BANTENCORNER.COM – Situasi bangsa yang belakangan ini diwarnai ketegangan sosial dan dinamika politik, membuat keresahan masyarakat kian terasa. Banyak pihak menyerukan pentingnya menjaga kesejukan agar perbedaan tidak menjelma menjadi perpecahan.
Menjawab kondisi tersebut, Gerakan Pemuda Ansor Pandeglang menggelar istigosah akbar di Pondok Pesantren Kananga, Menes, dengan tema “Melangitkan Doa untuk Keselamatan Indonesia: Jaga Aspirasi, Jaga Indonesia”. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian spiritual Ansor terhadap kondisi bangsa yang tengah diuji.
Ketua PC GP Ansor Pandeglang, H. Ahmad Sahal Mahfudz, menegaskan bahwa bangsa tidak boleh kehilangan kendali hanya karena gejolak sesaat. Ia mengingatkan agar kader Ansor dan Banser mampu menjadi pendingin di tengah panasnya situasi.
“Ketika dinamika sosial dan politik menguat, doa dan keteduhan adalah jalan terbaik. Kami ingin Ansor dan Banser hadir bukan sebagai pemicu konflik, tetapi sebagai perekat bangsa,” tegas Sahal Mahfudz.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pandeglang, Mustasyar PCNU KH. Encep Farohi, Wakil Ketua PCNU TB. Nuruzzaman, Syuriah MWC NU Menes KH. TB. Abdul Gofar, Camat Menes Usep Sudarmana, serta ribuan kader dan masyarakat. Dukungan tokoh-tokoh ini menegaskan bahwa menjaga bangsa adalah tanggung jawab kolektif.
Ketua pelaksana, Moh. Badrudin, menambahkan bahwa istigosah ini tidak hanya untuk kader, tetapi juga untuk seluruh lapisan masyarakat Pandeglang yang resah dengan dinamika bangsa.
“Doa adalah penenang. Kita ingin memberikan harapan bahwa di tengah gejolak, selalu ada ikhtiar spiritual yang bisa meneguhkan hati masyarakat,” ujarnya.
Meski diguyur hujan, jamaah tetap khusyuk melantunkan doa. Air mata mengalir, menandakan kuatnya harapan agar Indonesia dijauhkan dari konflik dan diberi keberkahan dalam menghadapi tantangan zaman.
Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, menilai bahwa apa yang dilakukan Ansor menjadi contoh konkret kontribusi pemuda dalam merespons kondisi bangsa.
“Di tengah riuh rendah keadaan, doa bersama seperti ini justru memperkokoh harapan. Semoga dari Pandeglang lahir energi positif bagi Indonesia,” katanya.
KH. Encep Farohi pun menambahkan, doa tidak bisa dipisahkan dari ikhtiar.
“Bangsa ini akan kuat jika ulama dan pemuda bersatu. Ansor sudah menunjukkan jalan itu,” ungkapnya.
Camat Menes, Usep Sudarmana, menyebut istigosah ini ibarat obat penenang.
“Masyarakat butuh keteduhan batin di saat bangsa kita sedang tidak baik-baik saja,” katanya.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Banten, TB Adam Ma’rifat, mengingatkan agar masyarakat tetap sabar dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.
“Tidak ada maslahat dari kemarahan. Justru kesabaran dan kebersamaan menjadi kekuatan terbesar bangsa ini,” tegasnya.
Dengan doa yang terhimpun dari ribuan jamaah, Ansor Pandeglang menegaskan perannya sebagai penjaga kondusifitas bangsa. Di tengah gejolak, doa menjadi tameng, persatuan menjadi senjata.
Untuk diketahui, kegiatan doa untuk bangsa ini dilakukan secara serentak Se-Provinsi Banten dalam menjaga persatuan dan keselamatan bangsa.







