Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    KOMNAS Perempuan Siap Bersinergi dengan LMND untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

    11 Maret, 2026

    LMND UNIBA Gelar Dialog Publik dan Buka Bersama, Bahas Strategi Kampus Cegah Disorientasi Ideologi Mahasiswa

    10 Maret, 2026

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    10 Maret, 2026

    Pererat Ukhuwah di Ramadan, MWC NU Curug Gelar Nahdlatul Ulama Festival

    10 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»ARTIKEL»Tragedi Sultan Ageng Tirtayasa: Ketika Kekuasaan Dikhianati Anak Sendiri
    ARTIKEL

    Tragedi Sultan Ageng Tirtayasa: Ketika Kekuasaan Dikhianati Anak Sendiri

    By Sae21 Januari, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Sejarah Nusantara penuh dengan cerita yang bikin hati kita terenyuh, salah satunya adalah kisah Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten. Sultan ini bukan hanya dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, tapi juga sebagai pejuang yang gigih melawan penjajahan Belanda.

    Tapi siapa sangka, di balik keberaniannya melawan kekuatan asing, ia justru tumbang oleh pengkhianatan yang datang dari darah dagingnya sendiri. Ya, anak kandungnya, Sultan Haji, menjadi salah satu penyebab kejatuhannya.

    Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang ayah yang telah berjuang keras membangun kejayaan kerajaannya, justru dikhianati oleh anak yang seharusnya menjadi penerusnya?

    Tragedi ini bukan hanya soal konflik keluarga, tapi juga tentang bagaimana politik licik VOC memanfaatkan celah untuk melemahkan Kesultanan Banten.

    Sultan Ageng Tirtayasa: Pemimpin yang Visioner

    Sultan Ageng Tirtayasa naik takhta pada 1651 dan langsung membawa perubahan besar di Kesultanan Banten. Di bawah kepemimpinannya, Banten berkembang pesat, terutama di bidang perdagangan.

    Pelabuhan Banten menjadi salah satu pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di Asia Tenggara, menarik pedagang dari Arab, Persia, Tiongkok, hingga Eropa.

    Selain itu, Sultan Ageng juga dikenal gigih melawan penjajahan Belanda. Ia menyadari bahwa kehadiran VOC di Nusantara bukan hanya ancaman ekonomi, tapi juga ancaman kedaulatan.

    Dengan strategi cerdik, Sultan Ageng memperkuat pertahanan Banten, membangun aliansi dengan kerajaan lain, dan bahkan mengembangkan armada laut untuk melawan Belanda.

    Konflik Ayah dan Anak

    Namun, di tengah kejayaan itu, konflik mulai muncul di dalam istana. Sultan Haji, putra Sultan Ageng, merasa tidak sabar menunggu takhta yang dijanjikan.

    Ia merasa bahwa ayahnya terlalu keras dalam memimpin dan ingin mengambil alih kekuasaan lebih cepat. Melihat ketegangan ini, VOC dengan liciknya memanfaatkan situasi.

    Belanda mendekati Sultan Haji, menawarkan dukungan untuk merebut takhta dengan imbalan kerja sama.

    Sultan Haji yang sudah dibutakan oleh ambisi, menerima tawaran tersebut. Pada akhirnya, ia memberontak melawan ayahnya sendiri, dengan bantuan pasukan VOC.

    Kejatuhan Sultan Ageng

    Pada 1683, pertempuran antara ayah dan anak ini mencapai puncaknya. Sultan Ageng Tirtayasa yang mencoba mempertahankan kekuasaannya harus menghadapi pasukan Sultan Haji yang didukung senjata modern VOC.

    Sultan Ageng kalah dan akhirnya ditangkap oleh Belanda. Ia diasingkan ke Batavia (sekarang Jakarta) dan meninggal dalam tahanan.

    Tragedi ini bukan hanya menyakitkan bagi Sultan Ageng, tapi juga bagi rakyat Banten. Dengan jatuhnya Sultan Ageng, Banten perlahan kehilangan kedaulatannya.

    Sultan Haji yang bersekutu dengan VOC menjadi boneka Belanda, sementara kejayaan Kesultanan Banten mulai memudar.

    Pelajaran dari Tragedi

    Kisah Sultan Ageng Tirtayasa mengingatkan kita bahwa kekuasaan tanpa kesetiaan adalah pedang bermata dua.

    Pengkhianatan Sultan Haji, yang lahir dari ambisi pribadi, tidak hanya menghancurkan hubungan keluarga, tapi juga membuka jalan bagi penjajah untuk menguasai Banten.

    Di sisi lain, tragedi ini juga menunjukkan betapa pentingnya kesatuan dalam melawan penjajahan. Ketika perpecahan terjadi, musuh hanya tinggal menunggu untuk menyerang.

    Meski pahit, kisah ini tetap relevan sebagai pelajaran berharga untuk masa kini: tentang pentingnya menjaga persatuan, baik dalam keluarga maupun bangsa.

    Kisah tragis Sultan Ageng Tirtayasa, pemimpin gigih Kesultanan Banten, yang tumbang oleh pengkhianatan anaknya sendiri demi ambisi kekuasaan.***

    Kesultanan Banten Sultan Ageng Tirtayasa Sultan Haji
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kampus atau Ruang Aman? Mahasiswa Pertanyakan Kembalinya Dosen yang Pernah Terseret Kasus Pelecehan Verbal di UNIBA

    KAMPUS 07 Maret, 2026

    HIPMI Banten Gelar Fit and Proper Test Basnom di Tangerang Selatan, Dorong Lahirnya Kader Pengusaha Muda Berintegritas

    SMU Soroti Kebijakan Biaya TOEFL-EPT di UNIBA, Dorong Kampus Turunkan Biaya demi Keadilan Akses Pendidikan

    Fuso Berkah Ramadan 2026: Siaga 24 Jam dan Berbagi Kebahagiaan untuk Pengemudi Truk

    LMND UNIBA Soroti Munculnya Persoalan Baru di Tengah Reformasi Birokrasi Universitas Bina Bangsa

    Recent Post

    PKBM Daguina Bantah Isu Siswa Fiktif, Dindikbud Kota Serang Ikut Beri Penegasan

    10 Maret, 2026

    Polres Kabupaten Serang Ungkap Kasus Pengerusakan di Pontang Telah Dilimpahkan ke Kejaksaan

    10 Maret, 2026

    Dokumen Sah Ada, Tapi Kasus Lahan Serang Terjebak

    09 Maret, 2026

    Kasus Korupsi PTSL Tangerang: Jimmy Lie Akhirnya Tertangkap

    09 Maret, 2026

    LMND UNIBA Soroti Munculnya Persoalan Baru di Tengah Reformasi Birokrasi Universitas Bina Bangsa

    08 Maret, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.