Close Menu
Bantencorner.comBantencorner.com

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    IKAMABA Gelar Lomba Hari Kartini 2026 untuk Tingkat SMP/MTS se-Kecamatan Baros

    10 Mei 2026

    Respons Temuan Makanan Tidak Layak di Pandeglang, Kepala BGN: Kami Cek Detil Lapangan

    8 Mei 2026

    Bulog Optimis Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret Tuntas Akhir Bulan Mei 2026

    8 Mei 2026

    Tegas! Direksi Curang Harus Di-blacklist, Jangan Cuma Gertakan

    7 Mei 2026
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Bantencorner.comBantencorner.com
    • HOME
    • NEWS
    • PERSPEKTIF
    • KAMPUS
    • FIGURE
    • BANTENPEDIA
    • TRAVEL
    Home»NEWS»HUKRIM»LBH Ansor Banten Soroti Insiden Ojek Online yang Dilindas Mobil Polisi

    LBH Ansor Banten Soroti Insiden Ojek Online yang Dilindas Mobil Polisi

    Imam Tantowi29 Agustus 20253 Mins Read HUKRIM
    Copy Link Twitter WhatsApp Facebook
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANTENCORNER.COM – Insiden ojek online yang dilindas mobil polisi pada Kamis, 28 Agustus 2025 di Jakarta Pusat kembali menampar nurani publik.

    Peristiwa ini tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga memperlihatkan wajah bengis aparat yang semestinya menjadi pengayom rakyat.

    LBH Ansor Banten pun angkat bicara dengan suara lantang, menegaskan bahwa hukum tanpa nurani hanyalah alat penindasan.

    Mulhat, S.H, M.H, Sekretaris LBH Ansor Banten, menyampaikan pernyataan keras

    “Hukum sejatinya hadir untuk melindungi, bukan melukai. Menegakan hukum tanpa kemanusiaan, hanya akan meninggalkan luka, bukan keadilan.”ungkapnya.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa tindakan aparat yang melindas warga sipil jelas merupakan bentuk arogansi kekuasaan yang tak bisa ditolerir.

    LBH Ansor Banten menilai insiden ini sebagai bukti nyata bahwa sebagian aparat masih gagal memahami makna sejati penegakan hukum. Polisi seharusnya bertugas melindungi masyarakat, bukan justru menjadi mesin penakut dan perusak nyawa rakyat kecil.

    Menurut LBH Ansor, insiden ini tidak bisa dipandang sebagai peristiwa biasa. Ini adalah alarm keras bahwa ada yang sangat salah dalam kultur aparat kepolisian. Melindas rakyat, apalagi seorang pekerja ojek online seperti almarhum Affan Kurniawan yang mencari nafkah halal, adalah tindakan biadab yang tak bisa ditutupi dengan alasan apa pun.

    Masyarakat, kata Mulhat, sudah muak dengan sikap represif dan brutalitas yang kerap dipertontonkan aparat. Jika dibiarkan, luka kepercayaan rakyat terhadap kepolisian akan semakin dalam, bahkan bisa jadi tidak akan pernah pulih kembali.

    LBH Ansor Banten mendesak agar Kapolri dan jajaran Mabes Polri segera turun tangan, bukan sekadar memberi klarifikasi normatif. Aparat yang bersalah harus diadili seadil-adilnya, diproses secara hukum, dan diberi sanksi berat. Jangan sampai ada kesan hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

    “Kalau aparat bisa seenaknya melindas rakyat, lalu siapa yang akan menjamin keselamatan kita? Jangan-jangan nyawa manusia dianggap remeh, seolah hanya kerikil di jalan yang bisa diinjak tanpa rasa bersalah,” tegas Mulhat dengan nada geram.

    LBH Ansor Banten juga mengingatkan, kasus seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Berkali-kali publik disuguhi aksi brutal aparat di jalanan. Sudah terlalu sering nyawa rakyat melayang hanya karena kesewenang-wenangan penegak hukum.

