Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Serang Resmi Dibuka, Ini Syaratnya!

    20 Februari, 2026

    Kodim Lebak Bangun Kemitraan dengan Pers

    19 Februari, 2026

    Sinergi Media dan Kodim 0601 Pandeglang Untuk Berita Positif

    19 Februari, 2026

    Hasil Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak dan PJU Jadi Sorotan Utama Warga

    18 Februari, 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»KAMPUS»Mahasiswa KKM 93 Universitas Bina Bangsa Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini di Kabupaten Serang
    KAMPUS

    Mahasiswa KKM 93 Universitas Bina Bangsa Sosialisasikan Bahaya Pernikahan Dini di Kabupaten Serang

    By Rizki Mubarok15 Juli, 20252 Mins Read
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Fenomena pernikahan dini masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah di Indonesia. Sebagai respons terhadap isu ini, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 93 dari Universitas Bina Bangsa menggelar penyuluhan hukum bertema “Pernikahan Dini: Perspektif Hukum dan Dampaknya terhadap Generasi Muda” di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.

    Kegiatan yang digelar pada Selasa, 15 Juli 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko hukum dan sosial yang terkait dengan pernikahan usia anak. Penyuluhan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, aparat desa, dan warga dari berbagai usia.

    Data menunjukkan bahwa pernikahan dini berkontribusi pada berbagai masalah sosial, termasuk putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, dan kemiskinan. Lebih dari sekadar tradisi, praktik ini merupakan pelanggaran terhadap hak anak dan perlu ditangani secara serius.

    Mohamad Hifni, S.H.I, M.Sy., selaku pemateri utama, menjelaskan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang mengatur batas usia minimal pernikahan. Ia juga menjelaskan konsekuensi hukum bagi pelanggar aturan tersebut.

    “Undang-Undang No. 16 Tahun 2019, yang mengubah Undang-Undang Perkawinan, mengatur batas usia minimal pernikahan. Pelanggaran terhadap aturan ini akan ada konsekuensi hukumnya,” tandasnya.

    Mahasiswa Universitas Bina Bangsa menggunakan pendekatan edukatif yang interaktif, termasuk diskusi, studi kasus, dan pembagian leaflet. Mereka juga membahas aspek psikologis dan sosial pernikahan dini, sehingga penyuluhan lebih komprehensif.

    “Kami berusaha meluruskan pandangan bahwa menikahkan anak adalah solusi ekonomi,” ujar Mahudi, salah satu anggota tim KKM.

    Penyuluhan ini mendapat apresiasi dari pihak desa, yang menilai mahasiswa mampu berkomunikasi efektif dengan masyarakat.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKM Kelompok 93 yang berfokus pada edukasi hukum dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Pernikahan adalah tanggung jawab besar yang membutuhkan kesiapan mental, fisik, dan pemahaman hukum,” lanjut Mahudi.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara universitas dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang lebih sadar hukum.***

    KKM Pernikahan UNIBA
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    NEWS 18 Februari, 2026

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema Sinergi Menuju Prestasi Porprov VII Banten 2026

    Recent Post

    Himapikani Wilayah II Soroti Sungai Cisadane Tangerang Selatan Tercemar Pestisida, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    18 Februari, 2026

    Hadiri Raker KONI Kabupaten Serang, Ketua KONI Banten Agus Rasyid: Mudah-mudahan ini Menghasilkan yang Terbaik

    16 Februari, 2026

    Resmi Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah: Selamat Raker, Susunlah Program Berprestasi

    16 Februari, 2026

    Rapat Kerja KONI Kabupaten Serang Tahun 2026 Resmi Dibuka, Usung Tema Sinergi Menuju Prestasi Porprov VII Banten 2026

    16 Februari, 2026

    Regenerasi Kepemimpinan, PK Ipnu-Ippnu Uin Smh Banten Gelar Rapat Anggota Komisariat

    16 Februari, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.