BANTENCORNER.COM — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Politik Partai dengan tema “Membangun Kader Partai sebagai Benteng Ideologis Bangsa dalam Melawan Serakahnomics” pada Jumat, 26 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 50 kader Partai PRIMA yang merupakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di wilayah Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai PRIMA Provinsi Banten, Rizky Arifianto, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung organisasi partai. Menurutnya, partai politik tidak cukup hanya kuat secara elektoral, tetapi harus ditopang oleh kader yang memiliki pemahaman ideologis yang kokoh dan keberpihakan yang jelas kepada kepentingan rakyat.
“Pendidikan politik ini bukan agenda seremonial. Ini adalah ruang pembentukan kader secara ideologis, agar setiap kader Partai PRIMA memiliki sikap politik yang konsisten dalam melawan praktik ekonomi dan kebijakan yang merugikan rakyat,” ujar Ketua DPW dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa serakahnomics merupakan bentuk nyata dari ketimpangan struktural yang harus dilawan melalui kerja politik yang terorganisir dan berbasis kesadaran ideologis. Oleh karena itu, kader Partai PRIMA dituntut tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga mampu membaca situasi sosial secara kritis.
Pendidikan politik merupakan instrumen penting untuk memastikan konsistensi perjuangan partai. Tanpa pendidikan politik yang berkelanjutan, kader akan mudah terjebak pada pragmatisme dan kehilangan orientasi ideologis.
Kegiatan pendidikan politik ini diisi dengan pemaparan materi, diskusi, dan dialog terbuka yang mendorong partisipasi aktif peserta. Forum ini menjadi ruang konsolidasi gagasan sekaligus penguatan komitmen kader dalam menjalankan kerja-kerja politik partai di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Partai PRIMA berharap dapat melahirkan kader-kader yang memiliki kesadaran ideologis, disiplin organisasi, dan keberanian politik untuk memperjuangkan keadilan sosial serta kedaulatan rakyat. Pendidikan politik partai akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan politik alternatif yang berpihak pada rakyat.***







