BANTENCORNER.COM – Komunitas ASN Berdaya menggelar Grand Final Lomba Pidato Anak Tahun 2026 pada Jumat (10/7), sebagai puncak rangkaian kompetisi yang telah dimulai sejak Juni lalu. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri sejak usia dini.
Lomba tersebut diselenggarakan oleh Komunitas ASN Berdaya yang mengusung semangat birokrasi pembelajar melalui gerakan #TransformasiBirokrasiDariDalam. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berkolaborasi dengan Alala Training Development serta mendapat dukungan dari Korpri Kota Serang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses pendaftaran dan seleksi peserta sejak Juni 2026. Dari puluhan peserta yang mengikuti tahapan penyisihan, terpilih 10 finalis terbaik yang tampil pada babak Grand Final untuk memperebutkan gelar juara pertama, kedua, dan ketiga.
Suasana grand final berlangsung meriah. Masing-masing finalis menampilkan kemampuan berpidato dengan tema yang beragam, menunjukkan keberanian, penguasaan materi, serta kemampuan komunikasi yang memukau di hadapan dewan juri dan para pendukung.
Ketua penyelenggara, Deni Legowo, mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi generasi muda yang dinilai semakin kurang percaya diri untuk berbicara di depan umum.
Menurutnya, masa liburan sekolah saat ini lebih banyak dihabiskan anak-anak untuk bermain gim dibandingkan mengembangkan kemampuan yang dapat menjadi bekal di masa depan. Karena itu, ASN Berdaya menghadirkan ruang positif agar anak-anak memiliki kesempatan belajar berbicara, berpikir kritis, dan tampil percaya diri.
“Kami melihat masih banyak anak-anak yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi mereka takut berbicara di depan publik. Melalui lomba ini, kami ingin membangun keberanian mereka agar mampu menyampaikan gagasan dengan baik sejak dini,” ujar Deni Legowo.
Ia menambahkan bahwa kemampuan public speaking merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi emas Indonesia. Menurutnya, keberanian berbicara akan membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak untuk berprestasi di berbagai bidang.
Deni berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan peserta. Dengan demikian, semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan mengembangkan potensi komunikasi mereka.
“Harapan kami, generasi muda Indonesia benar-benar siap tampil dan berbicara di panggung-panggung internasional. Mereka bukan hanya menjadi pendengar, tetapi juga mampu menyampaikan ide, gagasan, dan membawa nama baik bangsa,” tutur Deni.
Pada akhir perlombaan, dewan juri menetapkan Dira Maulida dari SD Negeri 13 Serang sebagai Juara I. Sementara Juara II diraih Kanina Adzkia Navisha dari SD IT Bina Insani 1, dan Juara III diraih Hafiza Khaira Maulida dari SD Negeri Cinanggung.
Melalui ajang ini, Komunitas ASN Berdaya berharap budaya belajar, keberanian berbicara, dan semangat berprestasi dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi langkah awal mencetak anak-anak Indonesia yang percaya diri, berkarakter, serta siap bersaing dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.







