BANTENCORNER.COM – Jelang agenda Musyawarah Daerah (Musda) keenam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Serang, berhembus kabar kurang sedap di kalangan internal mereka.
Pasalnya di tingkat kecamatan, para ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Kabupaten Serang menolak usulan nama Ishak Sidik yang digadang-gadang akan dijadikan sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Serang untuk periode 2025-2030.
Mereka menilai sosok tersebut tidak layak memimpin DPD PAN Kabupaten Serang lantaran tidak masuk ke dalam tim formatur dalam agenda musda.
”Kami para ketua DPC PAN Kabupaten Serang, dari 24 kecamatan, menolak dengan keras Ishak Sidik menjadi ketua DPD PAN,” tegas Ketua Forum DPC PAN Kabupaten Serang, Apipi kepada awak media, Rabu, 5 November 2025
Diketahui, agenda Musda VI DPD PAN Kabupaten Serang akan digelar pada akhir pekan ini, Sabtu, (8/11/2025) besok.
Selain tidak layak menjadi calon Ketua DPD PAN Kabupaten Serang, Apipi menyoroti minimnya kontribusi Ishak Sidik selama menjadi kader partai.
Padahal, Ishak Sidik menduduki kursi DPRD Kabupaten Serang maupun DPRD Provinsi Banten, tak luput dari peran ketua DPC di masing-masing kecamatan.
”Inisial IS tersebut kurang dekat dengan para ketua DPC se-Kabupaten Serang,” ucap Ketua DPC Kecamatan Binuang ini.
Apipi menegaskan, sikap penolakan ini bukan atas dasar kepentingan pribadi melainkan demi kemaslahatan umat sesuai slogan partai yakni PAN Bantu Rakyat.
Ia berharap, calon Ketua DPD PAN Kabupaten Serang diduduki oleh salah satu dari enam tim formatur Musda VI.
”Kami sangat menginginkan kedepannya, ketua DPD itu yang sudah jelas jelas bersinergi dengan para ketua DPC yang ada di dalam tim formatur tersebut,” ucap dia.
Apipi mengklaim bahwa pernyataan sikap ini telah didukung dan ditandatangani sebanyak 24 Ketua DPC PAN se-Kabupaten Serang.
”Ada 24 DPC, dari masing-masing dapil. Alasannya sama, sudah sepakat karena kita sudah sering curhat, ngobrol dan sebagainya. Mereka sama satu tujuan,” katanya.
Untuk itu, ia berharap jajaran DPW maupun DPP bisa mengakomodir aspirasi di tingkat kecamatan. Sebaliknya, jika aspirasi tersebut tidak didengar maka pihaknya akan mengundurkan diri secara berjamaah.
”Kami siap mengundurkan diri semua kalau itu terjadi, karena kami kader yang sudah lama berjuang beberapa periode,” tandasnya.




