 Januari 20253 Mins Read ARTIKEL
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten, dikenal sebagai salah satu wilayah yang kaya sejarah dan budaya. Kalau kamu berkunjung ke Serang, jejak-jejak masa lalu masih terasa kental, mulai dari bangunan bersejarah hingga tradisi yang terus dijaga.

    Tapi, tahukah kamu kalau Kota Serang dulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Banten? Yap, kota ini punya perjalanan panjang yang menarik banget buat diulik, lho!

    Dari masa kejayaannya sebagai pusat perdagangan dan budaya Islam di Nusantara hingga kini menjadi kota modern yang dinamis, Serang selalu punya cerita yang menarik.

    Selain itu, posisi strategisnya yang dekat dengan Selat Sunda bikin Serang jadi kota penting sejak zaman dulu. Yuk, kita bahas perjalanan sejarah Kota Serang dari masa ke masa!

    Kesultanan Banten: Awal Kemegahan Kota Serang

    Cerita Kota Serang nggak bisa dilepaskan dari Kesultanan Banten yang berdiri pada abad ke-16. Kesultanan ini didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati.

    Berkat posisinya yang strategis di jalur perdagangan, Kesultanan Banten berkembang pesat dan menjadi pusat perdagangan internasional. Pedagang dari Arab, Tiongkok, India, hingga Eropa sering mampir ke pelabuhan Banten untuk berdagang.

    Di masa itu, Serang jadi pusat pemerintahan Kesultanan Banten. Banyak bangunan megah didirikan, termasuk Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten yang hingga kini masih berdiri kokoh.

    Kota ini juga dikenal sebagai pusat penyebaran Islam di Nusantara, berkat peran sultan-sultan Banten yang aktif menyebarkan agama Islam sambil memperkuat hubungan dagang dengan negara-negara Muslim lainnya.

    Kolonialisme dan Kemunduran Kesultanan Banten

    Sayangnya, masa kejayaan Kesultanan Banten mulai meredup ketika Belanda datang. Pada awal abad ke-17, Belanda mulai menunjukkan ambisinya untuk menguasai jalur perdagangan di Nusantara. Banten pun jadi salah satu target mereka.

    Pada tahun 1682, Belanda berhasil merebut kontrol atas Banten, yang membuat Kesultanan kehilangan kekuasaannya secara perlahan. Banyak aset kesultanan dirampas, termasuk Keraton Surosowan yang dihancurkan.

    Sejak itu, peran Kota Serang sebagai pusat pemerintahan bergeser, meski jejak kejayaannya masih bisa ditemukan di beberapa tempat bersejarah.

    Masa Kemerdekaan dan Perubahan Serang

    Setelah Indonesia merdeka, Serang menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat sebelum akhirnya ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Banten pada tahun 2000.

    Penetapan ini menandai babak baru bagi Kota Serang, yang kini berkembang menjadi kota modern tanpa melupakan akar sejarahnya.

    Sebagai ibu kota provinsi, Serang kini jadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi di Banten.

    Namun, yang menarik adalah bagaimana kota ini tetap menjaga warisan budayanya. Tradisi-tradisi peninggalan Kesultanan Banten, seperti Festival Maulid atau Ngaseuk Pare (ritual tanam padi), masih dilakukan hingga sekarang.

    Kota Serang di Era Modern

    Hari ini, Serang jadi kota yang dinamis dengan berbagai aktivitas modern. Tapi, pesona sejarahnya tetap jadi daya tarik utama, terutama buat wisatawan yang suka mengeksplorasi budaya dan sejarah.

    Banyak wisatawan yang datang untuk mengunjungi situs-situs bersejarah, seperti Masjid Agung Banten, Vihara Avalokitesvara, dan Benteng Speelwijk.

    Selain itu, Serang juga dikenal dengan kuliner khasnya, seperti Sate Bandeng dan Pecak Bandeng, yang wajib banget kamu coba kalau mampir ke sini.

    Kombinasi sejarah, budaya, dan modernitas bikin Kota Serang jadi destinasi yang unik dan penuh warna.

    Sejarah Kota Serang adalah cerminan perjalanan panjang yang penuh liku, dari kejayaannya sebagai pusat Kesultanan Banten hingga menjadi kota modern yang terus berkembang. Di tengah kemajuan zaman, kota ini tetap menjaga akar budayanya, menjadikannya salah satu kota yang kaya akan warisan sejarah di Indonesia.

    Kalau kamu ingin merasakan perpaduan antara masa lalu dan masa kini, Serang adalah tempat yang tepat untuk dijelajahi.

    Jejak sejarah Kota Serang dari pusat Kesultanan Banten hingga kini sebagai ibu kota provinsi, penuh warisan budaya dan cerita menarik.***

    Banten Kesultanan Banten Kota Serang
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    KKM UNIBA Kelompok 78 Hadirkan Alat Penyiram Pupuk sebagai Inovasi Teknologi Sederhana bagi Petani

    KAMPUS 5 September 2026

    Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat, KKM 63 Kolaborasi Bersama Pita Putih Indonesia Provinsi Banten Gelar Sosialisasi PHBS dan Resmikan Rocket Stove

    Kreatif, KKM 78 Sumurbandung ubah Sampah Nonorganik Jadi Gantungan Kunci

    KKM Kelompok 63 Pulo Panjang 2 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Pulo Panjang 1

    Sinergi Bersama Puskesdes Setempat, Mahasiswa KKM 63 Pulo Panjang 2 Dampingi Pelaksanaan Vaksinasi BIAS di SDN Pulo Panjang 1

    Recent Post

    Dorong Budaya Literasi, Mahasiswa KKM 63 UNIBA Helat Gelaran Membaca di Desa Pulo Panjang

    9 September 2026

    14 Unit RTLH dan Sembako Disalurkan Arif Rahman untuk Warga Baduy di Tengah Ancaman Krisis Pangan ​

    9 September 2026

    Gelar Rakerda, Karang Taruna Kab Serang Tegaskan Siap Sukseskan Semua Kebijakan Pemerintah

    8 September 2026

    Doli Sebut Ada Poros Solo dan Cikeas, Projo: Kami Hanya Bersiap, Bukan Bentuk Poros

    8 September 2026

    Ada Jokowi, Keuceran Mande Macan Guling Bakal Dihadiri Ribuan Pendekar

    7 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.