Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Program Asta Cita: 195 KDKMP Dibangun di Lebak

    21 Februari, 2026

    98 Resolution Network Tim 8 Bagikan 300 Sembako untuk Warga Cilegon Rayakan Ramadhan

    21 Februari, 2026

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    20 Februari, 2026

    Kodim Lebak Bangun Kemitraan dengan Pers

    19 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»Tragedi Sultan Ageng Tirtayasa: Ketika Kekuasaan Dikhianati Anak Sendiri
    NEWS

    Tragedi Sultan Ageng Tirtayasa: Ketika Kekuasaan Dikhianati Anak Sendiri

    By Sae21 Januari, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Sejarah Nusantara penuh dengan cerita yang bikin hati kita terenyuh, salah satunya adalah kisah Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten. Sultan ini bukan hanya dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, tapi juga sebagai pejuang yang gigih melawan penjajahan Belanda.

    Tapi siapa sangka, di balik keberaniannya melawan kekuatan asing, ia justru tumbang oleh pengkhianatan yang datang dari darah dagingnya sendiri. Ya, anak kandungnya, Sultan Haji, menjadi salah satu penyebab kejatuhannya.

    Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang ayah yang telah berjuang keras membangun kejayaan kerajaannya, justru dikhianati oleh anak yang seharusnya menjadi penerusnya?

    Tragedi ini bukan hanya soal konflik keluarga, tapi juga tentang bagaimana politik licik VOC memanfaatkan celah untuk melemahkan Kesultanan Banten.

    Sultan Ageng Tirtayasa: Pemimpin yang Visioner

    Sultan Ageng Tirtayasa naik takhta pada 1651 dan langsung membawa perubahan besar di Kesultanan Banten. Di bawah kepemimpinannya, Banten berkembang pesat, terutama di bidang perdagangan.

    Pelabuhan Banten menjadi salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di Asia Tenggara, menarik pedagang dari Arab, Persia, Tiongkok, hingga Eropa.

    Selain itu, Sultan Ageng juga dikenal gigih melawan penjajahan Belanda. Ia menyadari bahwa kehadiran VOC di Nusantara bukan hanya ancaman ekonomi, tapi juga ancaman kedaulatan.

    Dengan strategi cerdik, Sultan Ageng memperkuat pertahanan Banten, membangun aliansi dengan kerajaan lain, dan bahkan mengembangkan armada laut untuk melawan Belanda.

    Konflik Ayah dan Anak

    Namun, di tengah kejayaan itu, konflik mulai muncul di dalam istana. Sultan Haji, putra Sultan Ageng, merasa tidak sabar menunggu takhta yang dijanjikan.

    Ia merasa bahwa ayahnya terlalu keras dalam memimpin dan ingin mengambil alih kekuasaan lebih cepat. Melihat ketegangan ini, VOC dengan liciknya memanfaatkan situasi.

    Belanda mendekati Sultan Haji, menawarkan dukungan untuk merebut takhta dengan imbalan kerja sama.

    Sultan Haji yang sudah dibutakan oleh ambisi, menerima tawaran tersebut. Pada akhirnya, ia memberontak melawan ayahnya sendiri, dengan bantuan pasukan VOC.

    Kejatuhan Sultan Ageng

    Pada 1683, pertempuran antara ayah dan anak ini mencapai puncaknya. Sultan Ageng Tirtayasa yang mencoba mempertahankan kekuasaannya harus menghadapi pasukan Sultan Haji yang didukung senjata modern VOC.

    Sultan Ageng kalah dan akhirnya ditangkap oleh Belanda. Ia diasingkan ke Batavia (sekarang Jakarta) dan meninggal dalam tahanan.

    Tragedi ini bukan hanya menyakitkan bagi Sultan Ageng, tapi juga bagi rakyat Banten. Dengan jatuhnya Sultan Ageng, Banten perlahan kehilangan kedaulatannya.

    Sultan Haji yang bersekutu dengan VOC menjadi boneka Belanda, sementara kejayaan Kesultanan Banten mulai memudar.

    Pelajaran dari Tragedi

    Kisah Sultan Ageng Tirtayasa mengingatkan kita bahwa kekuasaan tanpa kesetiaan adalah pedang bermata dua.

    Pengkhianatan Sultan Haji, yang lahir dari ambisi pribadi, tidak hanya menghancurkan hubungan keluarga, tapi juga membuka jalan bagi penjajah untuk menguasai Banten.

    Di sisi lain, tragedi ini juga menunjukkan betapa pentingnya kesatuan dalam melawan penjajahan. Ketika perpecahan terjadi, musuh hanya tinggal menunggu untuk menyerang.

    Meski pahit, kisah ini tetap relevan sebagai pelajaran berharga untuk masa kini: tentang pentingnya menjaga persatuan, baik dalam keluarga maupun bangsa.

    Kisah tragis Sultan Ageng Tirtayasa, pemimpin gigih Kesultanan Banten, yang tumbang oleh pengkhianatan anaknya sendiri demi ambisi kekuasaan.***

    Kesultanan Banten Sultan Ageng Tirtayasa Sultan Haji
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    NEWS 18 Februari, 2026

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema Sinergi Menuju Prestasi Porprov VII Banten 2026

    Recent Post

    Sinergi Media dan Kodim 0601 Pandeglang Untuk Berita Positif

    19 Februari, 2026

    Hasil Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak dan PJU Jadi Sorotan Utama Warga

    18 Februari, 2026

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    18 Februari, 2026

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    16 Februari, 2026

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    16 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.