Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Danrem 064 Maulana Yusuf: Karya Bakti di Lebak Turunkan Angka Kemiskinan

    05 Maret, 2026

    Modus WO Janji Pelunasan Khusus, Oknum Matel ACC BSD Malah Lakukan Penganiayaan dan Intimidasi

    04 Maret, 2026

    Kisah Septi : Dari Kelangitan di Kamboja di Kamboja Hingga Kebaikan Datang dari Demokrat Jabar

    04 Maret, 2026

    LPPL RSTG Diduga Jadi Sapi Perah Pribadi, Gagak Akan Demo di Kejagung

    04 Maret, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»ARTIKEL»Syahrial Iqbal, Penyuluh Agama Kramatwatu yang Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat dari Akar Rumput
    ARTIKEL

    Syahrial Iqbal, Penyuluh Agama Kramatwatu yang Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat dari Akar Rumput

    By Sae20 Juni, 20253 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BantenCorner – Di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat, sosok penyuluh agama perlahan mengambil peran yang lebih luas dari sekadar menyampaikan ceramah keagamaan. Mereka tidak hanya hadir di tengah umat untuk mengingatkan soal akhlak dan ibadah, tetapi juga mulai bergerak menyentuh sisi kehidupan yang lebih konkret yaitu ekonomi masyarakat. 

    Dengan pendekatan yang membumi dan kedekatan emosional dengan masyarakat, penyuluh agama muncul sebagai aktor perubahan sosial yang kuat, terutama di tingkat akar rumput.

    Hal itu seperti yang dilakukan Syahrial Iqbal yang tampil sebagai sosok penyuluh agama Islam Kecamatan Kramatwatu yang tidak hanya berceramah, tapi juga bertindak nyata. Berkat dedikasinya dalam menggerakkan zakat, menghidupkan wakaf produktif, dan mendampingi UMKM meraih sertifikasi halal, ia sukses meraih Juara 1 Penyuluh Agama Islam Award 2025 tingkat Kanwil Kemenag Banten untuk kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat.

    Bagi Syahrial, dakwah bukan sekadar kata-kata tapi aksi nyata yang menjawab kebutuhan umat. Ia percaya bahwa ketahanan keluarga tak cukup dibangun di atas nilai spiritual, tapi juga harus ditopang dengan kekuatan ekonomi.

    “Kalau mau umat kuat, mulai dari keluarga. Dan kalau mau keluarga kokoh, ekonomi harus berdaya,” kata Syahrial Iqbal.

    Peran ini menjadi semakin penting di tengah ketimpangan ekonomi yang terasa usai pandemi. Banyak keluarga yang kehilangan sumber pendapatan, UMKM yang gulung tikar, dan komunitas lokal yang kesulitan bangkit. Dalam kondisi seperti ini, penyuluh agama hadir bukan hanya untuk memberikan ketenangan spiritual, tapi juga semangat kemandirian ekonomi. Mereka mendorong masyarakat agar tidak hanya bertahan secara iman, tetapi juga mampu bertahan secara finansial.

    Fenomena ini mulai tampak di berbagai daerah. Para penyuluh agama menginisiasi kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Mereka memfasilitasi pelatihan keterampilan, mendorong terbentuknya koperasi berbasis masjid, hingga menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil dengan lembaga keuangan syariah atau instansi pemerintah. Yang dilakukan bukan sekadar program temporer, tetapi upaya panjang yang dibangun di atas nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kerja keras, dan tolong-menolong.

    Salah satu contoh yang menarik datang dari desa kecil di pinggiran kota, di mana sekelompok ibu-ibu pengajian diberdayakan oleh penyuluh agama untuk memproduksi makanan ringan dan minuman herbal. Dari kegiatan rutin pengajian, mereka beralih menambah aktivitas produktif yang menghasilkan pendapatan. Produk mereka kini dikemas lebih rapi, dipasarkan secara daring, dan mulai menarik minat pembeli dari luar daerah. Proses pendampingan ini tak hanya meningkatkan pendapatan, tapi juga membangkitkan rasa percaya diri dan solidaritas sosial di kalangan ibu-ibu rumah tangga.

    Meski langkah ini menjanjikan, tantangan tetap ada. Penyuluh agama seringkali harus bekerja dengan sumber daya yang terbatas. Tidak semua dari mereka mendapatkan pelatihan kewirausahaan atau dukungan teknologi. Namun justru karena kedekatan mereka dengan masyarakat, penyuluh agama memiliki kekuatan yang tidak dimiliki banyak pihak: mereka dipercaya, mereka didengarkan.

    Untuk memperkuat peran ini, dibutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi bisa terlibat lebih jauh dalam membangun kapasitas para penyuluh. Kolaborasi ini akan membuka jalan agar upaya ekonomi umat dari bawah bisa lebih terstruktur dan berkelanjutan. Bila digerakkan bersama, penyuluh agama bisa menjadi penghubung antara nilai dan aksi, antara dakwah dan kemandirian.

    Kini, kita menyaksikan wajah baru penyuluh agama. Mereka bukan hanya pembimbing spiritual, tetapi juga penggerak sosial dan ekonomi. Dari mimbar ke pasar, dari khutbah ke koperasi, dari ceramah ke UMKM, mereka hadir sebagai energi perubahan yang berakar pada iman dan bergerak menuju kemajuan.

    Penyuluh agama kini turut membangkitkan ekonomi umat lewat koperasi, UMKM, dan pemberdayaan komunitas dari akar rumput.***

    Ekonomi Umat Penyuluh Agama UMKM
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Kehidupan di Banten pada Masa Kolonial: Sebuah Tinjauan Sosial

    ARTIKEL 21 Januari, 2025

    Sultan Ageng Tirtayasa: Pemimpin Legendaris yang Berjuang Melawan Belanda

    Nyimas Gamparan, Pendekar Perempuan Gerilyawan Perang Cikande Melawan Kolonial

    Peran Banten dalam Penyebaran Islam di Jawa dan Sumatera

    Tradisi Unik Pernikahan Adat Banten yang Sarat Makna

    Recent Post

    Politisi PDIP Ingatkan LPDP Bukan untuk Pansos, Ini Uang Rakyat!

    27 Februari, 2026

    LMND Serang Raya Soroti Kemiskinan dan Tata Kelola, Satu Tahun Pemerintah Budi Agis Dievaluasi

    24 Februari, 2026

    Ramadan Tanpa Khawatir Harga Mahal, Bulog Lebak-Pandeglang Siapkan Pasokan Melimpah dan Pasar Murah

    24 Februari, 2026

    Mantan Direktur PT ARA Jadi DPO RI-Cina, Diduga Gelapkan Ratusan Miliar

    24 Februari, 2026

    PRIMA Soroti Rencana Impor 105 Ribu Pikap: Antara Penguatan Desa dan Masa Depan Industri Nasional

    23 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.