SERANG – Besarnya perputaran ekonomi di Pasar Jedogan mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman.
Ia menilai aktivitas perdagangan musiman tersebut memiliki potensi ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat.
Menurutnya, nilai transaksi yang mencapai sekitar Rp3 miliar menjadi bukti bahwa Pasar Jedogan bukan sekadar pasar sementara, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Pasar Jedogan sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Kota Serang menjelang Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini dikenal sebagai momen berburu pakaian Lebaran dengan harga terjangkau.
Secara etimologi, kata “Jedogan” berasal dari Bahasa Jawa Serang (Jaseng) yang berarti berhimpitan atau bergerombol, menggambarkan kondisi pasar yang dipadati pembeli saat berburu barang.
“Perputaran ekonomi keuangannya itu sampai dengan di angka Rp3 miliar, itu sangat luar biasa,” ucapnya, Kamis (26/3/2026).
Muji Rohman mengungkapkan bahwa tingginya perputaran uang di Pasar Jedogan menjadi fenomena luar biasa yang perlu dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah.
Ia pun meminta Pemerintah Kota Serang untuk melakukan penataan yang lebih optimal agar aktivitas pasar tetap berjalan tertib tanpa merugikan pedagang di sekitar lokasi.
Menurutnya, perlu adanya rekayasa konsep agar keberadaan Pasar Jedogan tidak mengganggu pendapatan toko-toko permanen di sekitarnya.
“Jadi kalau memang ke depan itu dibikin rekayasa agar toko-toko di pinggir itu tidak merasa pendapatannya juga berkurang, harus dipikirkan juga,” tambahnya.
Selain itu, Muji mendorong Pemkot Serang melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) untuk mengkaji penyediaan lokasi khusus bagi kegiatan serupa.
Lokasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti pameran dan otomotif, yang dinilai berpotensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau memang ada tanah bengkok, eks bengkok itu bisa digunakan, sehingga tidak membebani anggaran APBD pembelian lahan. Karena atmosfir masyarakat Kota Serang saya lihat tinggi juga,” jelas Muji.
Ke depan, DPRD Kota Serang mendorong adanya konsep penataan yang lebih rapih, sehingga Pasar Jedogan tidak hanya ramai secara ekonomi, tetapi juga tertib, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku usaha. (ADV)







