BANTENCORNER.COM – Masalah stunting masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 91 bersama kader posyandu Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten mengadakan penyuluhan tentang pencegahan stunting pada Senin 11 Agustus 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Pos 4 Desa Cerukcuk ini dihadiri oleh puluhan ibu-ibu dan kader kesehatan. Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menjelaskan pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak usia dini. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Stop Stunting, Isi Piringku” dengan tujuan agar masyarakat memahami cara menyusun menu sehat dengan bahan makanan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Syekha Anggota Kelompok KKM 91 menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi angka stunting di Desa Cerukcuk.
“Kami ingin masyarakat lebih sadar bahwa stunting bisa dicegah. Cukup dengan pola makan bergizi, pemberian ASI eksklusif, serta perawatan kesehatan sejak dini, anak-anak bisa tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama diskusi. Salah seorang ibu rumah tangga mengaku senang mendapatkan ilmu baru tentang pentingnya gizi anak.
“Sekarang saya jadi tahu bagaimana membuat piring makan anak lebih sehat dengan sayur, ikan, dan buah. Tidak harus mahal, tapi bergizi,” katanya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Cerukcuk diharapkan lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak sehingga generasi mendatang terhindar dari risiko stunting. Mahasiswa KKM juga mendorong agar edukasi serupa dapat rutin dilakukan oleh kader posyandu dan Puskesmas Tanara sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.***







