BANTENCORNER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Banten (UNIBA) Kelompok 93 yang tengah melaksanakan pengabdian di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan lilin aroma terapi dengan memanfaatkan minyak jelantah. Program ini digagas untuk memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai cara mengolah limbah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan dan bahkan bisa bernilai ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah warga RT 7 Desa Lempuyang pada tanggal 18 Agustus 2025 ini, bertujuan untuk memberikan solusi kreatif dalam pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. Inisiatif ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa menjelaskan bahwa minyak jelantah yang sering kali dibuang setelah digunakan berulang-ulang ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali. Selama ini, pembuangan minyak bekas tanpa pengelolaan kerap menjadi penyebab pencemaran. Melalui inovasi sederhana, minyak tersebut bisa diolah menjadi lilin aroma terapi yang tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga bermanfaat sebagai aroma terapi dan pengharum ruangan.

“Minyak jelantah yang sering dibuang itu sebenarnya bisa diolah lagi menjadi barang yang berguna. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, lilin aroma terapi ini juga bisa jadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat,” ujar salah satu anggota KKM Kelompok 93.

Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lilin. Mahasiswa memperlihatkan tahap demi tahap proses pengolahan, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran bahan tambahan, hingga mencetak lilin ke dalam wadah. Warga yang hadir pun terlihat antusias, beberapa di antaranya ikut mencoba langsung, sehingga suasana menjadi lebih hidup dan interaktif. Peralatan yang dipakai pun cukup sederhana, sehingga bisa dipraktikkan kembali di rumah.

Salah seorang warga yang hadir menyatakan sangat tertarik dengan kegiatan ini.

“Saya tertarik banget sama cara pembuatan lilin aroma terapi. Ternyata minyak jelantah bisa diolah menjadi barang yang bermanfaat dan punya nilai ekonomis,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan oleh masyarakat Desa Lempuyang. Selain membantu mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan, keterampilan ini juga dapat membuka peluang usaha kecil di bidang kerajinan rumah tangga.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Lempuyang. Selain bisa mengurangi limbah, keterampilan ini juga bisa menjadi peluang usaha baru,” kata koordinator KKM Kelompok 93.

Kerja sama antara mahasiswa KKM dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa sinergi keduanya mampu menghasilkan kegiatan yang bermanfaat sekaligus mempererat hubungan sosial. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah dan pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan.***

Leave A Reply

Exit mobile version