BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 68 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar kegiatan pembelajaran berbasis audiovisual di SDN Bojong Pandan pada Rabu, 6 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa-siswi kelas 3 melalui metode yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa KKM membawakan dua topik utama yang relevan dengan kurikulum sekolah, yaitu tata surya dan ekosistem. Menggunakan media video, presentasi visual, dan peraga sederhana, mereka berhasil menarik perhatian siswa-siswi yang tampak antusias mengikuti setiap sesi.

Pada materi tata surya, siswa-siswi diajak untuk mengenal planet-planet, dan benda langit. Dengan adanya media audiovisual, konsep-konsep abstrak seperti rotasi dan revolusi bumi menjadi lebih mudah dipahami.

Sementara itu, materi ekosistem diajarkan dengan pendekatan yang lebih praktis. Siswa-siswi diajak untuk memahami hubungan antar makhluk hidup dan lingkungan di sekitar mereka. Sesi ini juga diselingi dengan diskusi dan tanya jawab interaktif, membuat siswa lebih berani untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.

Kepala Sekolah SDN Bojong Pandan, Bapak Hilwan menyambut baik inisiatif para mahasiswa KKM ini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Metode pembelajaran yang dibawa mahasiswa sangat membantu siswa untuk lebih fokus dan termotivasi dalam belajar. Pembelajaran dengan media audiovisual seperti ini sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman mereka,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa KKM, Nuriyan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para siswa.

“Kami berharap, melalui metode ini, anak-anak di SDN Bojong Pandan bisa lebih menyukai sains dan mata pelajaran lainnya. Tujuan kami bukan hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi mereka untuk terus belajar dengan cara yang menyenangkan,” tutur Nuriyan dan Osssy Perwakilan KKM kelompok 68

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKM UNIBA yang fokus pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar ini dapat terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Pada kesempatan yang sama, Ita Rosita Wahyiah Selaku DPL kelompok 68, mengungkapkan, dengan mudahnya akses terhadap media audiovisual, dapat menjadi alat bantu bagi guru dan siswa.

“Kemajuan teknologi, akses terhadap media audiovisual menjadi semakin mudah. Platform seperti YouTube, aplikasi edukasi, dan proyektor interaktif telah menjadi alat bantu yang sangat berharga bagi guru dan siswa,” tangkasnya.

Leave A Reply

Exit mobile version