Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Pangkas Biaya, PROJO Setujui Gubernur Dipilih DPRD

    06 Januari, 2026

    Wakil Wali Kota Serang Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung KMP Kelurahan Unyur

    06 Januari, 2026

    Awas Diperika, Pemkab Bogor Gagal Bayar Sejumlah Proyek TA 2025

    05 Januari, 2026

    Banjir Rendam SD Negeri Pamarican 1 dan 2, Kadisdikbud Kota Serang Tinjau Langsung Lokasi

    04 Januari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»BANTENPEDIA»Tragedi Sultan Ageng Tirtayasa: Ketika Kekuasaan Dikhianati Anak Sendiri
    BANTENPEDIA

    Tragedi Sultan Ageng Tirtayasa: Ketika Kekuasaan Dikhianati Anak Sendiri

    By Sae21 Januari, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Sejarah Nusantara penuh dengan cerita yang bikin hati kita terenyuh, salah satunya adalah kisah Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten. Sultan ini bukan hanya dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, tapi juga sebagai pejuang yang gigih melawan penjajahan Belanda.

    Tapi siapa sangka, di balik keberaniannya melawan kekuatan asing, ia justru tumbang oleh pengkhianatan yang datang dari darah dagingnya sendiri. Ya, anak kandungnya, Sultan Haji, menjadi salah satu penyebab kejatuhannya.

    Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang ayah yang telah berjuang keras membangun kejayaan kerajaannya, justru dikhianati oleh anak yang seharusnya menjadi penerusnya?

    Tragedi ini bukan hanya soal konflik keluarga, tapi juga tentang bagaimana politik licik VOC memanfaatkan celah untuk melemahkan Kesultanan Banten.

    Sultan Ageng Tirtayasa: Pemimpin yang Visioner

    Sultan Ageng Tirtayasa naik takhta pada 1651 dan langsung membawa perubahan besar di Kesultanan Banten. Di bawah kepemimpinannya, Banten berkembang pesat, terutama di bidang perdagangan.

    Pelabuhan Banten menjadi salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di Asia Tenggara, menarik pedagang dari Arab, Persia, Tiongkok, hingga Eropa.

    Selain itu, Sultan Ageng juga dikenal gigih melawan penjajahan Belanda. Ia menyadari bahwa kehadiran VOC di Nusantara bukan hanya ancaman ekonomi, tapi juga ancaman kedaulatan.

    Dengan strategi cerdik, Sultan Ageng memperkuat pertahanan Banten, membangun aliansi dengan kerajaan lain, dan bahkan mengembangkan armada laut untuk melawan Belanda.

    Konflik Ayah dan Anak

    Namun, di tengah kejayaan itu, konflik mulai muncul di dalam istana. Sultan Haji, putra Sultan Ageng, merasa tidak sabar menunggu takhta yang dijanjikan.

    Ia merasa bahwa ayahnya terlalu keras dalam memimpin dan ingin mengambil alih kekuasaan lebih cepat. Melihat ketegangan ini, VOC dengan liciknya memanfaatkan situasi.

    Belanda mendekati Sultan Haji, menawarkan dukungan untuk merebut takhta dengan imbalan kerja sama.

    Sultan Haji yang sudah dibutakan oleh ambisi, menerima tawaran tersebut. Pada akhirnya, ia memberontak melawan ayahnya sendiri, dengan bantuan pasukan VOC.

    Kejatuhan Sultan Ageng

    Pada 1683, pertempuran antara ayah dan anak ini mencapai puncaknya. Sultan Ageng Tirtayasa yang mencoba mempertahankan kekuasaannya harus menghadapi pasukan Sultan Haji yang didukung senjata modern VOC.

    Sultan Ageng kalah dan akhirnya ditangkap oleh Belanda. Ia diasingkan ke Batavia (sekarang Jakarta) dan meninggal dalam tahanan.

    Tragedi ini bukan hanya menyakitkan bagi Sultan Ageng, tapi juga bagi rakyat Banten. Dengan jatuhnya Sultan Ageng, Banten perlahan kehilangan kedaulatannya.

    Sultan Haji yang bersekutu dengan VOC menjadi boneka Belanda, sementara kejayaan Kesultanan Banten mulai memudar.

    Pelajaran dari Tragedi

    Kisah Sultan Ageng Tirtayasa mengingatkan kita bahwa kekuasaan tanpa kesetiaan adalah pedang bermata dua.

    Pengkhianatan Sultan Haji, yang lahir dari ambisi pribadi, tidak hanya menghancurkan hubungan keluarga, tapi juga membuka jalan bagi penjajah untuk menguasai Banten.

    Di sisi lain, tragedi ini juga menunjukkan betapa pentingnya kesatuan dalam melawan penjajahan. Ketika perpecahan terjadi, musuh hanya tinggal menunggu untuk menyerang.

    Meski pahit, kisah ini tetap relevan sebagai pelajaran berharga untuk masa kini: tentang pentingnya menjaga persatuan, baik dalam keluarga maupun bangsa.

    Kisah tragis Sultan Ageng Tirtayasa, pemimpin gigih Kesultanan Banten, yang tumbang oleh pengkhianatan anaknya sendiri demi ambisi kekuasaan.***

    Kesultanan Banten Sultan Ageng Tirtayasa Sultan Haji
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    ‎Anggota DPRD Kota Serang Bantah Tuduhan Bawa Sajam saat Sidak Galian Ilegal

    NEWS 31 Desember, 2025

    IMALA Gelar Pelantikan dan Upgrading Raya Komisariat, Teguhkan Kepemimpinan Amanah dan Progresif

    Pengurus MWC NU Kecamatan Taktakan Dilantik, Momentum Perkuat Sinergitas Antar Banom

    Banjir Cilegon, Ansor Banser Hadir di Garda Terdepan Kemanusiaan

    Kadis Dikbud Kota Serang Tinjau Langsung Banjir di SMPN 25 Kasemen, Siapkan Opsi Pembelajaran Daring

    Recent Post

    Banjir Cilegon, Ansor Banser Hadir di Garda Terdepan Kemanusiaan

    04 Januari, 2026

    Kadis Dikbud Kota Serang Tinjau Langsung Banjir di SMPN 25 Kasemen, Siapkan Opsi Pembelajaran Daring

    04 Januari, 2026

    Pengurus MWC NU Kecamatan Taktakan Dilantik, Momentum Perkuat Sinergitas Antar Banom

    04 Januari, 2026

    IMALA Gelar Pelantikan dan Upgrading Raya Komisariat, Teguhkan Kepemimpinan Amanah dan Progresif

    02 Januari, 2026

    ‎Anggota DPRD Kota Serang Bantah Tuduhan Bawa Sajam saat Sidak Galian Ilegal

    31 Desember, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.