    Lebih jauh, LBH Ansor menegaskan bahwa aparat yang kehilangan sisi kemanusiaannya sejatinya telah mengkhianati sumpah jabatannya. Polisi bukan tentara penjajah. Polisi adalah pengayom rakyat. Maka, tindakan melindas ojek online adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai dasar kepolisian itu sendiri.

    “Kalau hukum hanya jadi tameng bagi aparat untuk berlaku semena-mena, maka rakyatlah yang akan menjadi korban terus-menerus. Negara harus sadar, legitimasi hukum lahir dari rasa keadilan rakyat, bukan dari arogansi bersenjata,” ujar Mulhat lagi.

    Sebagai bentuk solidaritas dan duka mendalam, Ansor Banten mendoakan almarhum Affan Kurniawan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doa ini juga menjadi pengingat bahwa nyawa rakyat tidak bisa dianggap murah dan tidak boleh lagi dikorbankan oleh kesewenang-wenangan aparat.

    LBH Ansor Banten mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, organisasi, dan aktivis hukum untuk bersatu melawan praktik brutalitas ini. Diam terhadap ketidakadilan berarti membiarkan kejahatan berulang. Tidak ada tempat bagi polisi bengis dalam sistem hukum yang sehat. Insiden ini harus menjadi titik balik aparat harus kembali ke jati dirinya sebagai pelindung rakyat, bukan algojo di jalanan.

    Ansor Lbh Polisi Rakyat Represif

    Related Posts

    NEWS

    Ramadhan Pride II 2026 Jadi Momentum Kebersamaan dan Konsolidasi Kader Ansor Banten

    14 Maret 2026
    NEWS

    Ansor Banten Luncurkan Posko Mudik 2026, Siap Layani Pemudik di Wilayah Banten

    14 Maret 2026
    NEWS

    Konferancab III GP Ansor Cisauk: Ahmad Munajat Terpilih, Siap Perkuat Kader dan Kawal NU–NKRI

    15 Februari 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Terpopuler

    Peringati Hari Pendidikan dan Buruh, GMPK Serang Ingatkan Nasib Pekerja dan Kualitas SDM

    NEWS 6 Mei 2026

    Peninggalan Sejarah Kesultanan Banten yang Masih Bisa Kamu Kunjungi

    KITA Banten: Laporkan dan Investigasi Total, Tutup Mitra MBG Cigadung 3

    Mengungkap Keindahan dan Filosofi Masjid Agung Banten

    Respons Temuan Makanan Tidak Layak di Pandeglang, Kepala BGN: Kami Cek Detil Lapangan

    Recent Post

    Kawal Visi Besar Bangsa, Wapres Gibran Bertemu Empat Mata dengan Ketum PROJO

    7 Mei 2026

    KITA Banten: Laporkan dan Investigasi Total, Tutup Mitra MBG Cigadung 3

    7 Mei 2026

    Pelantikan Fahmi Ummi Banten Jadi Momentum Kebangkitan Gerakan Muslimah

    6 Mei 2026

    Peringati Hari Pendidikan dan Buruh, GMPK Serang Ingatkan Nasib Pekerja dan Kualitas SDM

    6 Mei 2026

    Kolaborasi DPR RI dan BRIN, Gelar Edukasi Deteksi Dini Gangguan Mental Remaja

    5 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Kontak

    Jl. Akses Gedung/Perumahan Pondok Angsana Indah 1 Kasemen

    • red.bantencorner@gmail.com
    • +62 857-1947-9969
    • News
    • Politik
    • Parlemen
    • Hukrim
    • Regional
    • Feature
    • News
    • Perspektif
    • Figure
    • Info Loker
    • Kolom
    • Jadi Kolumnis
    • Kirim Opini
    • S&K
    • FAQ
    • Kolaborasi
    • Media Partner
    • Sponsorship
    • Iklan & Adv
    • Iklan Baris
    • © 2024 Bantencorner.com
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Peta Situs
    • Kebijakan Privasi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.