SERANG– Gelombang aksi demonstrasi dari berbagai lintas organisasi mahasiswa di depan pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, pada Senin (4/5/2026), berlangsung tertib, aman dan kondusif.

Pengamanan kegiatan aksi demonstrasi ini dipimpin langsung Kasat Intelkam Polresta Serang kota, AKP Tatang, didampingi jajaran Intelijen dan Keamanan dengan pendekatan secara humanis.

Terpantau aparat keamanan tampak melakukan pengawalan dan pengamanan secara persuasif, tanpa tindakan represif.

Pantauan wartawan di lapangan, jajaran Intelkam Polresta Serang kota terus bersiga tetap memberikan pelayanan humanis pada peserta demonstrasi meski di tengah guyuran hujan deras.

Kasat Intelkam Polresta Serang kota, AKP Tatang, tampak basah kuyup demi memastikan jalannya aksi berlangsung damai, dan mengedepankan pendekatan dialogis dalam mengawal aspirasi mahasiswa.

Bukan tanpa Sebab, AKP Tatang, memegang teguh prinsip demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sekaligus menghormati hak masyarakat dalam penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh konstitusi.

Pada kesempatan aksi itu, Sekretaris BEM Banten Bersatu, Torik Suliapawitra, menyoroti bahwa angka partisipasi sekolah di Banten baru mencapai sekitar 70 persen.

“Ini menunjukkan masih banyak anak di Banten yang membutuhkan akses pendidikan yang layak,” ujar Torik disela-sela aksi.

Selain itu, mahasiswa juga meminta pemerintah untuk segera melakukan pemerataan terhadap infrastruktur pendidikan di Banten.

Akses pendidikan di beberapa daerah seperti di Kabupaten Pandeglang, sekitar 42 ribu anak masih terbatas akses pendidikannya, sedangkan di Kota Tangerang jumlahnya mencapai sekitar 21 ribu.

“Kami ingin ada bukti nyata bahwa pemerintah serius mengawal isu-isu ini bersama masyarakat,” katanya.

Aksi mahasiswa di tengah guyuran hujan deras itu tampak dihadiri perwakilan Pemprov Banten yakni Sekda Deden Apriandhi, Kepala Dindikbud Banten Jamaluddin, dan Kepala Biro Umum Setda Ali Hanafiah. Mereka datang dan berdialog dengan massa aksi.

“Dengan adanya program sekolah gratis swasta yang dibiayai oleh Pemprov ini juga meminimalisir penahanan ijazah karena salah satu persyaratan yang disampaikan kepada pihak sekolah tidak ada lagi ijazah yang ditahan karena semua biayanya sudah ditanggulangi Pemprov,” kata Deden.

Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin menuturkan, program sekolah gratis diharapkan dapat menekan angka pernikahan dini di Banten.

“Saya rasa anggaran luar biasa sekitar Rp400 miliar yang tadi disampaikan Pa Sekda ini menjangkau hampir 60 ribu penerima manfaat. Dan kedepan sampai tiga tahun depan sampai angka 180 ribu dan ini luar biasa saya rasa dengan anggaran yang sangat wajar,” tandasnya

Selama aksi berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali tanpa adanya tindakan anarkis, aparat kepolisian juga melakukan pengamanan hingga massa membubarkan diri dengan tertib.

Leave A Reply

Exit mobile version