BANTENCORNER.COM – Ratusan bangunan liar (bangli) yang berdiri di kawasan sempadan Sungai Padek, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, dibongkar, Kamis, 4 Desember 2025.

‎Camat Kasemen, Sugiri, mengatakan pembongkaran bangli sudah direncanakan jauh-jauh hari.

‎”Dimulai dari tanggal 1 Desember proses verifikasi dan validasi, terus tanggal 2 sampai 3 proses relokasi ke rusunawa dan pemutusan listrik,” katanya.

‎Bangli yang berada di sepanjang Sungai Padek ini terdapat 250, namun hanya 175 yang dijadikan tempat tinggal dan usaha.

‎”Bangli yang ada di sekitar Sungai Padek ini dari mulai rel kereta api sampai Jenggot Margaluyu itu kurang lebih 250-an, yang betul-betul tempat tinggal itu 140, sisanya berarti 35 bangunan tempat usaha,” ungkap Sugiri.

‎Nantinya warga yang terdampak pembongkaran akan direlokasi ke Rusunawa Margaluyu.

‎”Kalau yang bukan tempat tinggal, satu tidak direlokasi ke Rusunawa, yang kedua tidak diberikan kompensasi uang kerohiman. Itu sudah tercantum dalam aturan Peraturan Presiden dari Kemensos,” ujarnya.

‎Saat ini 47 Kartu Keluarga (KK) sudah menempati Rusunawa, sedangkan kouta di Rusunawa ada 74.

‎”Jadi sekitar kurang lebih 30 lagi masih ada spare di Rusunawa. Karena ini banyak tempat usaha, kadang-kadang kan rumahnya bukan di sini sebetulnya. Ada tinggal di saudaranya, tempat usaha aja di sini gitu,” jelas Sugiri.

‎Selain mendapat fasilitas Rusunawa, warga yang terdampak akan menerima uang kerohiman sebesar Rp5 juta per KK.

‎”Kerohimannya sama dengan yang warga Sukadana Rp5 juta. Mereka tinggal di Rusunawa digratiskan setahun,” ucapnya.

‎Penertiban bangli di sekitar Sungai Padek diharapkan dapat mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi.

‎”Karena ini juga harapan dari masyarakat, aduan masyarakat. Selama ini sering terjadi banjir karena ada pendangkalan, penyempitan sungai, ada bangunan liar sehingga sering terjadi banjir,” tutup Sugiri.

‎Sementara itu, Neng Suhayanti, salah satu warga yang tinggal di sempadan sungai Padek, mengaku telah menerima sosialisasi dari pemerintah perihal rencana pembongkaran ratusan bangli di kawasan tersebut.

‎”Ada (sosialisasi). Kita sudah diperingati, dan Minggu kemarin rapat bahwa tanggal sekian ada pembongkaran,” ujarnya.

Leave A Reply

Exit mobile version